Prananda Paloh Klaim “Swiss” Sumbar Hasil Kerja Jokowi, Ini Jawaban Pedas Putra Minang

Prananda Paloh Klaim “Swiss” Sumbar Hasil Kerja Jokowi, Ini Jawaban Pedas Putra Minang

Artikel Terbaru :


  Ayo  Jalan Terus !  – Politisi Partai Nasdem yang juga anak dari Surya Paloh,  Prananda Paloh mengklaim bahwa pembangunan Kelok Sembilan Sumatera Barat adalah keberhasilan Jokowi.




“Ini bukan Swiss tapi Kelok Sembilan Sumatera Barat. Infrastruktur adalah Jokowi,”  kata Prananda pada Sabtu (2/2/2019).

Perkataan Prananda tersebut mendapatkan respons dari putra Minang bernama Setiawan Budi.

Berikut pernyataan lengkapnya:

Prananda Paloh..

Bro..sebagai putra Minang, saya tersanjung atas klaim dirimu. Mahakarya itu benar2 membuat dirimu takjub ya ..

Datang bro ke Sumatera barat, tepatnya di kabupaten 50 kota, Payakumbuh. Kilometer 20 dari kota Payakumbuh .

Jika dirimu tidak ada yang memandu atau membutuhkan guide untuk menceritakan bagaimana awalnya pembangunan kelok 9 itu terjadi, dan siapa saja tokoh yang terlibat di dalamnya. Saya siap memberikan jasa pada dirimu…gratis !!

Bro..

Saat jembatan ini di bangun, kemungkinan Jokowi sedang membaca komik kopingho, dan saat jembatan ini di resmikan, Jokowi mu itu lagi kaget-kagetnya melihat kemegahan Jakarta dengan gedung tingginya.

Memang dirimu gak menyebutkan infrastruktur ini di bangun Jokowi, tapi tetep aja numpang nama di sini kalau menuliskan nama die.

Sebagai putra Minang, …ora sudi jika kelok 9 ini di kaitkan dengan nama Jokowi.

NEHI…!

bukan jokowi tapii….. 

Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan sejumlah infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Provinsi Sumatera Barat bersamaan dengan acara puncak Hari Pangan Sedunia ke-33 tahun 2013. Salah satu yang diresmikan adalah proyek jembatan Kelok 9. 

SBY mengaku bangga terhadap infrastuktur jembatan kelok 9 yang megah dan indah. Dia pun mengatakan, jembatan kelok 9 merupakan ikon konstruksi yang monumental.


“Kemarin saya tinjau Jembatan Kelok 9 yang kokoh, megah dan indah, hasil karya anak bangsa yang membanggakan, bagi yang belum lihat langsung, datanglah. Saya percaya akan menambah rasa bangga terhadap Indonesia. Sebuah ikon konstruksi yang monumental,” tutur Presiden SBY dalam sambutannya di Padang, Kamis (31/10/2013).

Sehari sebelumnya, Presiden SBY didampingin Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 melakukan peninjaunan beberapa proyek infrastruktur di Sumatera, termasuk jembatan kelok 9.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, jembatan tersebut dirancang dan dibangun oleh putra-putri Indonesia dengan konsep green construction dan menggunakan produksi dalam negeri.

“Pembangunan Jembatan ini dilakukan dengan pendekatan green construction mengingat jembatan ini terletak di kawasan Suaka Alam yaitu di wilayah lembah dan pengunungan Bukit Barisan. Jembatan Kelok 9 dibangun karena kondisi jalan tersebut sebelumnya sangat sempit dengan radius tikungan yang sangat kecil sehingga tidak lagi mampu mengakomodasi kendaraan-kendaraan besar,” papar Djoko.

Djoko menjelaskan, pekerjaan jembatan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada tahun 2003 – 2011 dengan membangun empat buah jembatan yaitu jembatan nomor 3, 4, 5 dan 6 sepanjang 699 Meter, sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada tahun 2012–2013 dengan membangun dua jembatan yaitu jembatan nomor 1 dan 2 sepanjang 244 Meter.

“Jembatan Kelok 9 terdiri dari 6 jembatan dengan panjang total 943 Meter dan jalan penghubung sepanjang 2.089 Meter dibangun dengan biaya keseluruhan Rp. 602,55 milyar,” tutur Djoko. 

Khusus yang berada di kawasan suaka alam pembangunannya dilakukan melalui persetujuan Menteri Kehutanan, dengan beberapa persyaratan terkait pengembalian ke kondisi awal serta pemeliharaan semasa konstruksi dan pasca konstruksi.

Sementara itu Menteri Koordinasi Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Kelok 9 menjadi sebuah kebutuhan mengingat jalur Padang – Dumai atau Bukittinggi – Pekanbaru sangat strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sebagaimana dinyatakan dalam pertemuan IMS – GT (Indonesia – Malaysia – Singapura Growth Triangle). 

Seiring laju pertumbuhan lalu lintas dari Bukittinggi – Pekanbaru, yang sudah mencapai ± 6% pertahun dengan rata – rata 7.900 kendaraan perhari, kata Hatta, peningkatan kapasitas jalan pada ruas tersebut menjadi sebuah kebutuhan, disamping untuk mengurangi waktu tempuh. 

Selain Jembatan Kelok 9, beberapa proyek yang diresmikan adalah pembangunan Intake dan Jaringan Transmisi Air Baku Batang Karimo di Kabupaten Sijunjung, 3 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ibukota kecamatan (IKK) (SPAM IKK Sarilamak di Kab. Limapuluh Kota, SPAM IKK Limau Manis (UNAND) di Kota Padang, dan SPAM IKK Inderapura di Kab. Pesisir Selatan) serta TPA Regional Payakumbuh dan Istana Pagaruyung (disini Kementerian PU ikut membangun Ruang Terbuka Hijau).



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News







Artikel Asli

News Feed