KUMPULAN CERITA KISAH BERITA CALEG CALEG STRESS

MotifViral
Berita Kocak Unik dan Menggelitik

sumber :http://bocahiseng.blogspot.com/2009/04/caleg-stress.html | http://karodalnet.blogspot.com/2009/04/caleg-stress.html | http://pemilu.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/04/17/267/211622/dadang-hawari-fenomena-caleg-stress-masih-biasa | http://taghyr.wordpress.com/2009/04/17/23-fakta-tentang-caleg-stress/ | http://www.sumbawanews.com/berita/utama/23-fakta-tentang-caleg-stress.html | http://pemilu.okezone.com/read/2009/04/21/267/212685/pks-bantah-calegnya-stres-di-bogor | http://pemilu.okezone.com/read/2009/04/21/267/212588/pria-stres-di-bogor-diduga-caleg-pks | http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=71123


Caleg Stress ternyata bukan omong kosong atau hanya mitos atau ramalan saja, TERNYATA,,,(pake suaranya presenter gosip dengan nada di lengkung-lengkungkan) BENAR adanya ? malah diperkirakan 50 persen dari mereka yang gagal menjadi caleg akan terguncang jiwanya ? sampai saat ini memang belum, tetapi yahh memang karana penghitungan hasil pemilu legislatif belum selesai dan pasti mereka masih berharap-harap cemas ?


caleg stress

TAPIII.. (pake gaya presenter gosip) Pada saat kepastian datang, mereka tidak masuk menjadi anggota dewan. Tentunya strees akan mendera mereka, karena mereka dirasuki berbagai perasaan, seperti malu, kegagalan yang terus mendera, bahkan utang sana-sini. walau gak sampai terganggu jiwanya minimal akan mengalami stress yang jenisnya bermacam-macam tidak bagi Caleg yang sudah siap mental untuk siap kalah [dikutif dari republika.co.id] apa adakah ?? Mudah-mudahan semua caleg-caleg yang gagal sudah siap mental untuk kalah !


Ternyata Banyak juga para calon calon wakil rakyat yang tidak siap mental untuk gagal mereka hanya berpikir menang .. menang .. menang padahal kalau kompetisi selalu ada yang kalah dan gagal, terbukti ada caleg yang meninggal ketika mengetahui jumlah suaranya kecil ?? walau meninggal itu adalah rahasia tuhan.


Diduga Jantungan karena Suara Minim, Caleg Hanura Meninggal

Ni Putu Lilik Heliawati (45), caleg nomor tiga Partai Hanura untuk DPRD Buleleng, meninggal dunia secara mendadak di rumahnya Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

Musibah terjadi Kamis (9/4) malam sekitar pukul 23.30 Wita itu. Heliawati diduga meninggal akibat serangan jantung setelah menerima telepon dari tim suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi harapan.

Wanita asal Desa Bengkel, Busungbiu, itu mengembuskan napas dalam perawatan intensif di UGD RS Wijaya Kusuma, Seririt, Kabupaten Buleleng. Pemilu legislatif di Pulau Dewata kali ini diikuti total 5.065 calon anggota legislatif dari 36 partai politik dengan memperebutkan 390 kursi di DPRD tingkat kabupaten dan provinsi.

Dengan demikian, ada 4.675 caleg yang gagal memperebutkan kursi dewan. Prof Dr Luh Ketut Suryani, psikiater kenamaan, memprediksi, sebagian caleg yang gagal meraih kursi di DPRD akan mengalami stres karena telah mengeluarkan uang cukup besar. [http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/11/11353570/
Diduga.Jantungan.karena.Suara.Minim..Caleg.Hanura.Meninggal]


Memang menyedihkan semoga para caleg-caleg yang gagal itu di beri ketabahan hingga tidak banyak para caleg-caleg yang stress apalagi sampai terganggu jiwanya karana gak di contreng? mudah-mudahan para caleg yang belum stress berpikiran gagal dahulu sebelum berharap menang hingga ia tidak menjadi caleg stress. amin


Caleg Stress


Seorang calon legislator di Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini, mendatangi paranormal. Hal tersebut dilakukannya guna menghilangkan beban depresi yang dideritanya pascapemilihan umum legislatif. Caleg yang enggan memberitahu identitasnya ini mengaku frustrasi pascapemilu legislatif 9 April silam. Ia mengaku telah gagal mendulang suara, padahal biaya yang dikeluarkan mencapai ratusan juta rupiah.

