Menhub Pastikan Seluruh Jalur Transportasi di Palu Sudah Kembali Normal

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan moda transportasi di Palu, baik darat maupun laut kembali normal. 

Dia juga memastikan bandara maupun pelabuhan dari dan ke Palu mulai beroperasi Minggu (30/9/2018). Seperti halnya kapal feri sudah mulai dioperasikan setelah kota tersebut dihantam gempa berkekuatan 7,4 yang mengakibatan tsunami. 

“Saya juga upayakan hari ini kapal feri mulai beroperasi,” kata Menhub, Budi Karya di Palu, Minggu.

Menurut Budi Karya, moda transportasi kapal feri efektif untuk mengantar bantuan logistik. Sehingga kebutuhan para pengungsi korban gempa dan tsunami bisa tercukupi.

“Kalau dari Balikpapan dengan kapal 7 jam, itu yang paling potensial untuk menempuh ke Palu dan logistik orang-orang lebih gampang mestinya,” ujar Budi.

Sebelumnya sejumlah kapal naik ke darat saat tsunami menerjang Kota Palu pada Jumat 28 Februari. Kapal-kapal itu disebut tidak mengalami kerusakan sehingga segera dibawa kembali ke laut.

Budi Karya juga memastikan Bandara Mutiara SIS Al Jufri sudah mulai beroperasi setelah sebelumnya ditutup hanya dibuka untuk darurat. Kini penerbangan komersil sudah mulai dibuka meski tidak semuanya. 

Untuk Minggu dijadwalkan ada 20 penerbangan pulang-pergi di bandara tersebut. Normalnya, operasional di bandara tersebut adalah 40 penerbangan pulang-pergi.

Ada 3 maskapai yang akan melayani penumpang dari dan ke Palu menurut Budi yakni Wings Air, Sriwijaya Air, dan Garuda Indonesia.

“Saya sudah tugaskan bahwa dari 40 take off-landing, kita perkirakan bisa 20 take off-landing maksimal-lah karena yang yang 20 take off-landing syarat dengan kualifikasi ATR sama yang 737-500 itu yang dimiliki oleh beberapa penerbangan,” ujar Budi Karya.

Budi meminta operator segera mengoperasikan pesawat menuju Palu agar masyarakat bisa mengakses kota tersebut. Selain itu masyarakat di Palu yang sudah memiliki tiket pun dapat ke luar kota tersebut.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Melalui pantauan udara, bagian pesisir di Kota Palu merupakan wilayah terdampak gempa dan tsunami paling parah. Banyak bangunan yang terlihat rata dengan tanah.

Artikel Asli

News Feed