Tiger Squad, Pasukan Elit Putra Mahkota yang Diduga Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Kabar tentang hilang dan terbunuhnya jurnalis Jamal Khashoggi sempat mencuat beberapa hari lalu, dan disorot oleh media internasional. Sebelumnya, ada simpang siur terhadap kabar jenazah jurnalis tersebut. Walaupun pihak pejabat Saudi ada yang mengatakan bahwa Jamal tewas karena digulung dalam karpet, nyatanya ada pernyataan sumber intelijen Turki yang mengatakan bahwa Jamal dibunuh dengan cara mutilasi dan potongan jasadnya dibuang ke tempat berbeda.

Berdasarkan keterangan dari Sky News, media tersebut mengatakan bahwa jenazah Jamal Khashoggi telah ditemukan, tepatnya di sekitar taman kediaman Konsul Jenderal (Konjen) Saudi di Istanbul, Muhammed al-Otaibi. Mengenai siapa pembunuhnya, dilansir dari Grid.id, operasi terencana tersebut dilakukan oleh Tiger Squad, pasukan elit putra mahkota, MBS –yang akan Boombastis.com ulas dalam uraian berikut.

Terbentuk setahun lalu dan beranggotakan pasukan militer terbaik

Ilustrasi Pasukan Arab [Sumber gambar]

Lahir dengan nama Firqat el-Nemr, terkenal juga dengan sebutan Tiger Squad atau Pasukan Harimau ini dibentuk setahun yang lalu. Mereka merupakan skuad yang terdiri dari 50 inteligen dan operasi militer terbaik di kerajaan. Tak hanya dibanggakan oleh Arab Saudi saja, nama Tiger Squad bahkan bergaung hingga telinga militer Amerika Serikat. Adapun orang-orang yang direkrut oleh skuad ini berasal dari berbagai cabang layanan keamanan Saudi. Tugas mereka jelasnya hanya satu, menaati segala perintah yang diberikan oleh sang putra mahkota Arab Saudi.

Tugas yang harus dilakukan oleh Tiger Squad

Pembunuhan terencana Jamal Khashoggi [Sumber gambar]

Dilansir dari Tempo.co dari Midle East Eye ada seorang informan yang tidak disebutkan namanya mengatakan detail dari tugas para Tiger Squad ini. Menurut si sumber, Pasukan Harimau melancarkan misi secara terselubung membunuh para pembangkang Arab Saudi, di dalam kerajaan dan di luar negeri, dengan cara yang tidak terungkap oleh media, komunitas internasional dan politisi. Menangkap saja bagi mereka tidaklah cukup karena akan menambah tekanan kepada mereka, maka kelompok ini membunuh secara diam-diam para kritikus dan pembangkang kerajaan.

Operasi rahasia pertama Tiger Squad di perbatasan Saudi

Kecelakaan pesawat Pangeran Mansour bin Moqren [Sumber gambar]

Jamal Khashoggi yang sempat menjadi pembicaraan dunia adalah salah satu target Tiger Squad yang tewas dengan sadis. Namun, kenyataannya Jamal bukan satu-satunya korban. Sebelumnya, Tiger Squad melancarkan aksi rahasia pertama mereka kepada Pangeran Mansour bin Moqren, wakil gubernur provinsi Asir, salah satu sosok yang membangkang terhadap Pangeran Mohammed Bin Salman. Pangeran Mansour meninggal November tahun lalu dalam peristiwa jatuhnya helikopter yang ia kendarai di dekat perbatasan Saudi dan Yaman. Diketahui, pihak Tiger Squad menembak helikopter tersebut dengan rudal dari helikopter lain sehingga kejadian itu tampak seperti kecelakaan.

Cara membunuh yang cerdas, terencana, serta bervariasi

Rekam CCTV sebelum Jamal Khashoggi dibunuh [Sumber gambar]

Sempat membuat dunia pusing, lalu bagaimana cara dan trik membunuh yang dilakukan oleh kelompok ini? Metode pembunuhan yang dilakukan mereka bervariasi Sahabat, salah satunya ada mutilasi seperti yang dilakukan kepada Jamal Khashoggi. Rencana pembunuhan disusun secara rapi dan mulus sehingga tidak diketahui oleh media. Melansir Tempo.co, pasukan ini bisa saja membuat pembunuhan terlihat seperti kecelakaan mobil, kebakaran rumah, atau disuntik dengan virus mematikan saat seseorang tersebut mengunjungi rumah sakit. Setelahnya, para Tiger Squad juga membuang mayat korban ke tempat yang tak terduga dan sulit ditemukan.

Hingga sekarang, ada 15 nama yang disebut terlibat pembunuhan jurnalis senior tersebut. Nama tersebut termasuk Meshal Saad al-Bostani yang juga merupakan orang di balik kecelakaan Pangeran Mansour November lalu. Ada banyak pihak yang mendesak pemerintah Arab Saudi untuk membongkar pelaku dan sosok yang memerintahkan pembunuhan keji terencana tersebut, bahkan Presiden Turki Reccep Erdogan juga menginginkan para pembunuh diadili di Turki.

Artikel Asli

News Feed