Video: Caleg Stress datangi Paranormal


Sementara Markas Besar Forum Spiritual Peduli Cirebon di Desa Sinarancang Mundu, semakin ramai dikunjungi. Selain berkonsultasi, para caleg yang gagal dalam pemilu juga menjalani terapi di sana. Pemimpin padepokan, Ujang Bustomi menyatakan sudah menerima 15 caleg yang mengalami depresi. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Balai kesehatan Jiwa Kalawa Atei, mulai didatangi caleg dan pendukungnya yang stres. Hingga kemarin, sudah dua caleg yang datang berkonsultasi dan satu pendukung caleg terpaksa dirawat inap.

Menjadi calon wakil rakyat hendaknya sedari awal sudah kuat mental dan pikiran. Apalagi para caleg juga sudah menyatakan siap menang dan siap kalah yang artinya siap menanggung semua konsekuensi yang terjadi. (liputan6.com)

Tragis! Caleg PKB Gantung Diri Pakai Jilbab


BANJAR – Kisah pilu para calon anggota legislatif (caleg) terus berlanjut. Kali ini, seorang caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Kota Banjar 1, ditemukan tewas gantung diri.

Caleg wanita bernama Tri Hayati bin Zainuddin (23) ini ditemukan tewas gantung diri di sebuah saung di Dusun Limus Munggal, RT 01/01, Bangun Jaya, Langkap Lancar, Kota Banjar, Jawa Barat pada Selasa pukul 07.30 WIB, kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tri tewas dalam kondisi hamil empat bulan. Ironisnya, Tri gantung diri dengan menggunakan sebuah jilbab yang diikatkan ke tiang saung dan lehernya. Dari hasil autopsi, Tri tengah mengandung seorang bayi laki-laki.

Hasil autopsi dari RSU Banjar juga menyebutkan, kematian Tri murni bunuh diri karena ditemukan luka jerat di bagian lehernya. Sedangkan luka pada pipi dan kakinya bukanlah akibat penganiayaan, melainkan gigitan serangga.

Ketua Dewan Tanfidz PKB Kota Banjar Zaenal Mutaqien mengatakan, Tri merupakan caleg PKB nomor 8 untuk pemilihan DPRD Kota Banjar. Menurutnya, pencalonan Tri sebagai caleg sebagai pelengkap kuota 30 persen wanita.

“Dia memang caleg kami, tetapi kami tegaskan bahwa kematian Tri tidak ada kaitannya dengan hasil pemilu,” kilah Zaenal saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/4/2009).

Saat ini, jenazah mahasiswi IAI Darussalam ini sudah dimakamkan di kediamannya, RT 21/08, Desa Situ Batur, Kota Banjar. Pihak keluarga tetap bungkam saat dimintai keterangan. Polisi pun belum menetapkan motif dan tersangka dalam kejadian ini. (teb)


Pria Stres di Bogor, Diduga Caleg PKS


BOGOR – Fenomena calon legislatif stres akibat ?kalah perang’ terus bermunculan. Di Bogor, Jawa Barat, seorang pria yang mengaku mantan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ditemukan telanjang di pinggir jalan, Selasa (21/4/2009).

Untuk mengetahi identitasnya, pria stres itu kemudian digaruk petugas Sat Pol PP untuk dimintai keterangan soal identitasnya, di Mapolres Bogor.

Saat dimintai keterangan, pria stres ini mengaku caleg PKS dengan nomor urut satu. Namun pria stres ini tidak mau menjelaskan identitasnya.

Untuk mengetahui identitas serta menyembuhkan penyakit pria ini, petugas selanjutnya membawa pria stres ini ke Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat. (ded)


PKS Bantah Calegnya Stres di Bogor


JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah ada kadernya di Bogor, Jawa Barat, yang stres akibat kalah dalam pemilihan legislatif 9 April lalu.

