Salahuddin Uno & Shalahuddin Al-Ayyubi, “Jika Terpilih, Sandiaga Mau Bahasa Arab Masuk Kurikulum Sekolah”

Salahuddin Uno & Shalahuddin Al-Ayyubi, “Jika Terpilih, Sandiaga Mau Bahasa Arab Masuk Kurikulum Sekolah”

ini. Semua spontanitas saja. Berdasarkan panduan hati, yang selalu jujur memberi arahan.

Mas Sandi masih muda, ganteng dan kaya. Saya tidak tahu, mana yang lebih kaya antara Shalahuddin Al Ayyubi dan Shalahuddin Uno. Yang pasti standar kaya antara beliau berdua berbeda, sesuai dengan benda dan zamannya.

Ganteng pun demikian, standar dan zamannya berbeda dan terpaut jauh. Makanya tidak usah dibandingkan. Tapi, yang pasti bahwa Mas Sandi ganteng itulah kenyataannya. Mungkin Mas Sandi adalah (Ca)Wapres paling ganteng yang pernah dan akan dimiliki Indonesia.

Kaya. Saya tidak tahu berapa kekayaan Mas Sandi. Yang pasti dia kaya. Sudah kaya, jauh sebelum keinginan dia untuk jadi Wapres terbetik di hati. Artinya, beliau adalah pekerja keras. Sebab, untuk menjadi kaya, selain faktor nasib, tapi syarat utamanya adalah kerja keras!

Mas Sandi kuat. Kuat secara karakter dan fisik. Kami yang banyak berusia lebih muda dari dia, sering kali terseok mengikuti agenda Mas Sandi. Bayangkan, dalam sehari harus berkegiatan di sepuluh tempat. Dan Mas Sandi terus bugar sementara kami banyak yang harus tepar 🙂

Jadi, kalau syarat untuk menjadi seorang pemimpin bangsa, adalah ganteng, kaya, kuat dan semangat, semuanya sudah ada pada seorang Sandi. Maka kemudian kita berharap agar Shalahuddin Uno melepaskan Indonesia dari penjajahan ekonomi hari ini, sebagai dulu Shalahuddin Al Ayyubi melepaskan Palestina dari penjajahan pasukan Salib.

Sandiaga bukan Shalahuddin Al Ayyubi. Tapi kami banyak berharap kepadanya, sebagaimana dulu orang-orang Palestina berharap kepada Shalahuddin Al Ayyubi. Sebab, sekali lagi kekeliruan saya menyebut Shalahuddin Al Ayyubi untuk Mas Sandi itu tidak hanya sekali, tapi beberapa kali. Jadi?

Semoga Allah ijabah.



Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno mendapat masukan dari guru di pondok pesantren, agar bahasa Arab menjadi salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah umum.

“Pondok pesantren punya peran besar dalam mencerdaskan bangsa. Di pondok pesantren ada pelajaran bahasa Arab, tetapi kenapa di sekolah umum hanya bahasa Inggris, bukan bahasa Arab. Kita ingin, selain bahasa Inggris ada bahasa Arab juga di sekolah,” kata salah satu guru pondok pesantren kepada Sandiaga di Malang, Kamis 6 Desember 2018.

Sandiaga diketahui sudah melakukan pertemuan dengan guru pondok pesantren, para kiai kampung, guru mengaji, hingga takmir masjid di sebuah hotel di Kota Malang. Pertemuan ini menggalang dukungan dan mendengarkan curahan hati para kiai kampung dan guru mengaji.







Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News







Artikel Asli