Pembebasan Baasyir Jelas Manuver Politik, Gagal Dapat Simpati Rakyat

GELORA.CO – Pembebasan narapidana teroris (napiter) Abu Bakar Ba’asyir oleh pemerintah melalui pengacara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra sarat nuansa politis.

Demikian pendapat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kepada wartawan di gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Senin (20/1).

“Yang membebaskan kan pengacara TKN, jelas ini adalah satu manuver politik,” ujar Fadli.

Tak hanya itu, Fadli juga mempertanyakan narapidana lain yang senasib dengan Abu Bakar Ba’asyir namun tidak dibebaskan oleh pemerintah.

“Kita lihat banyak sekali para ulama yang justru dikriminalisasi seperti habib Rizieq statusnya sampai sekarang itu belum jelas,” tegasnya.

Fadli memandang upaya capres petahana untuk mendulang suara kelompok Islam dengan membebaskan Ba’asyir akan gagal.

“Jadi saya kira itu akan gagal kalau mau ingin mendapatkan simpati rakyat. Rakyat semakin cerdas bahwa Abu Bakar Ba’asyir secara hukum memang sudah dibebaskan sejak bulan Desember lalu,” terang Fadli yang juga wakil ketua DPR.[rmol]

Artikel Asli

News Feed