“Saya sudah mengecek ke DPD Provinsi dan DPD Kabupaten di Bogor, tidak ada kader kita yang stres,” kata Humas DPP PKS Mabruri kepada okezone di Jakarta, Selasa (21/4/2009).

Kepastian tersebut juga didapati dari Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat.

“Mereka bilang, pria tersebut tidak memiliki identitas. Jadi tidak benar kalau itu kader PKS,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang pria yang diduga stres diamankan petugas Satpol PP di Bogor, pada Selasa pagi. Saat dibawa, pria tersebut mengaku sebagai salah satu caleg dari PKS dengan nomor satu. (kem)


23 Fakta Tentang Caleg Stress



  1. Caleg SK di Dapil I Kabupaten Sumbawa menarik kembali bantuan sebuah mesin genset yang di sumbangkannya ke mesjid. Selain itu, ia juga menarik bantuan dana sebesar Rp 1 juta yang disumbangkannya ke dua mushallah.
  2. Caleg AH di Dapil I Kabupaten Sumbawa, sebelumnya ia menyumbang 100 buah kursi plastik dan 25 zak semen ke sebuah MTS di Kecamatan Labangka, Namun karena kecewa tidak meraih suara yang diharapkan, AH menarik kembali kursi dan semen tersebut.
  3. Oknum caleg di Kota Sumbawa Besar yang tidak disebut nama dan parpolnya, meminta kembali uang sebesar Rp 20 ribu per orang yang diberikan dengan target 50 hingga 60 suara. Namun di pemilu, perolehan yang ada hanya ada saksi dan keluarga tim sukses.
  4. Caleg nomor urut 9 dari Partai Golkar dari Kota Bogor,Yuniar, melalui tim suksesnya berinisial SB, menarik kembali ratusan buku tabungan masing-masing senilai Rp50.000 bertuliskan Karya Nyata Sejahtera yang dibagikan saat kampanye di Kampung Muara, RW 11/14, Kelurahan Pasirjaya,Kecamatan Bogor Barat.Namun saat hasil suara dihitung, dari jumlah DPT yang jumlahnya sekitar 900 suara,nama Yuniar hanya memperoleh di bawah 10 suara di RW 11 dan 14.
  5. Caleg Partai Golkar dari Daerah Pemilihan I Dumai Timur Aswin memalui tim suksesnya mencabut kembali lima tiang listrik yang telah dipasang untuk menyalurkan listrik kewarga setempat.
  6. Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banjar, Jawa Barat, Srihayati, 23, ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 07.30 WIB Selasa (14/4).Ibu muda yang mencalonkan diri untuk daerah pemilihan (dapil) I Kota Banjar dengan nomor urut 8 itu ditemukan tewas di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal RT01/01, Desa Bangunjaya,Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.
  7. Seorang calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pahala Sianipar ditemukan tewas di kediamannya, Senin (19/04) malam. Ia tewas bunuh diri akibat menenggak obat pembasmi serangga di dalam kamarnya. Di kediamannya Jalan Pintu Air, Kecamatan Medan Kota.
  8. Tim Sukses (TS) Caleg pun bisa stres bahkan mengakhiri hidupnya. Itu dibuktikan Muhammad Iqbal (28), TS seorang Caleg yang kalah. Lelaki yang menetap di Jalan Eka Surya, Gang Pribadi, Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor ini nekat gantung diri di kediamannya, Jumat (10/4). Iqbal adalah TS seorang Caleg untuk DPRD Medan. Sejak dua bulan lalu dia aktif menjadi TS Caleg sebuah Parpol. Karena kesibukan sebelum dan saat kampanye. Lelaki dengan pekerjaan serabutan ini dikabarkan sering tak pulang ke rumah untuk ngurus kemenangan Caleg jagoannya. Karena itu, dia acap bertengkar dengan istrinya.
  9. Lazuardi, seorang caleg DPRD Kota Pontianak, Kalimantan Barat, meninggal Senin (13/4) malam lalu. Ia meninggal beberapa jam setelah mengikuti penghitungan suara pemilu. Diduga caleg dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini meninggal karena terlalu lelah dan stres mengikuti rangkaian proses pemilu. Ditambah perolehan suara tak cukup untuk menjadikannya legislator.
  10. Sri Sumini, caleg dari Partai Demokrat di Solo, Jawa Tengah, meninggal akibat serangan jantung dan lever pada hari Minggu (12/4). Menurut keluarga, sejak masa kampanye hingga usai pencontrengan sang caleg lebih pendiam dan terkesan menyimpan beban pikiran.
  11. Di Cirebon, sebanyak 15 orang caleg mengalami depresi dan memilih melakukan pengobatan spiritual untuk menyembuhkan depresi kepada Ustaz Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Mundu, Cirebon.
