Zul ‘Zivilia’ Terancam Hukuman Mati Pasca Tertangkap Karena Narkoba

Pada usia sedewasa ini, setidaknya hampir semua dari kita pernah merasakan patah hati. Entah itu karena putus cinta, penolakan, tak diterima di lingkungan, atau hal lain yang membuat kita bersedih dan terluka. Situasi ini jadi suatu hal yang bersifat emosional, yang juga bisa terasa pada tubuh kita.

Benar memang, fisik dan psikis adalah dua hal yang berbeda. Bahkan kehilangan atau sakit hati pun adalah sesuatu yang bersifat psikologis, akan tetapi juga dapat menimbulkan beberapa keluhan fisik. Misalnya perasaan sesak pada dada, sakit perut, rasa kering pada bibir, dan lemas seperti tak memiliki tenaga.

Karena Inilah yang Terjadi di Otak Kita Ketika Sedang Merasa Kehilangan dan Sakit Hati

Nyatanya perasaan sedih dan kehilangan dapat mengaktifkan beberapa bagian pada otak manusia. Yap, tetkala kita sedang sakit hati atas sebuah kehilangan, maka aktivitas pada bagian otak kita yang disebut dengan anterior cingulate cortex – disingkat ACC – akan meningkat.

Begitu pula dengan perasaan tersingkir dari lingkungan sosial, kepercayaan diri yang rendah, dan penolakan. Juga akan memicu aktivitas ACC, terutama pada bagian belakang ACC, karena memiliki dampak yang serupa.

Dikutip dari beberapa hasil penelitian, gambarannya begini, ACC yang terletak pada dinding bagian tengah otak, merupakan suatu bagian yang sangat unik. Hal ini disebabkan karena ACC memiliki fungsi emosional (kemampuan mengelola perasaan) sekaligus fungsi kognitif (kemampuan berpikir). Inilah yang kemudian disalurkan pada reseptor atau penerima rangsangan dalam tubuh yang kemudian menyalurkan sinyal yang muncul akibat rangsangan atau perubahan yang terjadi pada tubuh.

Hal lain yang juga perlu kita tahu adalah, saat senang, akan terjadi peningkatan kerja pada reseptor opioid. Sedangkan saat kita sedih akan terjadi penurunan reseptor endogen opioid, terutama reseptor μ-opioid (dibaca: mu-opioid). Penurunan reseptor opioid tersebut juga akan menyebabkan terjadinya penurunan pada sistem reward dalam diri, yang membuat kita jadi merasa tidak nyaman.

Hingga kemudian, rasa sakit yang diterima oleh reseptor opioid itu akan diproses dan diubah menjadi aktivitas sistem saraf sehingga akan memunculkan perasaan tidak nyaman dan nyeri pada tubuh secara fisik. Ini tak lagi hanya sebatas perasaan saja. Dan itulah pula sebabnya, mengapa kita bisa mengalami sakit perut atau dada sesak ketika sakit hati atas kehilangan.

Lalu Bagaimana Cara Kita Berdamai dan Menerima Sebuah Kehilangan?

Untuk berbagai macam alasan, kehilangan yang kita rasakan selalu menyisahkan rasa sakit yang tak tertahankan. Menerima dengan dada yang lapang jelas tak semudah yang kita bayangkan, tapi berlarut-larut dalam kesedihan pun tak melahirkan sebuah perubahan.

Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan demi rasa lega dan tenang yang akan kita rasakan selepas kehilangan yang kemarin mencekam.

  • Jangan pernah menyembunyikan perasaan sedihmu. Mencoba membohongi diri dengan menganggap semuanya baik-baik saja, hanya akan melahirkan masalah baru saja. Untuk itu, belajarlah lebih terbuka. Sampaikan semua keluh kesah yang ada pada mereka yang bisa kamu percaya.  
  • Berpisah dan kehilangan memang menyakitkan apalagi jika itu dengan orang yang kita sayang. Orangtua, Teman, Kekasih, atau siapa saja yang kita sayangi. Tapi biar bagaimanapun hal yang bisa kita lakukan hanyalah menerima.
  • Tak perlu menyalahkan diri sendiri atas apa yang sudah terjadi. Apa yang kini sedang kita alami adalah sesuatu yang memang sudah ditakdirkan untuk terjadi.
  • Mampukan diri untuk bangkit lagi, lakukan beberapa kegiatan yang bisa membuatmu senang. Makan di restor kesukaan, mendengarkan musik seharian, atau pergi liburan untuk menenangkan pikiran.
  • Hilangkan pikiran-pikiran buruk untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat sakit ini terbalaskan. Karena yang kita butuhkan sekarang adalah bangkit dan berjalan.

Nah, semoga kamu adalah salah-satu orang yang tetap bisa bangkir untuk bertahan. Berjalan dan melanjutkan hidup, hingga kelak bisa berbagi cerita bahagia pada versi yang berbeda

Artikel Asli

News Feed