Presiden dan Ibu Negara Jalan Sehat Santri di Sidoarjo

(Foto : Istimewa)

INFONAWACITA – Mengawali hari kedua kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Timur, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri acara Kirab dan Jalan Sehat Sahabat Santri yang diadakan oleh Nahdlatul Ulama (NU). Acara bertema “1 Juta Santri” ini dipusatkan di Alun-Alun Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (28/10/18).

Presiden tampak mengenakan baju koko warna putih, sarung warna cokelat kehijauan, lengkap dengan peci hitam. Sementara Ibu Iriana mengenakan kerudung dan kemeja putih dengan celana panjang warna krem. Kepala Negara secara simbolis memulai acara kirab dan jalan sehat ini dengan mengangkat bendera kotak-kotak hitam dan putih.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pelepasan kirab dan jalan sehat 1 juta santri saya nyatakan diberangkatkan,” kata Presiden.

Sesaat setelah bendera dinaikkan, para santri pun mulai berjalan, diiringi lagu “Ya Lal Wathon”. Para santri ini kemudian akan berjalan mulai dari Alun-alun Sidoarjo dan berakhir di Parkir Timur GOR Delta Sidoarjo.

Untuk diketahui, acara kirab dan jalan sehat yang digelar Pengurus Wilayah NU Jawa Timur ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober.

Ajak Pemuda Bergandeng Tangan Majukan Indonesia

Di Hari Sumpah Pemuda, Presiden Joko Widodo mengingatkan kembali soal ikrar yang diucapkan para pemuda Indonesia tepat 90 tahun yang lalu. Saat itu, para pemuda menegaskan semangat terhadap cita-cita Indonesia yang merdeka. Ikrar tersebut menjadi tonggak awal bagi pergerakan kemerdekaan Indonesia di masa mendatang.

“Bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Berbahasa satu, bahasa Indonesia. Itu yang selalu kita ingatkan,” kata Presiden di Pendopo Kabupaten Sidoarjo pada Minggu, (28/10/18).

Presiden berharap agar semangat para pemuda itu terus tertanam di jiwa para pemuda Indonesia masa kini. Maka itu, Kepala Negara mengajak para pemuda untuk bergandeng tangan memajukan Indonesia dengan semangat yang sama seperti para pemuda yang berikrar dalam Kongres Pemuda II tahun 1928 lampau.

“Kita, utamanya para pemuda, harus bergandengan tangan, bersatu, untuk menggerakkan Indonesia sekarang maupun yang akan datang. Karena di tangan pemuda lah negara ini akan maju,” ucapnya.

Presiden merasa optimistis melihat gerak dan kreativitas para pemuda Indonesia. Ia menyebut bahwa mereka nantinya mampu membawa negara ini berkompetisi dan memenangkan persaingan.

“Dengan catatan, pembangunan sumber daya manusia itu diberikan prioritas. Digarap secara maksimal sehingga yang namanya bonus demografi di 2020-2030 itu betul-betul memberikan dampak yang signifikan terhadap setiap derap dan gerak pemuda dalam rangka memajukan negara ini, membawa Indonesia maju,” imbuhnya.

Artikel Asli

News Feed