Sastrawan NH Dini Berpulang Karena Kecelakaan

Setiap kali mencintai, selalu saja ada rasa untuk memberikan seluruh yang kita punya untuk si dia. Rela melakukan apa saja demi membuat ia bahagia, hingga semua ruang hati isinya hanya dirinya seorang saja. Tapi apakah ini adalah cara mencintai yang benar? Bisa jadi iya, bisa jadi tidak.

Untuk beberapa kemungkinan yang mungkin tak kita inginkan. Mencintai seseorang dengan cara berlebihan tak pernah disarankan. Selain bisa membuatmu gila, jika ternyata si dia mendua. Mencintai pacar dengan porsi yang secukupnya jadi salah satu cara menjaga keseimbangan dan keselerasan hubungan.

Kadang Kala, Kamu Butuh Ruang untuk Sendiri

Secinta apapun kamu dengan pasangan, akan ada satu masa dimana kamu ingin sendiri. Menyepi dari segala hal, termaksud si dia yang kamu panggil kekasih. Sebab, pada kesendirian kamu mungkin bisa menemukan sesuatu yang sedang kamu cari.

Menyenangkan memang jika bisa terus bersama dengan sang pacar. Tapi, percayalah selalu bersama bukan jaminan untuk kebahagian. Karena biar bagaimana pun juga, hidupmu tak melulu tentang dia dan begitu pun sebaliknya. Lakukan dan tempatkan semua hal sesuai porsinya. Ingat, tak semua hal bisa kita gantungkan pada pasangan.

Agar Tak Terjebak dalam Masalah yang Terlalu Dramatis

Gambarannya begini, dia yang kamu cinta dengan besar sekali bisa saja melukai. Membuatmu kecewa dan sakit hati, hasilnya kamu pun terluka. Merasa tak dihargai, membuatmu bersedih dan bisa sampai mengurung diri dan hal-hal lain diluar kendali. Kalau bukan dia yang datang untuk menemui, kamu mungkin masih akan diam dan tak mau bangkit lagi.

Terlalu drama? Oh kawan, percaya atau tidak beberapa orang yang tadinya terlalu mencintai sang pacar, sering kali bertingkah kelewat wajar ketika mendapati pacarnya melakukan kesalahan. Dan bukan tak mungkin, jika hal-hal tersebut terlintas dipikiranmu juga. Maka jika kamu tak ingin terjebak dalam hal serupa, jangan terlalu cinta.

Biar Cinta Terus Tumbuh, Jarak dan Rindu Itu Perlu

Yap, merawan dan terus menjaga cinta di dalam hubungan. Bukan tentang seberapa sering kamu dan pasangan bertemu dan bersama. Kadang kala kita butuh jeda untuk bisa menumbuhkan kembali semua rasa penasaran dan bulir-bulir cinta seperti pertama kali berjumpa.

Pada momen berjauhan seperti itu, kamu mungkin akan sadar bahwa ketika sedang berjauhan ada rasa yang hilang dan perlu ditumbuhkan kembali melalui sebuah pertemuan. Sehingga, setiap kali ingin kembali berjumpa ada gairah yang sama hebatnya dengan momen jatuh hati pertama ketika bertemu dirinya.

Cobalah Buka Mata, Duniamu Tak Hanya Dirinya Saja

Tak perlu betindak bak malaikat untuk hidupnya dengan selalu berjaga setiap saat di sampingnya. Jadi tak ada aturan untukmu menicintai dirinya dengan cara yang berlebihan. Tunjukkan cinta dan sayang yang kamu punya, dengan cara yang biasa saja.

Sebab cinta yang benar, akan selalu terlihat istimewa walau kau tak selalu menunjukkannya dengan cara-cara yang berlebihan. Lagipula, pacarmu pun bisa mendadak merasa aneh dan risih ketika kamu bersikap terlalu berlebihan padanya. Untuk itu, daripada harus menjadikan ia sebagai pusat perhatian dari segala yang kamu miliki. Jauh lebih baik, lakoni hal lain yang lebih mumpuni. Hidupmu bukan tentang dia seorang saja.

Maka Jika Sewaktu-waktu Akan Berpisah, Hatimu Tak Sepenuhnya Hilang Bersamanya

Alasan lain yang perlu kamu ingat adalah kondisi hatimu ketika nanti dirinya pergi meninggalkanmu. Bayangkan jika dia yang sudah kamu cintai dengan seluruh jiwa dan raga, menyanyangi dengan segala kemampuan yang kamu punya. Tiba-tiba pergi begitu saja atau justru mendua dengan sosok lain yang dicintainya.

Sakit? Tentu saja. Berbagai macam pertanyaan pun mungkin buru-buru melenggang dalam isi kepala. Membuat diri bertanya-tanya tentang sebab dan kemungkinannya. Walau demikian, atas dasar cinta yang besar, kita justru menyalahkan diri sendiri. Kenapa bisa secintai itu pada dia yang sudah menyakiti hati. Maka jika tak ingin seperti ini, cintailah pacarmu dengan porsi yang secukupnya saja.

Artikel Asli

News Feed