Selamat! Momo Geisha Melahirkan Bayi Perempuan

Apa yang bisa dilahirkan oleh teknologi, sangatlah bervariasi. Tak hanya untuk kemudahan kehidupan, tapi juga berpengaruh pada cara kita memulai hubungan. Munculnya aplikasi kencan macam Tinder, memang sukup memudahkan. Apalagi untuk mereka yang tak begitu berani untuk berkenalan pada lawan jenis.

Dapat diunduh dengan cuma-cuma, beberapa orang menggunakannya dengan berbagai macam alasan. Mulai dari mencari teman berbincang, pacar, hingga teman tidur hanya untuk semalam. Tak bisa disalahkan atau dibenarkan, apa yang para pengguna lakukan tetaplah jadi keputusan diri sendiri.

Tak Berniat Serius, Beberapa Orang Bermain Tinder Hanya Ingin Mengisi Kekosongan

Dari hasil survei Global Web Index tahun 2015 yang lalu, sebanyak 30% pengguna Tinder sudah berstatus menikah. Sedangkan 12% pengguna Tinder lainnya berstatus menjalani hubungan dengan seseorang atau pacaran. Dengan kata lain, apa yang mereka lakukan di Tinder hanyalah sesuatu yang bersifat sementara. Entah itu karena tak puas dengan pasangan atau hanya untuk mengisi kekosongan. Inilah sebabnya, jika kamu ingin mencoba memakai aplikasi semacam ini. Jangan pernah buru-buru mempercayai sepenuh hati.

Selama Tahu Batas Aturan dan Tak Merugikan Orang, Setiap Pengguna Bebas Melakukan Apapun yang Diinginkan

Setiap aplikasi yang kita miliki tentulah memiliki syarat dan ketentuan yang juga menjaga hal-hal yang bersifat privasi. Itulah sebannya, meski banyak disebut-sebut sebagai tempat pencari pasangan kencan semalam. Kamu tetap tak boleh berbuat sembarangan, perempuan atau laki-laki yang ingin kau dekati melalui chat di aplikasi kencan juga berhak menolak.

Benar memang, kamu bisa melakukan apa saja. Tapi dengan catatan tak ada orang yang kau rugikan dan tak ada pihak yang merasa dipaksakan.

Diakses Hanya Melalui Ponsel Pintar, Sebagian Hanya Mencari Teman Tidur untuk Semalam

Memanfaatkan teknologi yang memberikan kemudahan dengan akses yang tak terbatas. Secara instant setiap pengguna bisa mendekati seseorang hanya dalam beberapa jam. Berkenalan dengannya melalui fitur chat, hingga bertukar nomor telepon atau alamat untuk tahap yang lebih lanjut. Jika memang sama-sama suka dan setuju, beberapa kasus sering berakhir di ranjang untuk durasi yang hanya satu malam.

Tak perlu terheran-heran, karena cerita-cerita sepert ini rasanya sudah biasa bagi mereka yang memang doyan mencari pasangan seks di aplikasi-aplikasi kencan. Jika memang kedua belah pihak tak ada yang merasa tertekan, ya sah-sah saja.

Tapi Pada Beberapa Cerita Tertentu, Ada Pula yang Berakhir Hingga ke Pelaminan

Perkara jodoh memang sulit diterka. Dan Tinder boleh jadi salah satu wadah untuk  cerita-cerita manis atas pertemuan dua orang dalam era digital. Yap, karena selain label ‘negatif’ dari Tinder yang konon hanya dipakai untuk senang-senang. Beberapa pasangan justru berhasil bertemu dan saling sayang, hingga melenggang ke pelaminan. Nah, manis bukan?

Jadi, untuk kamu yang saat ini masih sendiri. Tak ada salahnya loh untuk mencoba menjajal aplikasi kencan macam Tinder. Karena tak ada yang tahu kan, dimana kita akan bertemu jodoh untuk teman hidup.

Mencari Pasangan Itu Gampang-gampang Susah, Tapi Tak Ada Salahnya Jika Ingin Menjajal Tinder untuk Mencarinya

Tak lari jodoh dikejar, tapi kalau kamu hanya diam. Bisa-bisa ia diambil orang. Bukan tak percaya jika setiap orang sudah memiliki jodoh masing-masing, tapi berupaya untuk mencari pun bukanlah sesuatu yang salah.

Bisa dimulai dengan melirik sekitar, melihat teman dari teman hingga mencoba berselancar di aplikasi kencan. Asal bisa mengontrol diri, lihai dalam melihat situasi dan jangan sampai terjebak pada orang-orang yang berniat buruk. Bukan tak mungkin kamu bisa bertemu dengan dia yang kamu tunggu-tunggu.

Artikel Asli

News Feed