(perhatikan…) BAHAYA STYROFOAM

 

MotifViral
Berita Kocak Unik dan Menggelitik

sumber :http://www.forumkami.com/forum/cafe/6113-perhatikan-bahaya-styrofoam.html

 

Beberapa tahun lalu, Mc Donalds mengumumkan akan mengganti wadah
styrofoam dengan kertas. Para ahli lingkungan menyebutkan keputusan
itu sebagai ”kemenangan lingkungan” karena styrofoam sangat
berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Namun bukan berati styrofoam (polystyrene) jadi berkurang dan
hilang. Malahan di Indonesia, penggunaan styrofoam sebagai wadah
makanan makin menjamur. Sangat mudah menemukannya dimana-mana. Mulai
dari restoran cepat sampai ketukang-tukang makanan di pinggir jalan,
menggunakan bahan ini untuk membungkus makanan mereka. Alasannya,
ingin praktis dan tampil lebih baik. Padahal di balik kemasan yang
terlihat bersih itu ada bahaya besar yang mengancam.

Dalam industri, styrofoam sering digunakan sebagai bahan insulasi.
Bahan ini memang bisa menahan suhu, sehingga benda didalamnya tetap
dingin atau hangat. Karena bisa menahan suhu itulah, akhirnya banyak
yang menggunakannya sebagai gelas minuman dan wadah makanan.

Berbahaya Bagi Kesehatan
Mengapa styrofoam berbahaya? Styrofoam jadi berbahaya karena terbuat
dari butiran-butiran styrene, yang diprosese dengan menggunakan
benzana. Padahal benzana termasuk zat yang bisa menimbulkan banyak
penyakit.

 

Benjana bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid, mengganggu
sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak
jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi mudah
gelisah. Dibeberapa kasus, benzana bahkan bisa mengakibatkan hilang
kesadaran dan kematian. saat benzana termakan, dia akan masuk ke
sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang.
Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan timbullah penyakit
anemia. Efek lainnya, sistem imun akan berkurang sehingga kita mudah
terinfeksi. Pada wanita, zat ini berakibat buruk terhadap siklus
menstruasi dan mengancam kehamilan. Dan yang paling berbahaya, zat
ini bisa menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat.

Beberapa lembaga dunia seperti World Health Organization’ s
International Agency for Research on Cancer dan EPA (Enviromental
Protection Agency) styrofoam telah dikategorikan sebagai bahan
carsinogen(bahan penyebab kanker)

Semakin Berlemak Makin Cepat
Saat makanan atau minuman ada dalam wadah styrofoam, baham kimia
yang terkandung dalam styrofoam akan berpindah ke makanan.
Perpindahannya akan semakin cepat jika kadar lemak (fat) dalam suatu
makanan atau minuman makin tinggi. Selain itu, makanan yang
mengandung alkohol atau asam (seperti lemon tea) juga dapat
mempercepat laju perpindahan.

Penelitian juga membuktikan, bahwa semakin panas suatu makanan,
semakin cepat pula migrasi bahan kimia styrofoam ke dalam makanan.
Padahal di restoran-restoran siap saji dan di tukang-tukang makanan
di pinggir jalan, styrofoam digunakan untuk membungkus makanan yang
baru masak. Malahan ada gerai makanan cepat saji yang memanaskan
lagi makanan yang telah terbungkus styrofoam di dalam microwave.
Terbayang, kan, betapa banyaknya zat kimia yang pindah ke makanan
kita dan akhirnya masuk ke dalam tubuh kita.

Buruk Bagi Lingkungan
Selain berefek negatif bagi kesehatan, styrofoam juga tak ramah
lingkungan. Karena tidak bisa diuraikan oleh alam, styrofoam akan
menumpuk begitu saja dan mencemari lingkungan. Styrofoam yang
terbawa ke laut, akan dapat merusak ekosistem dan biota laut.

 

 

Beberapa perusahaan memang mendaur ulang styrofoam. Namun
sebenarnya, yang dilakukan hanya menghancurkan styrofoam lama,
membentuknya menjadi styrofoam baru dan menggunakannya kembali
menjadi wadah makanan dan minuman.

Proses pembuatan styrofoam juga bisa mencemari lingkungan. Data EPA
(Enviromental Protection Agency) di tahun 1986 menyebutkan, limbah
berbahaya yang dihasilkan dari proses pembuatan styrofoam sangat
banyak. Hal itu menyebabkan EPA mengategorikan proses pembuatan
styrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia.
Selain itu, proses pembuatan styrofoam menimbulkan bau yang tak
sedap-yang mengganggu pernapasan-dan melepaskan 57 zat berbahaya ke
udara.

Melihat sedemikian besar dampak negatif bagi kesehatan dan
lingkungan, beberapa kota di Amerika seperti Berkeley dan Ohio telah
melarang penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan. Bagaimana
dengan kita di Indonesia, masih tetap mau memakai styrofoam??

 

 

 

News Feed