Sejak Presiden Jokowi Pariwisata Indonesia Tumbuh Pesat

Menteri Keuangan Sri Mulyani jelaskan pertumbuhan pariwisata Indonesia (foto: Facebook Sri Mulyani)

Motifviral.com – Sejak dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) pariwisata Indonesia berkembang begitu cepat. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani seminar Voyage to Indonesia menuju perhelatan tahunan IMF World Bank Group Rabu lalu.

“Sejak Presiden Joko Widodo menjabat pada tahun 2014, Indonesia telah mengalami pertumbuhan pesat dalam industri pariwisata,” tulis Sri Mulyani di akun Facebooknya pada Jumat (20/9/2018).

Pada kesempatan tersebut Sri Mulyani pun menjelaskan detail pekermbangannya. Pada tahun 2014, hanya ada 9,4 juta kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. “Pada 2017, jumlah itu telah meningkat hingga lebih dari 14 juta dan terus naik,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, sektor travel dan pariwisata Indonesia tumbuh sebesar 6,4 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,1 persen. Sektor ini juga telah menciptakan 12,2 juta pekerjaan pada tahun 2017 atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. Penciptaan lapangan kerja dari sektor pariwisata ini tercatat sebagai yang tertinggi ke-4 di dunia.

“Hal ini tentunya dianggap positif bagi pertumbuhan ekonomi, karena pariwisata mendorong investasi dan menghasilkan ribuan pekerjaan untuk pekerja dan bisnis lokal,” paparnya.

Mantan Dirut Bank Dunia itu juga menjelaskan upaya-upaya ini untuk terus memperbaiki peraturan berjalan seiring dengan percepatan proyek-proyek infrastruktur besar, khususnya perluasan dan pembangunan bandara dan jalan tol yang tersebar di seluruh negeri, dari Sabang di barat hingga Merauke di timur.

“Jadi, pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah bukan hobi, namun penting dilakukan untuk mengerek investasi, pariwisata yang pada jangka menengah akan dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia,” ungkapnya.

Industri pariwisata yang bisa labour intensive kata Sri Mulyani, maka akan menciptakan kemanusiaan yg adil dan beradab.

Meski demikian ia mengingatkan membangun industri pariwisata menjadi pekerjaan besar yang bukan hanya tugas Kementerian Pariwisata, dan bukan hanya berfokus kepada anggaran untuk Kementerian Pariwisata. Beberapa belanja APBN terkait public goods seperti infrastruktur, telekomunikasi, dan sekuriti akan menunjang keberhasilan pariwisata.

Artikel Asli

News Feed