Ternyata Ada Dua Merek Ponsel yang Paling Jarang Rusak

Sejak sekolah hingga kuliah, mencari dan memiliki banyak teman jadi sesuatu yang menyenangkan. Namun seiring dengan bertambahnya usia, jejeran orang tersebut satu per satu mulai hilang. Penyebabnya tentu beragam, mulai dri bekerja, pindah ke luar kota, atau sudah sibuk mengurus rumah tangga.

Memang sih, ini mungkin tak berlaku pada semua orang, karena teman seseorang justru bertambah ketika sudah lulus kuliah dan bekerja. Akan tetapi, jika dilihat dari hasil penelitian, pada rentang usia tertentu, kita akan sampai pada fase kehilangan teman, bahkan dia yang paling dekat sekalipun.

Hal ini diungkapkan oleh Aalto University School of Science di Finlandia. Dari hasil penelitian tersebut, konon kita akan kehilangan teman lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, yakni di usia 25 tahun. Lebih lanjut, para peneliti dari Departemen Psikologi Eksperimental ini mengatakan, lingkungan pertemanan seseorang diperkirakan akan terus bertumbuh hingga mereka mencapai usia 25 tahun. Tapi sayangnya, setelah usia 25 tahun, lingkaran pertemanan yang kita punya akan terus menerus mengecil, seperti dikutip dari Huffingtonpost.

Penyataan ini dikemukakan setelah para peneliti melakukan riset pada rekam jejak telepon dari 3,2 juta responden di salah satu operator di Eropa pada tahun 2007 silam. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan fakta bahwa rata-rata perempuan berumur 25 tahun menelepon 17,5 orang setiap bulannya. Sedangkan lelaki dengan umur yang sama, rata-rata mereka menelepon 19 orang tiap bulannya. Akan tetapi ketika mereka mencapai usia 39 tahun, angka ini menurun menjadi 15 untuk perempuan dan 12 untuk laki-laki.

Selanjutnya, para peneliti memperkirakan bahwa tingginya angka sebelum usia 25 tahun disebabkan oleh fase yang mereka sebut dengan ‘sosial sampling’ atau percobaan sosial. Akan tetapi, ketika kita kelak sudah mencapai usia 80 tahun, lingkaran pertemanan kita ternyata akan lebih stabil dengan 8 teman buat perempuan, dan 6 teman buat para lelaki.

“Individu-individu ini mengeksplorasi kesempatan (baik pertemanan maupun pasngan reporduksi) yang tersedia buat mereka sebelum memutuskan buat bersama dengan orang-orang yang dinilai paling optimal dan berharga”, tulis hasil studi tersebut.

Nah, meski angka dan hasil tersebut didapatkan dari hasil sebuah penelitian. Dengan objek penelitian dan waktu yang berbeda, bisa jadi hasilnya pun tak akan sama. Untuk itu, ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk tetap menjaga pertemanan.

Cari Tahu, Siapa yang Benar-benar Bisa Jadi Temanmu

Kita memang punya banyak teman, tapi tentu tak semuanya benar-benar menganggap kita sebagai teman. Untuk itu, perlu untuk mencari tahu. Siapa saja mereka yang memang benar-benar bisa diperjuangkan sebagai seorang kawan.

Maka, carilah mereka yang memang memberi dampak baik untuk hidupmu. Membatumu berkembang, mendorongmu untuk belajar, dan mereka yang selalu ada menemani masa-masa sulit kita. Orang-orang ini berharga dan memang pantas untuk dijadikan teman baik selamanya. Bukan untuk membeda-bedakan, tapi dengan tahu siapa yang layak jadi teman. Kita tak lagi membuang waktu untuk mereka yang sebenarnya tak sungguh-sungguh.

Lebih Responsif dengan Berusaha Selalu Ada Untuknya

Terkadang, teman-teman yang menghilang karena mereka merasa jika kita sudah berubah. Tak lagi seasyik dulu, sampai tak pernah ada waktu tiap kali mereka butuh. Nah, jika memang tak ingin kehilangan mereka, jangan sampai membuat mereka kehilangan percaya.

Upaya kita untuk merespon segala cerita serta hal lain yang ia butuhkan, jadi bukti jika mereka berarti untuk kita. Dengan begitu, mereka tahu bahwa ada usaha untuk tetap ada untuk mereka walau kadang hanya sekedar mendengar mereka bercerita dari ujung telepon genggam saja.

Karena Akan Semakin Jarang Bertemu, Tetap Jaga Komunikasi dengan Para Temanmu

Berkurangnya intensitas pertemuan, bisa membuat para teman berpikir jika kita tak lagi menganggap mereka sebagai teman. Itulah mengapa penting untuk tetap menjaga komunikasi. Bukan berarti mengiriminya pesan setiap hari, cukup meneleponnya jika merasa sudah terlalu lama tak bertegus sapa. Ini sudah lebih dari cukup untuk mereka.

Ini penting, apalagi jika kalian kini berada dan tinggal di kota berbeda. Dan ingat, melihat stories yang ia bagikan dan menekan tombol like di foto instagram tentu bukanlah bentuk komunikasi yang kami maksud. Kamu butuh bertanya kabar padanya, setidaknya mengirimi pesan secara personal.

Terbuka Tentang Apa Saja yang Mungkin Tak Berkenan di Hati Mereka

Masih tinggal di satu kota, masih sering bertemu untuk sekedar makan malam bersama. Problem lain yang justru datang, masing-masing kita sering duduk bersama tapi justru sibuk dengan masing-masing ponselnya. Selain terlihat sebagai perilaku yang kurang sopan, beberapa teman mungkin akan menganggap dirinya tak lagi penting untukmu.

Pada titik ini kita butuh saling terbuka. Teman yang berkata bahwa ia tak suka jika kita bermaiin handphone saat bersamanya, mungkin bisa dibalas dengan alasan yang memang benar. Sampaikan padanya, jika ada beberapa hal yang perlu dilakukan dari telepon genggam. Bahkan kalau perlu, izinlah terlebih dahulu. Dengan begitu ia tahu, jika ada sesuatu yang memang  menunggu untuk dikerjakan terlebih dahulu. Dalam pertemanan, komunikasi itu penting, termaksud tentang hal-hal yang mungkin tak bisa kita lakukan saat bersama dengan mereka.

Dan Jangan Pernah Gengsi untuk Bertanya Kabar Lebih Dulu

Walau sudah ada grup chat di whatsApp, bisa jadi kita hanya akan bersuara ketika ada hal-hal yang perlu saja. Selebihnya, masing-masing orang menunggu intruksi, menunggu ada yang bertanya kabar lebih dulu, hingga akhirnya grup sepi seperti tak berpenghuni. Nah, demi pertemanan yang tetal berjalan. Tak ada salahnya jika kita jadi pihak pertama yang sering bertanya pada mereka. Tak selalu ajakan-ajakan mewah atau hal besar lainnya, pesan macam “Ketemu yuk” saja bisa jadi sudah membuat mereka bahagia.

https://gobagi.com/ternyata-ada-dua-merek-ponsel-yang-paling-jarang-rusak/

News Feed