Ular Takut Garam Itu Mitos, Ini Cara Yang Benar…

Ular Takut Garam Itu Mitos, Ini Cara Yang Benar…

Artikel Terbaru :



  Ayo  Jalan Terus !  –  Muhamad Panji atau yang dikenal dengan nama tenar “Panji Petualang” mengungkapkan tips mengusir ular menggunakan garam adalah mitos yang tidak benar.

“Saya pernah mencoba melakukan eksperimen dengan menaburkan garam pada lintasan ular, nyatanya ular bisa melintas dan biasa saja dengan santainya,” katanya di Bekasi, Minggu (23/12).

Hal itu diungkapkan Panji saat menghadiri acara edukasi satwa kepada warga di Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Selain menaburi garam pada area lintasan ular, Panji mencoba eksperimen lain dengan memasukan seekor ular jenis cobra ke dalam karung yang diisi dengan garam.

“Ularnya saya masukan dalam karung berisi garam, dan dia hidup seperti biasa, tidak ada gejala mabok atau sakit. Dia justru santai di dalam karung,” katanya.

Dikatakan Panji, upaya yang paling efektif untuk mencegah atau mengusir ular dari dalam rumah adalah dengan cara menyimpan wangi-wangian di sejumlah sudut rumah.

Yang paling praktis adalah kapur barus yang mengeluarkan aroma wangi, sebab ular maupun tikus tidak senang dengan wangi-wangian.

Mitos lainnya terkait ular, kata Panji, adalah mengejar manusia dengan agresif.

“Ular itu sebenarnya takut dengan manusia. Ketika melihat manusia melintas di depannya, ular justru akan pergi dengan sendirinya, termasuk ular berbahaya seperti cobra,” katanya.

Panji juga mengimbau masyarakat setempat untuk tidak perlu takut dengan ancaman ular, selama manusia tidak mengusik ketenangannya di alam.

“Terkadang kalau ular melintas dan terlihat oleh manusia, tiba-tiba langsung dipukul kepalanya. Kan kasian,” katanya.

Mitos yang mengatakan bahwa ular memiliki daya rekam ingatan yang kuat juga merupakan mitos yang selama ini dipercaya sebagian besar masyarakat saat ini.

“Makanya, banyak yang mengatakan kalau bertemu ular pukul kepalanya, karena kalau sampai lepas, katanya dia bisa ingat siapa yang melukainya. Padahal, membunuh ular dengan memukul kepalanya itu ada benarnya juga karena bisa langsung mati seketika,” katanya.

Namun demikian, Panji mengingatkan masyarakat untuk membiarkan ular yang melintas di sekitarnya tanpa menyakiti, karena ular tersebut akan pulang ke habitatnya.[kl/ant]



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News







Artikel Asli

News Feed