  12. Seorang calon legislator daerah pemilihan Tangerang, di perumahan elit Alam Sutera Kunciran, stres dan marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9 April lalu.Sekitar pukul 17.00 WIB (9/4) saat penghitungan suara dilakukan, seorang pria (40) yang merupakan caleg dari partai tertentu, terlihat frustasi saat mengatahui kalah dalam perolehan suara. Dia merangkak di pinggir jalan dengan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang berlalu lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu.
  13. Salah seorang caleg Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dari Bulukumba; Andi Langade Karaeng Mappangille Minggu (12/4) bersama tim suksesnya nekat melakukan penutupan jalan sepanjang 3 km. Tindakan tersebut diduga akibat perolehan suaranya yang tidak mencukupi menjadi caleg terpilih.
  14. Di Ternate, Maluku Utara, seorang caleg berinisial HT meminta kembali televisi yang sudah disumbangkan ke warga. Ini dilakukan karena perolehan suara sang caleg sangat rendah. Kejadian ini terjadi di RT 02 Kelurahan Falawaja II, Kota Ternate Selatan.
  15. Seorang caleg di Cirebon, Jawa Barat, kini sering melamun dan mengurung diri. Nasib ini menimpa Iwan Setiawan, caleg Partai Patriot asal Kabupaten Kuningan. Apa yang dialami Iwan ini bisa jadi hanya satu dari banyak kasus yang bakal terjadi. Setelah mengetahui hasil penghitungan suara tidak sesuai harapan, pria berusia 29 tahun ini mendadak menjadi pendiam dan sering mengurung diri di kamar. Keluarganya menduga, perilaku Iwan Setiawan terjadi karena kekalahannya dalam pemilu 9 April lalu. Iwan Setiawan memang telah menghabiskan uang yang banyak untuk kampanye. Setidaknya Rp 300 juta ludes dibuyurkan.
  16. Ni Putu Lilik Heliawati (45), caleg nomor tiga Partai Hanura untuk DPRD Buleleng, meninggal dunia secara mendadak di rumahnya Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.Musibah terjadi Kamis (9/4) malam sekitar pukul 23.30 Wita itu. Heliawati diduga meninggal akibat serangan jantung setelah menerima telepon dari tim suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi harapan.
  17. Caleg nomor urut 15 Daerah Pemilihan (Dapil) berinisial S Sirimau untuk DPRD Kota Ambon, hendak menarik kembali karpet yang telah disumbangkan kepada ibu-ibu pengajian setempat.
  18. Caleg DPRD Kulon Progo menarik kembali sejumlah hadiah dan sumbangan yang pernah ia berikan kepada warga Desa Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Caleg yang menarik kembali sumbangan kampanyenya itu, S, caleg perempuan.Saat masa kampanye, S cukup sering memberikan sumbangan dan hadiah kepada warga. Di Dusun Kamal, Karangsari, misalnya, ia memberikan 14 zak semen untuk pembuatan jalan konblok. Menurut warga, S juga memberikan bantuan alat musik drumband dan uang tunai Rp 2,5 juta.
  19. Di Kalimantan Tengah muncul dua caleg dan tiga simpatisan partai yang mengalami tekanan psikis. Dua dari lima orang itu mengalami gangguan jiwa ringan atau stres, seorang gangguan jiwa sedang atau depresi. Dua lainnya mengalami gangguan jiwa berat: terus mengoceh, murung, serta tak mau makan serta Minum. Kelimanya kini dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Kalawa Atei, Kalteng.
  20. Dahlan, caleg DPRD Bulukumba dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Caleg nomor urut tiga yang bertarung di Dapil I Kecamatan Herlang, Bonto Tiro dan Kajang ini, melakukan aksi penyegelan gedung SDN 225 Kajang-Kajang, Desa Borong, Kecamatan Herlang.Dahlan mulai menyegel sekolah ini sejak Sabtu (11/4) malam lalu dengan cara mengikat pintu gerbang sekolah menggunakan tali. Ia menyatakan, lahan yang ditempati gedung sekolah itu adalah miliknya.
  21. Caleg EP dari partai RepublikaN menggusur 42 KK dari lahan tempat mereka tinggal di kawasan Daeo, desa Gura, kecamatan Tobelo, kabupaten Halmahera Utara (Halut). Tergusurnya warga itu dikarenakan ada pengusiran dari pemilik lahan yang beralasan bahwa tempat tinggal warga “menumpang” itu akan dibangun tempat usaha. EP yang merupakan caleg dari partai RepublikaN tak memperoleh satupun suara dari TPS para warga berdomisili, yang menjadi pemicu dari penggusuran tersebut.
  22. Tim sukses salah satu caleg dari partai Golkar di Dapil I Ternate (Ternate Selatan-Moti) yang menarik televisi yang diberikan di pangkalan ojek Falajawa II, Kelurahan Kayu Merah, termasuk merusak pangkalan tersebut hanya beberapa jam setelah penghitungan suara berakhir.
  23. Tim sukses Caleg berinisial MG di Kelurahan Jati Ternate melakukanpenarikan televisi dan bantuan semen. Hal ini dilakukan karena suara yang diperolehnya tidak sesuai dengan harapan.


