Tercyduk Menganiaya Haringga Sirla, Alasan Para Pelaku Begitu Tak Masuk Akal,

Pembunuh Haringga Sirla

Motifviral.com — FAKTA baru kasus pengeroyokan Haringga Sirla (23), The Jakmania Persija Jakarta hingga tewas di Stadion GBLA Bandung terungkap dalam acara 86 Net TV yang disiarkan Rabu (26/09) malam.

Ketua Tim Prabu 1 Polrestabes Bandung, Ipda Basar mengatakan Tim Prabu bergerak cepat usai mendapat laporan warga adanya pengeroyokan suporter hingga tewas.

Tak lama berselang seorang pemuda memakai jersey Persib menghampiri Tim Prabu dan menunjukkan video pengeroyokan Haringga.

“Ini pak saya punya bukti video pengeroyokan,” ujarnya.

“Ada tadi KTA dan stiker (The Jak). Saya hanya memvideo tidak ikut-ikutan,” imbuhnya.

Berawal dari video tersebut, Tim Prabu lantas menyisir lokasi untuk menangkap pelaku pengeroyokan. Tim Prabu menyisir lokasi dengan petunjuk bercak darah di badan warga.

Berbagai jawaban lucu diutarakan pelaku berusaha mengelak dan berbohong ke petugas.
– Kena Pagar

Tim Prabu lantas mendapatkan laporan 1 pelaku ditangkap dan bisa menjadi petunjuk. Seorang remaja berbaju hitam dan berkumis tipis lalu diinterograsi.

Awalnya ia berbohong, jika ada darah di tangan dan kakinya.

“Kaki saya berdarah karena kena pagar. Tadi rusuh di situ,” ujarnya.

Tim lantas mendesak pria tersebut untuk mengaku sebagai pelaku pengeroyokan. Tim menyakini jika ia pelaku pengeroyokan dari video yang didapat.

“Kamu ikut mukul juga kan?,” tanya seorang anggota.

“Ngga pak. Kalau darah ini dari tangan saya pak,” jawabnya.

Namun pria tersebut tak bisa lagi mengelak ketika tim menunjukkan video pengeroyokan.

“Iya ikut pak,” jawabnya pasrah.
– Berdarah Waktu Mengiris Singkong

Tim Prabu selanjutnya mengamankan pelaku berjaket putih yang terdapat bercak darah di bagian bawahnya.

Anggota lantas menanyakan kenapa ada bercak darah di jaketnya. Pria tersebut lantas menjawab jika ia berdarah karena terkena pisau waktu mengiris singkong.

“Ini (berdarah) waktu di rumah, waktu mengiris singkong, terus kena pisau pak,” ujarnya.

Pria tersebut tetap mengelak melakukan pengeroyokan. Namun petugas memiliki bukti video dan pria tersebut pun tak bisa mengelak lagi.
– Berdarah Karena Minum

Petugas juga mengamankan seorang pria berjaket hijau. Pria tersebut diamankan lantaran terdapat bercak darah di sepatunya.

“Satu lagi nih, ada darah di kakinya,” ujar petugas.

“Kenapa ada darah di sepatu?,” tanya petugas.

Pria itu mengatakan darah sudah ada sejak ia berangkat ke GBLA.

“Darah ini sudah ada waktu berangkat,” jawabnya.

“Kamu tahu ada yang ribut?,” tanya petugas.

“Saya ngga tahu pak. Saya berangkat siang,” jawabnya.

“Saya tanya sekali lagi, ini darah apa?,” tanya petugas.

Pria itu lantas menjawab jika darah itu berasal dari hidung.

“Darah ini dari hidung. Lagi minum darahnya keluar,” jawabnya.

Petugas lalu mengamankan pria tersebut.
– Sempat Ganti Baju

Fakta baru kasus pengeroyokan Haringga Sirla (23), The Jakmania Persija Jakarta hingga tewas di Stadion GBLA Bandung terungkap dalam acara 86 Net TV yang disiarkan Rabu (26/09) malam.

Ketua Tim Prabu 1 Polrestabes Bandung, Ipda Basar mengatakan Tim Prabu bergerak cepat usai mendapat laporan warga adanya pengeroyokan suporter The Jakmania, Haringga Sirla hingga tewas.

Tim Prabu akhirnya mendapatkan petunjuk awal dari seorang bapak-bapak berkaos abu-abu celana pendek. Tim menginterograsi pria tersebut lantaran terdapat bercak darah di celananya.

“Itu darah semua itu,” ujar seorang anggota Tim Prabu.

“Saya hanya bantu saja pak. Saya tidak mukul,” ujarnya.

“Iya, tapi bisa menjadi saksi dulu pak. Tapi bapak jangan pernah membantah kalau itu darah,” pinta seorang tim Inafis.

“Siap pak,” jawabnya.

Tim Prabu lantas menemukan identitas korban.

“Tapi saya berharap kamu bisa nyebutin siapa (pelaku) di sekitar situ. Minimal satu saja,” ujar Tim Prabu.

“Wah saya ngga tahu kalau suruh sebutin. Ada yang pakai batu. Lalu saya lerai ‘sudah…sudah’,” ujarnya.

“Kita mengamati satu demi satu warga di sekitar celana dan sepatu ada bercak darah,” kata Ipda Basar.
– Pembakar KTA The Jakmania, Aditya Anggara pun terciduk.

“Kamu masuk jam berapa?” kata seorang anggota.

“Jam 9 tadi pak,” jawab Aditya.

Seorang perempuan menangis ketika Aditya diamankan. Ia berusaha terus memeluk Aditya. Diduga ia kekasihnya. Petugas Inafis perempuan pun berusaha menenangkan.

“Iya sudah sini sama saya,” ujar petugas.

Tim Prabu lantas meminta keterangan Aditya. “Berarti kamu tahu kejadiannya?,” tanya anggota.

“Iya saya tahu Pak,” jawab Aditya.

Awalnya Aditya mengelak jika ikut mengeroyok. “Nggak pak, saya cuma misahin,” ujarnya.

“Dia berkali-kali mengelak, tidak mengakui,” ujar Ipda Basar.

Petugas pun mendesak Aditya untuk mengakui lantaran aksinya sudah terekam video.

“Kamu mau jelasin apalagi. Dari pertama juga kami paling busa (mengeroyok),” kata petugas.

Perempuan yang menangis pun meminta Aditya untuk tidak dibawa ke kantor polisi. “Jangan dibawa kantor polisi,” pinta perempuan itu sembari menangis sesenggukan.

Petugas lantas menunjukkan video pengeroyokan ke Aditya dan perempuan tersebut. “Mana Ya Allah,” ujar perempuan itu.

“Ini. Pembunuh itu lakimu itu,” kata petugas.

Sebelum ditangkap, rupanya Aditya sudah mengganti pakaiannya. Saat pengeroyokan, Aditya terekam memakai kaos putih dan celana panjang. Saat ditangkap ia memakai jumper biru dongker dan celana pendek.

“Kalau saya ikutan pasti semua kena celana sama baju,” elak Aditya.

Ipda Basar mengatakan Aditya tidak bisa mengelak lagi ketika ditunjukkan video.

“Dia tidak mengakui karena merasa sudah mengganti baju dan celana dimana saat pengeroyokan tidak memakai baju dan celana tersebut,” ujarnya. (Dil)
(Sumber: Tribun Jateng)

Artikel Asli

News Feed