Panti Sosial Tresna Werdha Menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia? Ini Penjelasan Kemensos

Motifviral.com – Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia telah melaksanakan kegiatan pertemuan sosialisasi panti sosial Tresna Werdha menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia yang bertempat di hotel Salak Tower, Bogor.

Acara tersebut dihadiri 180 peserta dari pusat dan daerah yang terdiri dari perwakilan 34 Dinas Sosial provinsi, 34 Bappeda provinsi, perwakilan dari 72 panti sosial Tresna Werdha (lansia) milik pemerintah daerah di seluruh Indonesia, UPT dilingkungan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia serta peserta pusat dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia.

Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Andi Hanindito menjelaskan, 2018 merupakan tahun perubahan bagi lanjut usia, yang mana Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan pembagian tugas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakanan rehabilitasi sosial bagi lanjut usia.

“Didalam lampiran UU 23 Tahun 2014 dinyatakan bahwa rehabilitasi sosial lanjut usia di dalam panti maupun di luar panti dilakukan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota,” ujar Andi.

Oleh karena itu, Kementerian Sosial mengubah Panti Sosial Tresna Werdha menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, dimana sasaran lanjut usia yang di tangani oleh balai berbeda dengan yang ditangani oleh panti sosial lanjut usia milik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, seperti yang dilansir dari Kemsos.go.id 

TRANFORMASI REHABILITASI SOSIAL LANJUT USIA

“Transformasi atau perubahan panti sosial tresna werdha menjadi balai rehabilitasi sosial lanjut usia bukan hanya perubahan nomenklatur saja tetapi adanya perubahan tugas dan fungsi dalam memberikan layanan rehabilitasi kepada lanjut usia” jelas Andi.

Ia juga memaparkan, perubahan panti sosial tresna werdha menjadi balai rehabilitasi sosial lanjut usia harus di dukung kesiapan anggaran, sarana dan prasarana serta dilakukan secara menyeluruh untuk mendukung tujuan dan sasaran strategis Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

Pertemuan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari dimulai tanggal 1 s.d 4 Desember 2018. Kegiatan dibuka oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Andi Hanindito serta dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Deding Ishak.

Dalam sambutannya Deding sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Deding mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan berharap agar pertemuan dapat dimanfaatkan untuk saling koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal tersebut agar tercipta sinergi program yang terpadu dan berkelanjutan, ujar Deding Ishak.

Salah satu Narasumber dari Kemendagri, Edward Sigalingging, menjelaskan, “Salah satu tugas dari Kemendagri adalah mensinergikan dan mensinkronkan program pusat sampai ke daerah dan memastikan target program nasional terwujud,” tutur Edward.

Hal tersebut harus didasarkan pada karakteristik tugas dan fungsi, organisasi induk dengan mengedepankan efisiensi dan efektivitas serta selaras dengan peraturan perundang-undangan serta diharapkan dengan adanya perubahan UPT lanjut usia, dapat meningkatkan pelayanan dan rehabilitasi sosial serta peningkatan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia.

Artikel Asli

News Feed