‘Pring Petuk’, Bambu yang Dipercaya Dihuni Makhluk Halus & Bikin Kaya tapi Sangat Sulit Didapat 😨

Menurutnya untuk memiliki Pring Petuk dibutuhkan keberanian, wiridan serta kemampuan mata batin yang mumpuni. Pring Petuk terbilang langka sehingga tidak banyak orang memilikinya.

“Jarang mas meskipun wujudnya hanya sebuah pring atau bambu. Karena sebagian orang ada yang menyakini Pring Petuk tersebut seperti sebuah pusaka. Bahkan ada yang dijual-belikan dengan harga puluhan hingga ratusan juta,” tambah Soemarto.

Kolektor Pring Petok, Soemarto/Kolektor Pring Petok, Soemarto/ Foto: Suparno


Banyak kalangan masyarakat yang memburu benda tersebut, karena diyakini memiliki khasiat dan seribu manfaat yang menguntungkan. Seperti mengundang rezeki, penglaris atau apa saja yang menguntungkan bagi pemiliknya.

“Sebagian masyarakat ada yang memiliki kepercayaan seperti itu. Karena pring petuk tercipta dari alam, pemiliknya bisa memiliki kharisma yang luar biasa. Kalau kami yang memiliki beraneka macam dan keunikan pring ini hanya untuk koleksi,” terang Soemarto.

Mantan Kades Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo mengaku memiliki puluhan Pring Petuk. Ia sengaja mengoleksi bambu-bambu langka tersebut karena hobi. Bahkan ada bambu yang sudah berumur ratusan tahun.



“Koleksi Pring Petuk ini bagi kami hanya kesukaan atau hobi. Kami memiliki puluhan jenis keunikan dari batang pring atau bambu yang dianggap sebagian orang memiliki khasiat,” ucapnya.

Seluruh koleksi Bambu Petuk miliknya itu digunakan untuk hiburan. Kalau saya enggak tidur, saya pasti pegang ini, bikin tenang. Bahkan salah satu koleksi miliknya itu, konon dapat mengusir hewan buas seperti macan. Benda tersebut dia dapat pada saat masih muda ketika bekerja menjaga hutan.

Dari puluhan koleksinya, bambu yang memiliki keunikan dan khasiat. Di antaranya, Patel Lele Klabang Sajuto ,Patel Lele Klabang Sewu, Patel Lele Camplang Tiga, Pring Petuk, Pring Pecah Tiga, Pecah dua, dan Patel lele Kembar Manten.

“Antara percaya atau tidak percaya tergantung orang yang menyakini. Yang jelas ini hanya sebatang ranting pring atau bambu yang tercipta secara alam. Apapun itu semua kembali ke masing-masing orang yang memutuskan dan kembali ke sang yang Maha Pencipta, kalau kami hanya koleksi saja,” pungkas Soemarto.
(sun/fat)


Misteri Bambu Petuk Yang Menyesatkan

Bagi yang belum tahu jangan berani-berani mencobanya untuk ikut berburu bambu petuk, karena jika tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan yang cukup, dan hanya mengandalkan hawa nafsu belaka, bersiap-siaplah untuk terjebak dalam kebodohan yang panjang, dan bersiaplah uang dan harta anda akan terkuras untuk mengurusi benda bodoh ini.

Baiklah agar para pembaca tidak berkepanjangan dalam kebodohan memburu bambu petuk, simaklah baik-baik tulisan dari kami berikut :

Bambu petuk atau dalam bahasa jawa disebut juga pring papag, merupakan bamboo yang pertumbuhannya tidak normal, ruasnya yang pada bambu pada umumnya adalah selalu mengarah/menghadap keatas, tapi untuk bambu petuk ruasnya salah satunya atau lebih saling berhadapan, dan konon menurut cerita yang berhembus, bambu petuk tersebut jika benar-benar asli dapat berkhasiat sebagai penglaris dagangan, dan untuk meraih jabatan, dan konon harga bambu petuk tersebut jika asli mencapai sekitar Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta, tapi demi ALLAH sampai detik ini kami (penulis) belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri bambu petuk yang asli, yang ada dan beredar saat ini adalah 100 persen bambu petuk palsu atau buatan tangan, yang disalah gunakan untuk meraih keuntungan sesaat, dan celakanya banyak dari kalangan kita yang terbodohi dengan bambu petuk palsu tersebut, celakanya lagi korbannya adalah orang-orang yang berpendidikan sangat tinggi tetapi kontrol logikanya sangat rendah, yang kami lihat dan merasa sangat prihatin adalah ada kalangan guru, pejabat pemerintah, anggauta DPR, bahkan seorang ustadz atau kyai yang seharusnya memiliki kecerdasan rohani yang tinggi malah ikut larut dalam perburuan bambo petuk yang tidak jelas.



