Rupiah Berakhir di Posisi 15.042 per Dolar AS, Efek Perang Dagang?

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Selasa ini. Investor asing melakukan aksi beli pada perdagangan di pagi ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (2/10/2018), IHSG menguat tipis 2,64 poin atau 0,04 persen ke posisi 5.947,25. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG masih menguat tipis 8,84 poin atau 0,15 persen ke posisi 5.953. Kemudian IHSG sempat bergerak di zona hijau tetapi naik tipis.

Indeks saham LQ45 naik 0,06 persen ke posisi 942,50. Sebagian besar indeks saham acuan menguat kecuali indeks saham Infobank15 melemah 0,14 persen.

Sebanyak 112 saham menghijau sehingga menahan pelemahan IHSG. Selain itu 56 saham melemah dan 128 saham diam di tempat. Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.954,43 dan terendah 5.941,21.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 17.513 kali dengan volume perdagangan 205,3 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 208,1 miliar.

Investor asing beli saham Rp 693 juta di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 14.890.

Sebagian besar sektor saham sama-sama menguat dan melemah. Sektor saham aneka industri naik 0,84 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar mendaki 0,58 persen dan sektor saham perkebunan menanjak 0,38 persen.

Selain itu, sektor saham infrastruktur melemah 0,15 persen, sektor saham barang konsumsi susut 0,02 persen dan sektor saham infrastruktur dasar merosot 0,11 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham AKPI naik 24,43 persen ke posisi Rp 1.095 per saham, saham CITY menanjak 24,41 persen ke posisi Rp 316 per saham, dan saham PNSE menguat 20,14 persen ke posisi Rp 835 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham ARTA merosot 9,52 persen ke posisi Rp 190 per saham, saham GOLD turun 10,53 persen ke posisi Rp 510 per saham, dan saham GMFI susut 6,38 persen ke posisi Rp 264 per saham.

Artikel Asli

News Feed