Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

(Foto: ksp.go.id)

INFONAWACITA.COM – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerima 60 orang perwakilan Tenaga Kesehatan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang berasal dari 13 Provinsi, sebagai rangkaian peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember lalu.

Moeldoko dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat dalam upaya menciptakan pembangunan manusia Indonesia yang unggul. Hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya alokasi anggaran untuk bidang kesehatan adalah sebesar Rp 65 Triliun di Tahun 2018, meningkat Rp 8 Triliun dari tahun sebelumnya.

Terus meningkatnya anggaran bidang kesehatan tersebut ditujukan untuk semakin memperluas akses dan kualitas layanan kesehatan. Hal ini pun mulai menunjukkan hasil positif, walaupun masih ada banyak tantangan khususnya terkait penyelenggaraan teknis jaminan kesehatan nasional, namun data menunjukkan jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah mencapai 92,2 juta jiwa.

Hal ini pun berdampak pada menurunnya jumlah kasus Kematian Bayi yang pada tahun 2015 sejumlah 33.278 orang menjadi 27.975 pada tahun 2017, serta jumlah absolut Angka Kematian Ibu dari 4.999 pada Tahun 2015, menjadi 4.295 orang pada Tahun 2017.

Peran Penting Tenaga Kesehatan

Seperti yang dilansir dari ksp.go.id, Moeldoko menegaskan peran tenaga kesehatan termasuk bidan desa menjadi sangat penting. “Saya ingin menekankan bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan kemanusiaan, karena kalian adalah garda depan layanan kesehatan, tangan dan tenaga kalian ini sangat berjasa membantu melahirkan generasi kedepan yang sehat dan unggul,” ungkap Moeldoko.

Para tenaga kesehatan khususnya yang menjadi garda terdepan yang berada di desa, daerah terpencil, dan pulau-pulau terdepan memiliki peran yang krusial utamanya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, memberi pemahaman hidup sehat, pemberian ASI eksklusif dan peningkatan gizi ibu dan bayi untuk mencegah stunting, serta memperluas cakupan imunisasi dasar lengkap.

Artikel Asli

News Feed