Rekor Baru, ‘Aquaman’ Didapuk Jadi Film DC yang Paling Menguntungkan

Runtutan sidang kasus ujaran kebencian yang menjerat Musisi Ahmad Dhani kembali digelar di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Dilaksanakan kemarin, Senin (07/01/2019) pihak Kejaksaaan membeberkan alasan menolak pembelaan Ahmad Dhani. Ya, Menurut Kejaksaan, pledoi ayah dari AL,EL, dan Dul tersebut, dianggap hanya memuat curhat alias curahan hati atau pendapat pribadi yang tak terkait pembuktian dakwaan.

Karena penolakan tersebut, penuntut umum memilih untuk tidak menanggapi lebih lanjut isi pembelaan Dhani, dan tetap pada tuntutan yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya.

“Kami menyatakan tetap pada tuntutan yang telah dibacakan pada persidangan 26 November 2018,” kata Jaksa Yanti dalam persidangan di Jakarta, Senin (7/1), seperti dikutip dari laman IDNTimes.

Dhani melalui pembelaannya yang dibacakan oleh sang pengacara, Hendarsam Marantoko, pada 26 November 2018 lalu, menilai tuntutan jaksa tidak dapat membuktikan dampak rill yang terjadi akibat cuitan kliennya.

Namun, seperti dilansir kantor berita Antara, dalam dokumen replik, penuntut umum menyoroti adanya kemungkinan cuitan Dhani dapat memicu kerugian pada pihak lain.

“Kebebasan pendapat yang disalahgunakan dengan ujaran kebencian dapat mengakibatkan kebencian kolektif, yang mengakibatkan pengucilan, diskriminasi, kekerasan, hingga genosida,” sebut jaksa mengutip isi Surat Edaran Kepala Kepolisian Indonesia Nomor SE/6/IX/2015.

Jaksa menyatakan pihaknya tetap mengacu pada pasal yang didakwakan, pembuktian di persidangan, serta keterangan saksi dan para ahli. Dengan kata lain, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tetap menuntut Dhani dua tahun penjara. Karena dianggap telah melanggar Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016, tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Walau sejatinya, Dhani telah mengajukan penolakan melalui pengacaranya akan mengajukan duplik atau tanggapan terdakwa, untuk menanggapi penolakan jaksa terhadap isi pembelaan yang diajukan dalam persidangan tersebut.

Ketua tim pengacara Dhani, Hendarsam Marantoko mengatakan pihaknya merasa perlu menyampaikan sikap terhadap penolakan jaksa. Dalam kesempatan persidangan itu, dirinya juga meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Ratmoho, agar  memberi kesempatan pada pihak pengacara selama satu minggu, guna menyusun dokumen duplik. Selanjutnya, sidang berikutnya yang berisi agenda pembacaan duplik akan dilanjutkan pada 14 Januari 2019 mendatang.

Artikel Asli

News Feed