Agar para pembaca dapat melihat bambu petuk palsu yang banyak beredar, kami menyimpulkan dengan dua kategori yaitu :

Yang berupa bambu sambungan (di Lem) lihat Foto atau gambar paling atas, sekilas orang yang awam akan beranggapan bahwa bambu tersebut adalah petuk asli, tapi coba perhatikan ruas bagian atas dan bawah akan terlihat berbeda, sambungan terdapat pada ruas bagian atas, karena disetiap ruas pasti ada bagian bambu yang menggelembung dan melingkar, tetapi coba lihat baik-baik bagian yang menggelembung Cuma terdapat dibawah sedang diatasnya dekat ruas tampak rata, atau tidak simetris, karena bambu keatas malah cenderung meruncing, jika ada pembaca yang menemui bambu seperti gambar pertama diatas dapat dipastikan bahwa 1000 persen adalah palsu, coba saja congkel dengan obeng bagian yang tidak ada gelembungnya pasti akan terlepas dengan mudah.

Bambu yang diukir (seperti gambar bawah) untuk mengelabui banyak orang bamboo yang ruasnya keatas, dikeret/diukir dengan membuat ruas baru dan dihadapkan kebawah biar ruasnya berhadapan biar dikira bambu petuk asli.

Oleh karena itu janganlah kita mudah dibodohi oleh suatu fenomena apapun, karena kenyataanya bukan Cuma bambu petuk tapi masih banyak lagi sarana-sarana yang menyesatkan dan membodohi kita seperti : rantai babi, wesi kuning, klenting mungil dan lain-lainnya, Seharusnya kita sebagai orang yang beriman jangan mudah begitu saja terjebak didalamnya. Karena pada kenyataannya seperti yang penulis alami selama tiga tahun bergelut dan mempelajari barang-barang tersebut seperti bambu petuk, rantai babi dan lain-lain semuanya ternyata hanya omong kosong dan seperti orang yang kurang kerjaan, dan syukur selama penulis menggeluti fenomena tersebut diatas tidak sepeserpun uang yang keluar.

Dan setelah kami melihat di internet yang menampilkan bambu petuk, dapat disimpulkan, bahwa semua jenis bambu petuk tersebut sudah pernah kami lihat, dan kategori kepalsuannya jelas sekali, seperti sambungan, ukiran dan lain-lain, dan celakanya konon para pemilik bambu petuk tersebut membumbui cerita-cerita bohong dibelakang bambu petuk tersebut seperti dapat wangsit, dapat dari bertapa, dikasih orang sakti, dan lain-lain supaya memikat calon pembeli (korban kebohongan dan kebodohan), dan celakanya sebagian besar masyarakat kita dengan mudah termakan oleh cerita-cerita konyol dan bodoh yang melingkupi bambu petuk palsu tersebut, tidak perduli ia berpendidikan tinggi, pejabat tinggi, anggauta DPR, guru dan lain-lain, karena kami melihat dan menyaksikan sendiri mereka (kalangan berpendidikan) sangat mempercayai, sehingga mau saja membeli dan memelihara bambu petuk palsu tersebut, kami melihat dengan mata kepala sendiri kebodohan dan kekonyolan dalam memperlakukan bambu petuk yang jelas-jelas palsu dengan sangat berlebihan, seperti setiap malam jum`at kliwon dikasih bunga telon dan lain-lain ritual yang penuh kebodohan dan mengandung syirik.

Demi ALLAH yang jiwa kami berada dalam genggamannya, tolonglah dan segeralah sadar dari jerat kebodohan dan kenistaan, dan buang jauh-jauh semua benda-benda yang konon kabarnya mengandung kekuatan ghaib, seperti bambu petuk, batu cukur, rantai babi, merah delima dan benda bodoh lainnya, segeralah mengurusi masalah bangsa kita, seperti kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan dalam tekhnologi, karena Demi ALLAH Nabi Muhammad SAW pun tidak diberi pengetahuan hal-hal yang ghaib oleh ALLAH SWT, apalagi kita manusia biasa yang penuh dosa, percayalah mereka (dukun-dukun pemilik barang ghaib) itu hanya mengandalkan prasangka yang sangat jauh dari sempurna dan hawa nafsu dalam menerka perkara-perkara yang ghaib, yakinlah bahwa hanya ALLAH SWT lah penguasa sesuatu yang ghaib.



Pesan penulis selalu gunakanlah Logika dengan dasar Al-Qur`an dan Hadits (untuk yang muslim), untuk menghadapi setiap persoalan didunia, jangan sekali-kali menggunakan prasangka dan hawa nafsu, karena iblis ada didalamnya.

Barangkali ada pertanyaan dan tanggapan seputar tulisan diatas kirim saja lewat e-mail, mudah-mudahan akan penulis tanggapi semampunya.

https://www.ayojalanterus.com/2019/07/pring-petuk-bambu-yang-dipercaya-dihuni.html

News Feed