Perkuat Bahan Ajar Informatika, Kominfo Dukung Kolaborasi PGRI-Siberkreasi

(Foto: .kominfo.go.id)

INFONAWACITA.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung kolaborasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dalam penyusunan bahan ajar informatika untuk siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Menteri Kominfo Rudiantara meminta kepada Tim PGRI maupun Siberkreasi ketika menyusun bahan ajar informatika, bisa memetakan titik fokusnya berdasarkan ekosistem TIK saat ini. Eksosistem yang dimaksud adalah DNA: device, network dan application.

“Jadi siswa bisa diarahkan apakah mau pada pembuatan komputer, atau menggunakan komputer dengan adanya nilai tambah, ataukah membuat konten dan aplikasinya,” saran Rudiantara saat menerima audiensi perwakilan guru penyusun buku informatika PGRI bersama Pokja Kurikulum Literasi Digital–Siberkreasi, di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (4/2/19).

Berpikir Kritis

Seperti dilansir dari kominfo.go.id, Menteri Kominfo mengharapkan konten dalam pelajaran informatika jangan sampai terlalu teknis. Namun bisa membangun berpikir kritis dalam koridor budaya, agama dan etika di Indonesia.

“Mata pelajaran informatika yang disusun untuk siswa SD, SMP dan SMA, perlu membangun kemampuan siswa untuk berpikir kritis (critical thinking). Perlu ada sentuhan filosofis, supaya siswa sejak dini juga memiliki kemampuan berpikir kritis dalam memilah dan memilih informasi, tidak hanya sebatas mampu menggunakan alat TIK saja,” ujarnya.

Audiensi ini tim penyusun bahan ajar dengan Menteri Kominfo merupakan tindaklanjut Peraturan Menteri Kemendikbud Nomor 37 Tahun 2018. Salah satu pokok Permendikbud itu memasukkan mata pelajaran informatika ke dalam pendidikan formal SMP dan SMA (dan yang sederajat).

Artikel Asli

News Feed