Pembelaan Diri Erick Thohir, Dilema Republika dan Timses Jokowi-Ma’ruf

Pembelaan Diri Erick Thohir, Dilema Republika dan Timses Jokowi-Ma’ruf

di Indonesia dikuasai oleh kelompok-kelompok yang tidak bersimpati dengan Islam.

Banyak aktivis yang memilih menjadi wartawan Republika bukan sekedar bekerja, tapi merupakan pilihan idealis, untuk menyuarakan kepentingan umat.

Dengan latar belakang semacam itu, sudah jelas harus dimana posisi Republika. Sebaliknya dengan posisi sebagai ketua timses, Erick pasti harus membela Jokowi-Ma’ruf.

Aksi 212 meski bukan kegiatan politik, publik sudah mahfum kebanyakan yang hadir adalah penentang Jokowi. Mereka hadir berduyun-duyun, meminjam pernyataan Aa Gym, karena hatinya sakit dituding oleh rezim ini dan para pendukungnya sebagai kelompok radikal, kelompok intoleran, anti Pancasila, anti NKRI.

Karena itu media-media pendukung pemerintah, dalam bahasa Hersubeno Arief, melakukan black outdan framing. Kompas, Media Indonesia milik Surya Paloh, dan Koran Sindo milik Hary Tanoe membuang berita itu ke halaman dalam. Halaman pembuangan.

Sebaliknya Republika tidak mungkin melakukan itu. Erick mengalami perlawanan di dalam. Mereka tetap memberitakan di halaman depan. Republika juga memuat artikel foto-foto dalam jumlah cukup besar di halaman dalam.

Sikap Erick dan Republika ini bisa jadi persoalan buat media lain yang sudah telanjur diadili oleh publik. Mereka pasang badan, sementara Erick bermain dua kaki.

Kompas babak belur dihajar publik. Banyak yang berhenti berlangganan. Ada kabar sahamnya juga anjlok.

Karena itulah Erick harus buat penjelasan. Posisinya yang ambigu bisa bikin runyam media-media pendukung Jokowi-Ma’ruf.

The End.

Sumber: https://opiniindonesia.com/2018/12/06/pembelaan-diri-erick-thohir-pemilik-republika/





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News







Artikel Asli