Arif Hidayat

Diolah dari berbagai sumber. Photo: http://pikatan.files.wordpress.com/2007/09/stress.jpg


Mengaku Caleg, Stress di Depan Umum


BOGOR, (PRLM).- Seorang pria yang mengaku-ngaku calon legislatif, stres di depan umum, persisnya di daerah Karadenan, Desa Sukahati, Kec. Cibinong, Kab. Bogor, Selasa (21/4) pagi. Ia memukul-mukul bangunan dan berteriak-teriak. Sehingga, lelaki bernama Agus Muslim itu dibawa petugas untuk diperiksa di Rumah Sakit Marzuki Mahdi, Kota Bogor.

Aksi pria yang berusia sekitar 40 tahun itu mengundang perhatian warga. Apalagi, ia sempat memaki-maki warga dan memukul bangunan yang ada di daerah Karadenan. Karena dikhawatirkan membahayakan, warga melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kab. Bogor yang sedang berpatroli.

Menurut keterangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil, (PPNS) Satpol PP Kab. Bogor, Hendrik Edmond kepada wartawan, pria tersebut ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB saat tengah mengamuk di sekitar Wilayah Karadenan Jl Raya Sukahati. Oleh warga, pria tersebut langsung dilaporkan ke petugas Pol PP yang kebetulan sedang berpatroli.

“Saat didatangi oleh petugas Pol PP, pria tersebut sedang memaki-maki warga sambil memukul-mukul bangunan di tempatnya ditemukan. Oleh petugas Pol PP, pria itu langsung dibawa ke Markas Polres Bogor,” kata Hendrik.

Dari pantauan, saat di Mapolres, pria tersebut tak hentinya meneriakkan “Kalah aing, kalah aing (saya kalah-red).” Sambil berteriak, pria tersebut juga memukul-mukul bangku mobil patroli Pol PP yang membawanya. Pria tersebut mengenakan celana pendek dan kaus berwarna putih yang sudah lusuh dan sobek di sana-sini.

“Kami belum bisa memastikan apakah pria ini caleg atau bukan,” ujar Kabagops Polres Bogor, Kompol Arifin. (A-134/das)***

News Feed