“The Invisible Hand Of God”







  Ayo  Jalan Terus !  – Oleh: Zeng Wei Jian*

KONTRAS. Satu tua, satunya lagi muda, tampan, cerdas, sholeh. Selayang pandang debat cawapres. Temanya lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, sosial budaya.

Kiai Maruf Amin bawa tiga kartu. Oh No. Ada “Kartu Kuliah, Kartu Sembako Murah, Kartu Pra-Kerja”. Lagu lama kampanye Jokowi di masa lalu. Mereka ingin ulang sukses. Krisis inovasi, tidak praktis dan tidak kreatif. 

Sandi ulas Program 200 hari pertama; Membereskan kekisruhan BPJS. Lalu menyatakan akan menghapus Ujian Nasional. High sense of crisis, inovatif, visioner, kreatif, progresif, dan revolusioner.

Pasca debat, media sosial rame koreksi seputar klaim Kiai Maruf Amin soal angka TKA. Dia mengatakan hanya 0,01 persen sedangkan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri merilis angka 0,08 persen. 

Megawati dan Puan Maharani datang. Senyam-senyum. Format Pilkada Jawa Tengah diadopsi. Unifikasi sekular-primordialisme, uang, islamophobia dan pabrik polling. 

Di atas kertas manusia, Jokowi-Maruf punya semua variable menang. Tak terkalahkan. Tapi Tuhan dengar doa. Ada rahasia ilahi. God’s Lila. The divine play. 

No one know for certain apa maksud Tuhan mengintervensi “Perang Enam Hari” saat Gamal Abdul Nasser bersedia menjadi proxy Komunis Soviet. 

Dalam rangka menancapkan pengaruh komunis di Middle East, Uni Soviet merekayasa laporan intelijen palsu. Israel dikatakan sedang memobilisasi artileri dalam rangka menyerang Syiria. 

Gamal Abdul Nasser terpancing. Dia rilis seruan memusnahkan semua Yahudi. Perempuan dan anak kecil. Tak terkecuali. Dia mobilisir pasukan, semua pesawat tempur, artileri, tank-tank Soviet ke Gurun Pasir Sinai Peninsula. 

Israel panik. Amerika dan Inggris tolak bantu. Israel dikurung di semua military front. 

Akhirnya Israel mengambil inisiatif. Angkatan Udara Israel merilis Operation Focus. Pukul 07.45 pagi tanggal 05 Juni 1967, 200 jet tempur Israel terbang rendah di atas Sinai Peninsula. 

First miracle, di saat jet-jet tempur Israel menuju pangkalan udara Mesir, Egyptian Field Marshal Abdel Hakim Amer dan Lt-Gen. Sidqi Mahmoud sedang melakukan inspeksi formasi tempur. Tidak ada pesawat di udara saat jet tempur Israel menghancurkan 300 pesawat tempur Mesir. Musnah dalam tiga jam. 

Second miracle, Mesir mengganti kode sandi dan frekuensi komunikasi radio sehari sebelumnya. Warning Syiria bahwa ”the war has begun” dan jet-jet tempur sedang menuju Sinai tidak bisa diterima radio pasukan Mesir. 

Third miracle, arogansi membuat Gamal Abdul Nasser mengumumkan kepada dunia bahwa pasukan Mesir telah menghancurkan Israel. Padahal, nyatanya terbalik. 

Israel tidak memberikan statement apa pun. Tidak menyanggah. Diam saja. Hanya memperingati Raja Hussein dari Yordania secara rahasia; ”Do not enter the war, or you’ll be crushed”. 

Karena percaya kepada Gamal Abdul Naseer, Yordania kirim pasukan gempur West Bank dan masuk Jerusalem. Begitu pula Syiria di Golan Height.

Keduanya dipermalukan Israel dengan korban jiwa dan kerusakan besar. 

Invisible hand of God, arogansi, kebohongan dan blunder menyebabkan Israel menang total dalam perang itu. Wilayah Israel bertambah tiga kali lebih besar. Tawaran negosiasi mengembalikan Sinai dan daerah-daerah yang dikuasai Israel ditolak Gamal Abdul Naseer. Sejak itu, arus pengungsi Palestina dari Gaza Strip mengalir dan tak selesai sampai sekarang. 

Invisible hand of God mengintervensi kekuasaan Ahok. Doa warga yang digusur dan dizolimi dijawab dengan kemenangan mutlak Anies-Sandi di Pilgub. 

Tanda-tanda alam seputar pilpres sudah berulang kali diperlihatkan. 

Api obor mati di tangan Jokowi, banyak bencana, dipatil udang, “lenticular cloud” membuka tahun 2018 di puncak Gunung Sumbing, letusan gunung, tsunami, luka hati Mahfud MD, dan terakhir kereta terguling dua hari setelah Jokowi merilis pencitraan naik kereta. 

Regarding a nation, Tuhan seringkali memperlihatkan kekuatan. 

Dua kali invasi Mongol tahun 1274 dan 1281 nyaris menghancurkan Kekaisaran Jepang completely. Angin taufan dan badai menyelamatkan Jepang dari amukan Kubilai Khan. Dari situ, asal mula istilah “Kamikaze” atau Divine Wind atau “Angin Surga”. 

In God’s Lila, orang fasik sering dimenangkan di awal. Sampai kejahatan dan kebohongannya tidak bisa lagi ditoleransi. 

Arogansi dan amukan Jepang sirna setelah pesawat bomber “Enola Gay” menjatuhkan Little Boy di Hirosima. 

Tanda-tanda itu semakin terang. Romi kena OTT KPK. Deddy Mizwar baru saja dipanggil KPK terkait Meikarta setelah dia rilis fitnah Prabowo dibacking Ormas Garis afiliasi ISIS. 

Pabrik polling terus-terusan mengabarkan false result. Mirip pernyataan victory Gamal Abdul Nasser. Prabowo-Sandi dihina, difitnah, dilecehkan tiada henti. Besar kepala dan terlena. Lupa akan rahasia illahi. 

*) Penulis adalah anggota Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

Artikel Asli

News Feed