Sekian Lama Menanti, Isyana Sarasvati-Rara Sekar Akhirnya Bisa Berkolaborasi

Masih lekat dalam ingatan saat dulu semasa di bangku kuliah, kamulah sosok yang tak pernah kehabisan ide untuk menjahiliku. Kamu satu-satunya teman di circle-ku yang mungkin masih diingat sebagai satu-satunya orang jahil. Banyak hal yang kamu lakukan sehingga tak jarang kami, sebagai temanmu, pernah merasa kesal.

Tapi bagaimanapun, rasanya justru kamu yang masih lekat dalam ingatan. Entah kenapa, masih jelas rasanya momen dimana kamu begitu ‘ringan’nya menjahili satu persatu temanmu. Hai teman, aku rindu dengan canda tawa dan kejahilanmu.

Selain Jahil, Kamu Selalu Pandai Meramaikan Suasana, Terima Kasih untuk Segala Canda Tawanya

Kamu seakan punya tutur kata yang khas dan bahasa yang kadang sukar dimengerti oleh sekelilingmu. Tapi kamu tak peduli, kita pun tak peduli. Justru karena ciri khas itu, kami dibuat tertawa olehmu. Sekalipun aku pernah marah dengan ulah dan kejahilanmu, tapi membayangkan kalau kamu tak ada di tengah-tengah pertemananku, pasti rasanya sepi. Suasana yang semula bisa dibilang gaduh menjadi hening seketika. Serasa ada yang kurang.

Selalu Ada Saja Hal yang Kamu Kerjakan, Salah Satunya, Hobi Mengusik Teman yang Ada di Sekitarmu

Teman yang jahil kadang bukan hanya pada ucapannya tapi juga dari tindakannya. Hal ini tak jarang membuatku merasa kesal. Termasuk jika kamu terus-terusan mengusik teman yang ada di sekitarmu. Bagaimanapun, sebenarnya kalau  kita tak berjumpa, jujur aku merindukan kejenakaanmu. Jika boleh kuungkapkan, rasanya kamu hebat sekali. Banyak tingkah dan sekalipun konyol, tetap saja bisa terus mendulang tawa untuk orang-orang di sekitar kita.

Ingat Tidak, Kita Sering Sekali Berdebat Ihwal Masalah Sepele

Banyak bicara juga menjadi karaktermu. Aku ingat sekali, kita sering tak sadar bahwa sifatmu itu bisa mengganggu orang di sekitarmu. Ingat tidak, saking kesalnya padamu, kita akhrinya pernah berdebat hanya karena masalah sepele. Untuk beberapa waktu, kita pun ‘marahan’, tak ada canda tawa diantara kita. Kamu diam tak menggubris pembicaraanku. Dan disitulah aku merasa benar-benar rindu padamu, kawan.

Sikap Anehmu ya Sebetulnya Memang Aneh, Tapi Tetap Mampu Membuatku Tertawa

Tindakannya yang kadang aneh dan tidak bisa kuterima menjadi hal yang biasa dilakukan olehmu. Namun, jauh dilubuk hatimu, aku tahu kamu sangat percaya diri dan tak memiliki rasa malu bahkan gengsi untuk melakukan suatu pekerjaan. Jadi sekalinya kamu bersikap aneh ada saja yang merasa terhibur atau bahkan dijadikan bahan hiburan.

Usil dan jahil jelas menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan darimu. Sering mengganggu teman waktu lagi santai, bahkan saat serius sekali pun. Usilnya ini memang bikin nyeselin tapi malah kalau dia tidak ada jadi kurang. Selain itu sikap jailnya bisa bikin orang lain ketawa. Terima kasih, kawanku. Bagaimana kabarmu sekarang?

 

 

Artikel Asli

News Feed