Presenter Augie Fantinus, Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya Sejak Jumat Lalu

Pada salah satu cabang olahraga dari ajang Asian Para Games yang berlangsung beberapa waktu lalu. Presenter Augie Fantinus, mengunggah satu video yang kemudian menyeretnya ke ranah hukum. Yap, Augie ditetapkan sebagai tersangka setelah dirinya mengunggah satu video yang menyebut bahwa anggota Polisi yang berada disana menjadi calo untuk tiket cabang olahraga basket, di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

Memalukan!!! Ini hari pertama gua ke GBK untuk support Timnas Basket Kursi Roda INDONESIA @jakartaswift.basketball di @asianpg2018….Bangga senang terharu sama antusias penonton yang penuh FULL HOUSE di lapangan basket senayan,” Tulis Augie sebagai keterangan video tersebut.

Lebih lanjut, ia juga kembali menuturkan “Bahkan gue pun beli tiket bersama coach @hermanto1978 dan ngantri panjang untuk masuk ke dalam lapangan. Tapi gue kecewa dan emosi dengan kejadian ini! Polisi yang seharusnya tugas menjaga dan melayani masyarakat justru oknum polisi jadi calo. Ini Oknum! Pantaskah! Biar masyarakat yang menilai. Saya melakukan ini karena saya cinta Indonesia,” 

Akan tetapi, rupaya informasi yang disebarkan oleh Augie adalah sesuatu yang tak benar dan keliru. Dilansir dari tribunnews.com, Kombes Argo Yuwono, selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa polisi yang disebutkan tadi bukan sedang menjadi calo atau menjual tiket pada pagelaran tersebut. Sebaliknya, mereka memang bertugas di area basket dan sedang membantu refund tiket milik SD Tarakanita 5.

Atas perbuatannya tersebut, Augie dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal 28 ayat (2) UU ITE berbunyi: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)” Sementara Pasal 45A ayat 2 berbunyi: “Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”. 

Sampai ini dituliskan, baik Augie atau istrinya belum mau berkomentar atas apa yang dilakukannya tersebut.

 

 

 

 

 

 

Artikel Asli

News Feed