Pernah Diduga Plagiat, Afi Nihaya Kini Kembali ‘Berkoar’ Tentang Atlet Miftahul Jannah

Pembaca Boombastis.com semua tentu mengenal sosok Afi Nihaya Faradisa yang dulunya sempat viral karena beberapa tulisannya yang ada di facebook. Banyak orang yang kagum dengan cara menulis Afi yang –bisa dikatakan tidak sesuai dengan usianya yang masih belia. Salah satu tulisan yang viral adalah ‘Belas Kasih dalam Agama Kita’ pada 2017 lalu.

Cara Afi menuangkan pendapat dan mengungkapkan keresahannya terhadap polemik yang sedang terjadi dirangkai dengan cerdas dalam tulisan tersebut. Namun, masalah terjadi saat ternyata ada tulisan sama ‘plek’ dengannya miliki Mita Handayani yang sudah diposting di tahun 2016. Setelah lama menghilang, kini ia kembali ‘berkoar’ terkait judoka Miftahun Jannah yang sedang ramai diperbincangkan publik. Beginilah rekam jejak Afi dan tulisan-tulisannya.

Tuduhan plagiarisme yang pernah ia alami

Afi Nihaya Faradisa [Sumber gambar]

Tulisan ‘Belas Kasih dalam Agama Kita’ ini singgah pada tanggal  25 Mei 2017 lalu. Karena tulisan tersebut ia mendapatkan pujian sekaligus hujatan setelahnya. Afi disebut copy paste tulisan Mita Handayani yang sudah ada setahun sebelumnya. Ketika diwawancarai oleh tim Sapa Indonesia Pagi, Afi mengatakan bahwa dirinya memang sejak lama menulis di akun facebook yang sudah di-take down. Sementara itu, dari pihak Mita sendiri yang sudah menulis lebih lama dari Afi tak ada konfirmasi sama sekali.

Disebut netizen menjiplak video curhatan Amanda Todd

Afi dan Amanda [Sumber gambar]

Saat dirinya dibicarakan oleh berbagai pihak, Afi membuat sebuah video yang berisi curhatan. Curhat ini pernah dibahas Boombastis dalam artikel Video Curhat Afi Nihaya dalam Bahasa Inggris Ini Lagi-lagi Diduga Plagiasi. Anehnya, video berbahasa Inggris berdurasi 4.51 menit tersebut malah membuat jari netizen semakin gatal dan lagi-lagi membully Afi. Ya, terlepas dari aksen Afi dalam melafalkan kata demi kata, netizen malah fokus di beberapa kalimat awalnya yang diduga juga meniru speech seorang perempuan bernama Amanda Todd. Keduanya membicarakan hal yang sama, yaitu bullying yang bisa membuat seseorang bisa mengakhiri hidupnya. Jika kamu mendengarkan dengan seksama beberapa kata umpatan yang dilontarkan oleh Afi juga hampir mirip dengan yang dicurhatkan oleh Amanda.

Muncul lagi untuk berkoar masalah Miftahul Jannah

Pendapat Afi terkait Miftahul Jannah [Sumber gambar]

Saat ini, topik yang paling hangat dibicarakan adalah sosok Miftahul Jannah, atlet blind judo yang batal tanding karena mempertahankan prinsipnya tidak mau melepas hijab yang ia kenakan. Miftah yang sebenarnya sudah tau aturan tersebut mengatakan bahwa ia ingin mendobrak tradisi, mengingat International Judo Federation (IJF) yang melarang pemakaian tutup kepala, dalam hal ini termasuk jilbab. Melalui laman facebook pribadinya, Afi kembali berkoar dalam delapan poin yang mengutarakan unek-uneknya untuk Miftah. Dirinya sangat menyayangkan bahwa ‘kalau sudah tahu sejak awal kenapa masih ngotot dan memilih maju?’ Hal tersebut malah membuat Indonesia rugi berkali lipat, baik dari segi peluang meraih medali, uang yang sudah dihabiskan, serta pandangan negara lain terhadap tanah air tercinta.

Afi dalam menghadapi haters

Tips menghadapi haters [Sumber gambar]

Tulisan Afi tentang Miftahul Jannah ini banyak mendapatkan respons netizen, mereka menganggap bahwa memang banyak sekali bahaya yang akan ditimbulkan dari hal tersebut. Semua komentar lovers dan haters juga Afi tanggapi satu persatu. Uniknya, setelah postingan tersebut, sosok yang kini menjadi Mahasiswa di Yogyakarta ini membagikan postingan tentang bagaimana ia menghadapi orang-orang yang menjadi hatersnya. Afi mengatakan bahwa sudah menjadi risiko jika orang yang terkenal itu kadang tidak disukai. Toh, terkenal adalah pilihannya sendiri, Afi memilih terkenal karena hanya dengan cara itu ia bisa menyuarakan semua keresahan-keresahan yang selama ini mungkin tak hanya dirasakan oleh dirinya saja, tetapi juga banyak orang. So, haters banyak gajadi masalah!

Yap, sosok Afi yang dulunya dihujat oleh semua orang sekarang sudah tumbuh menjadi lebih dewasa. Tapi, sebagai pembaca dan netizen yang baik, jika menemukan masalah seperti yang dilakukan Afi dulu ataupun Miftah sekarang jangan langsung dihujat mentah-mentah. Telaah-lah info secara keseluruhan, pastikan jika kamu tak hanya membaca potongannya saja lalu langsung memberi komentar negatif.

Artikel Asli

News Feed