Video yang Rasis dan Diskriminatif Akan Segera Diblokir dari Youtube

Cerita horor yang mengerikan sudah biasa, tapi bagaimana jika kisah horornya justru bikin ketawa? Itu adalah alasan pertama yang mungkin akan membawamu pergi ke bioskop untuk menonton hasil karya debut pertama Bene Dion Rajagukguk sebagai sutradara. Dari judulnya saja, kita mungkin akan berdesis, “Apaan sih, masa setan nulis?”. Lalu saya memberi judul dengan kata ‘pasti’, ya setidaknya itulah yang saya rasa. 

Diperankan oleh Tatjana Saphira, Ge Pamungkas, Endy Arfian, Deva Mahenra dan Asmara Abigail. Mengambil momen Lebaran, film produksi Starvision Plus ini sudah bertengger di layar bioskop tanah air sejak kemarin, 4 Juni 2019.

Bercerita tentang seorang penulis perempuan yang sukses bernama Naya (Tatjana Saphira), hidup bersama adiknya, Darto (Endy Arfian) mereka berdua baru saja pindah ke sebuah rumah kontrakan yang sewanya murah.

Beberapa hal yang menganggu mulai terjadi, hingga kemudian Naya dan sang adik sadar bahwa ada  sesuatu yang tak beres dari rumah milik pak Djarot yang diperankan oleh Slamet Rahardjo. Yap, ternyata rumah tersebut dihuni seorang penunggu. Dan perjalan cerita-cerita horor nan lucu itu pun dimulai kala Naya menemukan sebuah buku harian di atas plafon rumah, tatkala dirinya sedang stress karena novel barunya belum mendapat restu dari penerbit.

Pacar Naya, Vino (Deva Mahenra), yang tahu perihal buku harian yang ditemukan Naya, tiba-tiba menceritakan buku tersebut ketika ia ikut nimbrung rapat dengan Naya. Anehnya, penerbit justru tertarik pada cerita tersebut dan menyetujuinya.

Galih (Ge Pamungkas) sang hantu, merasa tak suka karena Naya menjadikan kisah hidupnya sebagai sebuah cerita. Alhasil, ia mulai menganggu Naya hingga akhirnya, arwahnya bisa diliat oleh sang penulis tersebut. Singkat cerita mereke berdua kemudian berteman, namun mendadak mendapat penolakan dari seorang hantu perempuan bernama Bening yang diperankan oleh Asmara Abigail.   

Selain Bene yang konon jadi punggawa untuk bumbu komedi, nama Muhadkly Acho yang juga ikut jadi salah satu tokoh dalam cerita, jadi sosok yang patut dipuji. Komedi yang mereka sajikan, jadi pelengkap dari rasa ngeri-ngeri sedap atas tayangan seram yang porsinya juga pas. Walau tak begitu padat, jokes-jokes pada film ini cukup renyah dan berhasil mengundang tawa. Bahkan, tak hanya Ge Pamungkas yang berhasil menjalankan peran hantunya dengan matang, duet Arie Kriting dan Acho juga melahirkan banyak lawakan yang bikin geleng kepala dan mengajak kita berpikir mencari maknanya.

Peran serta Ernest Prakasa sebagai Produser, dengan jejeran film-film besutannya sebelumnya.  Jadi sesuatu yang pasti melahirkan perkiraaan akan adanya scene menyentuh yang akan membuat kita akan terdiam dan menahan air mata. Dan benar saja, beberapa drama yang disajikan jadi sesuatu yang membuat cerita ini melekat di dalam pikiran.

Hal lain yang perlu kamu amati, sebagai seseorang yang berlatar belakang suku Batak, sebelumnya Bene memang berharap akan memulai debut film dengan cerita yang memiliki unsur budayanya sendiri. Namun perjalanan karirnya ternyata berkata lain, namun untuk memenuhi keinginannya tersebut. Ada satu selipan yang ia sertakan sebagai penanda identitas dirinya. Jika penasaran itu apa, tontonlah!

https://gobagi.com/video-yang-rasis-dan-diskriminatif-akan-segera-diblokir-dari-youtube/

News Feed