Saya Tidak Berbakat Jadi Penjilat

Usai ‘BONGKAR’ Soal Freeport Dirinya Dipecat, Said Didu: Saya Tidak Berbakat Jadi Penjilat

(@saididu) December 28, 2018 Pernyataannya yang juga dibuatnya di Twitter ini menjawab komentar seseorang yang menilai dirinya tidak profesional dalam berbicara dan mengkritisi perusahaan negara.

Dua hari sebelumnya, tepatnya 26 Desember 2018, Said Didu membuat kultwit mengenai pembelian saham Freeport oleh PT Inalum.

Politisi, Warganet, Hingga mantan Presiden pun berkomentar.

@rockygerung: Mantap bro! Bisa buka bengkel las otak.

@archipelago0: Kata “TIDAK SEJALAN” menunjukan dan membuktikan..,bahwa IQ prof. @saididu bukan bagian dari IQ 200 SEKOLAM,makanya dibilang gak sejalan..

@Fahrihamzah: Bang @saididu adalah profesional yang sangat memenuhi kwalifasi bagi kemajuan perusahaan…beliau mantan Sekmen di @KemenBUMN …tapi dia dianggap musuh politik…saya sekali ibu Rini….kenapa kuping kalian tipis banget ya? 

@SBYudhoyono: Saya menaruh rasa hormat. Bapak Said Didu telah ambil risiko dgn “telling the truth”. Saya tahu iktikad Bapak baik. Tuhan, Allah SWT mencatatNya *SBY* 







Said Didu Dicopot dari Komisaris BUMN: Lebih baik kehilangan 100 jabatan daripada kehilangan 1 integritas


BUMN produsen batu bara, PT Bukit Asam Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang salah satu agendanya adalah merombak jajaran pengurus. Muhammad Said Didu yang sebelumnya duduk di jajaran komisaris akhirnya dicopot.

Pencopotan Said Didu dengan alasan sudah tidak sejalan dengan Menteri BUMN.



“Melalui RUPSLB PTBA hari ini 28 Desember 2018 saya diberhentikan sbg Komisaris PTBA dengan alasan bhw saya sudah TIDAK SEJALAN dg Pemegang saham,” kata Said Didu, Jumat (28/12), melalui akun twitternya.

“Baru kali ini pemberhentian komisaris BUMN (saya) menggunakan alasan TIDAK SEJALAN dg Menteri BUMN – bukan alasan kinerja – dan diumumkan dalam RUPSLB,” lanjut Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

Pencopotan Said Didu ini memang mendadak, selang satu hari dari kritik yang dilontarkan Said Didu terkait Freeport.

Selama ini, Said Didu dikenal kritis atas kebijakan-kebijakan pemerintah. Bahkan pada Kamis (27/12) dia menyampaikan rangkaian cuitan di akun twitter pribadinya (kultwit), terkait pembelian 51 persen saham PT Freeport Indonesia oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum.

Menurutnya, keputusan apapun yang dipilih oleh pemerintah terkait Freeport dipastikan akan menimbulkan kontroversi. Karena banyak variabel kebijakan yang multitafsir dan ada upaya politisasi langkah tersebut.

Bagi Said Didu, pencopotan ini tak ada apa-apanya. Karena lebih baik memegang integritas daripada harus jadi penjilat.

“Saya lebih baik kehilangan 100 jabatan daripada kehilangan 1 nilai integritas dan kemerdekaan bersuara,” kata Said Didu.

“Saya tidak punya

bakat jadi penjilat demi jabatan,” tegasnya.





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News







Artikel Asli