Mataharimall Gulung Tikar, Kini Melebur dengan Matahari Department Store di Matahari.com

Ditengah-tengah semarautnya perasaan atas masalah dalam hubungan yang tak kunjung selesai. Kadang kala, berpikir untuk menyudahi semuanya, bisa jadi pilihan yang tiba-tiba muncul dalam kepala. Memilih untuk mengalah dan berhenti bertahan, boleh jadi jalan keluar. Tapi, yang jadi pertanyaannya “Apakah itu adalah pilihan yang paling benar?”

Tak akan bisa dijalani dengan semudah itu, membuat keputusan untuk perkara hubungan yang sudah berjalan lama, tentulah butuh pertimbangan matang. Untuk itu daripada buru-buru bilang “Kita putus saja” pada pasanganmu, beberapa alasan untuk bertahan ini bisa jadi salah satu bahan pertimbanganmu.

Tak Ada Hubungan yang Tak Bermasalah, Ini Hanya Ujian Agar Kalian Berdua Lebih Dewasa

Jangankan untuk urusan pacaran, mereka yang sudah menikah saja masih sering berdebat, tak sepaham, atau bertengkar pada beberapa hal. Tapi perkara-perkara macam ini, tak lantas membuat mereka menyudahi hubungan yang ada. Sebaliknya, masalah dan semua persoalan yang terjadi, berubah jadi keyakinan yang kan menguatkan hati.

Daripada harus menyerah, sebaiknya ajak pasangan untuk sama-sama belajar saja. Berubah ke arah yang lebih dewasa hingga paham, bagaimana caranya mengatasi masalah dalam hubungan kalian berdua. Sehingga di hari mendatang, kamu akan tahu jika dia tak memberi kabar itu artinya ada pekerjaan penting yang harus ia kerjakan.

Begitu pun sebaliknya, jika kamu bilang akan pergi kumpul dengan teman, bukan berarti sedang ingin ketemuan dengan mantan pacar. Memahami dan saling mengerti, akan bisa dicapai dengan komunikasi yang baik dari kamu dan pasanganmu.

Lagipula Dia yang Baru, Belum Tentu Sebaik Pasanganmu

Si dia yang sekarang memang bukanlah sosok sempurna, yang dulu mungkin kamu idam-idamkan. Tapi anehnya, ketidaksempurnaannya itulah yang akhirnya membuatmu jatuh cinta padanya. Tak datang dengan wajah yang tampan, kecerdasannya justru membuatmu kagum dan semakin penasaran.

Lalu, bayangkan jika ternyata si dia yang nanti akan jadi pasangan terbarumu adalah sosok yang benar-benar jauh dari kriteriamu. Tak sejalan di pikiran, hingga berbeda di banyak hal. Benar memang, waktu bisa membantumu untuk saling memahami. Tapi apakah kamu yakin, jika dia bisa sebaik pacarmu yang sekarang? Seringnya jawabannya adalah “Tidak” kan?

Memulai Semuanya dari Awal, Jelas Akan Menguras Tenaga

Urusan jalinan asmara memang jadi perkara yang cukup krusial. Selain menemukan orang yang tepat, punya visi dan misi yang sama, hingga hal lain yang harus dipertimbangkan lainnya. Maka jika harus memulai semuanya dari awal lagi, jelas akan butuh waktu untuk beradaptasi.

Bagaimana kamu harus memakai cara untuk berkomunikasi, memahaminya setiap kali tak bersama, hingga pada caranya bercanda yang mungkin agak tak sesuai dengan selera humor yang kamu miliki. Deretan hal-hal yang tadi disebutkan, jadi sesuatu yang sering kali sulit untuk disesuaikan dengan seseorang yang baru. Apalagi dia yang mau dijadikan pacar.

Barangkali Ini Hanyalah Salah Paham Saja dan Tak Seperti yang Kamu Kira

Ingat ya, jangan pernah mengambil sebuah keputusan ketika kamu sedang marah. Bukannya mendapat jawaban yang baik, pilihan yang diambil ketika emosi tak stabil biasanya hanya akan membuat kita menyesal. Daripada harus marah-marah, lebih baik cobalah ajak pasangan untuk menguraikan perlahan masalah yang sedang ada.

Barangkali kamu dan si dia hanya salah paham saja. Belajar untuk mengendalikan emosi dan kemarahan yang kamu miliki, adalah cara terbaik untuk proses kematangan pola pikir dalam hal pacaran. Karena tak akan pernah ada jalan keluar, kalau isi kepala kita masih dipenuhi dengan kemarahan.

Pelan-pelan Kamu Akan Tahu, Bahwa Ada Pelajaran dari Masalah dengan Pasanganmu

Konon setiap masalah adalah latihan untuk tingkatan hubungan yang lebih dalam. Dari satu persoalan, kamu akan belajar bagaimana memperbaikinya dikemudian hari. Hari ini kamu marah karena si dia lupa memberi kabar, tapi atas dasar penjelasan yang memang ia sampaikan dengan tenang, kamu pun jadi paham bahwa ada sesuatu yang mungkin ia kerjakan.

Terkesan sepele memang, karena semua persoalan bisa terjadi jika komunikasi tak lancar dijalankan. Tapi percayalah, dari hal-hal kecil nan remeh ini. Kamu dan pasangan akan belajar tentang bagaimana bersikap yang lebih baik lagi.

Dan Tak Hanya Kamu Saja, Si Dia Pun Merasakan Sedih dan Kecewa yang Sama

Yap, jangan pikir kamu adalah satu-satunya pihak yang kecewa. Merasa jadi orang yang paling tersakiti sedunia atas sikap si dia, padahal ia juga mungkin sedang kecewa karena tak dipercaya oleh kamu yang ia sebut sebagai kekasihnya. Sebelum memvonisnya sebagai pihak yang bersalah, cobalah lihat dulu bagaimana fakta yang sebenarnya dari sisinya. Ini akan membuatmu lebih bijaksana, memandang dari sisi berbeda untuk kemudian bisa menemukan letak masalah yang sebenarnya.

Pertengkaran dan kemarahan dalam hubungan, sering terjadi karena kita tak mau menanggalkan emosi dan ego pribadi, berpikir kitalah yang paling benar, hingga tak mau membuka mata pada kesalahan yang mungkin juga sudah kita lakukan. Maka kalau sudah mampu melihat dari dua sudut pandang yang berbeda, biasanya kita akan menemukan solusi terbaik untuk kita berdua.

Jika Memang Masih Sama-sama Cinta, Berjanjilah untuk Tak Lagi Mengulangi Kesalahan Serupa

Dibalik semua hal baik yang mungkin masih bisa dijadikan alasan, kamu memang punya hak untuk menyudahi hubungan kapanpun kamu mau. Tapi, sebelum melakukan itu, cobalah untuk bertanya pada hatimu lagi. Benarkah kamu sudah tak menemukan titik baik dari dirinya, atau hanya sekedar luapan emosimu saja? Karena kalau memang masih saling cinta, mari sama-sama intropeksi diri saja. Bukan buru-buru untuk bilang “Kita putus saja”.

Sekian lama bersama dan saling cinta, harusnya masalah yang ada menguatkan kalian berdua, bukan malah jadi alasan untuk saling meninggalkan. Kalau selama ini bisa bertahan dan bersama, masa karena satu masalah saja kamu harus meninggalkan si dia?

Artikel Asli

News Feed