Tak Hanya Miftah, 4 Sosok Atlet Ini Juga Pernah Disuruh Copot Jilbab Jelang Pertandingan

Perhelatan Asian Para Games sedang berlangsung. Ada banyak sekali cabang pertandingan yang dilombakan untuk para disabilitas unjuk bakat pada dunia. Di salah satu cabang lomba ini, Blind Judo tepatnya, nama Miftahul Jannah sedang menjadi sorotan dan trending topik saat ini.

Bagaimana tidak, gadis asal Aceh ini menjadi viral karena menolak lepas hijab saat akan melaksanakan pertandingan. Aksinya ini malah sempat disebut sebagai diskriminasi terhadap perempuan berhijab, bahkan ada banyak sekali warganet yang mendukung dan bangga terhadap keputusan Miftah. Ternyata, bukan hanya Miftah saja, 4 atlet ini juga pernah mengalami hal serupa.

Miftahul Jannah rela didiskualifikasi dari Asian Para Games 2018

Miftahul Jannah Asian Para Games [Sumber gambar]

Dalam pertandingan Asian Para Games, Miftahul Jannah dijadwalkan bertanding di JIEXPO Kemayoran, kemarin (9/10). Ia akan melawan  judoka Mongolia, Oyun Gantulga di nomor -52 kg kategori low vision. Sebelum memasuki gelanggang, Miftah diminta untuk melepas hijab yang ia kenakan karena alasan keamanan. Perempuan asal Aceh ini menolak dan tetap keukeuh memakai jilbabnya. Meski sempat terjadi perundingan, akhirnya ia harus didiskualifikasi juga oleh wasit. Miftah sempat mengungkapkan kesedihannya karena sudah berlatih selama 10 bulan demi pertandingan tersebut –bahkan ia sempat mengalami cedera. Meski begitu, ia lebih memilih dicoret dari pertandingan dibandingkan harus melepas hijabnya.

Bocah SMP pilih mundur karena permasalahan lepas jilbab

Aulia [Sumber gambar]

Sebelum insiden yang menimpa Miftah, seorang siswi dari SMPIT Harapan Umat, Ngawi, Jawa Timur bernama Aulia harus telah dulu melepas mimpinya untuk mengikuti ajang karate se-Jawa Timur (2016) karena diminta melepaskan jilbabnya. Sebagai gantinya, para atlet menukar jilbab dengan penutup kepala yang lehernya terbuka. Merasa tak ingin menukar aurat dengan medali yang belum tentu jadi miliknya, Aulia meninggalkan arena pertandingan. Cerita ini kemudian dibagikan oleh gurunya di aman facebook dan menjadi viral. Banyak komentar netizen yang gregetan mengingat Aulia sendiri sudah berlatih siang malam demi mengikuti kejuaraan yang berakhir diskualifikasi.

Atlet Anggar AS diminta copot hijab saat pembuatan Id Card

Ibtihaj Muhammad [Sumber gambar]

Nasib yang sama dialami oleh Ibtihaj Muhammad ketika penyelenggaraan Festival South by Southwest di Austin, Texas, Amerika Serikat berlangsung. Ibtihaj yang merupakan atlet olimpiade Amerika ini diminta melepaskan hijabnya saat akan membuat Id Card. Hal tersebut jelas saja membuat ia protes dan mengadu kepada pihak berwajib. Akhirnya, insiden ini berakhir dengan pemecatan seorang tenaga sukarela dalam festival tersebut. Penyelenggara acara juga meminta maaf atas kelakuan petugasnya. Ibtihaj juga membuat sejarah dengan menjadi atlet wanita berhijab pertama yang mewakili AS di ajang Olimpiade.

Zeynep Akyuz, atlet Turki yang keluar dari kejuaraan Wushu Eropa

Zeynep Akyuz [Sumber gambar]

Pada tahun 2014 lalu, Turki memutuskan untuk menarik atletnya dari Turnamen Wushu Eropa. Hal tersebut karena penyelenggara turnamen melarang atlet yang mengenakan hijab ikut dalam perhelatan. Tahun sebelumnya, memori buruk juga menimpa Zeynep Akyuz, dirinya tidak mendapatkan nilai setelah tampil dengan alasan karena mengenakan penutup kepala alias jilbab. Pihak penyelenggara mengatakan bahwa busana Zeynep tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Demi membela budaya dan nilai keislaman tersebutlah, di tahun selanjutnya Turki keluar dari kejuaraan Wushu Eropa.

Amaiya Zafar, mundur dari kejuaraan tinju karena penyebab serupa

Amaiya Zafar [Sumber gambar]

Atlet tinju asa Minnesouta, Amaiya Zafar juga pernah mengalami hal serupa bahkan mungkin lebih buruk dari semua rekannya. Pada penyelenggaraan Sugar Bert Tournament di Kissimmee, Florida tahun 2016, ia diminta untuk melepas hijabnya saat akan bertanding. Sontak saja, hal tersebut ditolak mentah-mentah oleh Amaiya. Tak hanya persoalan hijab, ia juga diminta melepas penutup lengan panjang dan legging yang melapisi kostum yang ia kenakan. Karena hal tersebut Amaiya didiskualifikasi dan tidak bisa masuk arena pertandingan. Padahal, dirinya mengaku kalau latihan tersebut sudah ia lakukan dalam 2 tahun terakhir.

Nah, permasalahan di atas banyak dikecam sebagai diskriminasi terhadap para atlet berhijab. Walaupun, para penyelenggara juga ngotot menyebutkan alasan keamanan para atlet sendiri. Tapi, tetap saja salut untuk mereka yang tetap teguh pendirian yang mementingkan prinsip daripada sebuah medali –yang juga belum tentu dimenangkan.

Artikel Asli

News Feed