Korea Selatan Siap Cabut Seluruh Ranjau di DMZ, Apakah Korut Juga?

Liputan6.com, Seoul – Korea Selatan dilaporkan mulai membersihkan ranjau di dua lokasi di dalam kawasan perbatasan, yang dijaga ketat dengan oleh pasukan Pyongyang pada hari Senin.

Hal itu merupakan tindak lanjut perjanjian pengurangan ketegangan yang dicapai tahun ini antara kedua negara Korea.

Dikutip dari South China Morning Post pada Senin (1/10/2018), Seoul mengatakan Korea Utara diharapkan melakukan hal yang sama.

Perkembangan ini terjadi di tengah diplomasi internasional yang diperbarui pada program senjata nuklir Korea Utara, setelah berminggu-minggu negosiasi yang buntu dengan Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo disebutkan akan kembali mengunjungi Pyongyang bulan ini, untuk mencoba mengatur pertemuan puncak kedua antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Kim Jong-un.

Pasukan Korea Selatan memasuki zona demiliterisasi pada Senin pagi, untuk menghapus ranjau di sekitar desa perbatasan Panmunjom, dan daerah garis depan lain.

Menurut Kementerian Pertahanan Seoul, ini merupakan pertama kalinya kedua negara Korea merencanakan pencarian ranjau bersama, yang disebar selama perang Korea 1950-53.

Pasukan Korea Selatan akan mencoba fokus untuk mengambil ranjau di bagian selatan Area Keamanan Bersama Panmunjom dan Arrow Head Hill, di mana salah satu pertempuran paling sengit selama perang Korea terjadi.

Pejabat Seoul percaya sisa-sisa sekitar 300 pasukan Korea Selatan dan PBB berada di Arrow Head Hill, di mana juga kemungkinan terdapat banyak sisa-sisa prajuirt China dan Korea Utara.

Para pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan mereka tidak dapat segera mengkonfirmasi apakah Korea Utara juga mulai melakukan penyapuan ranjau di bagian utara dari dua situs tersebut.

Bertujuan untuk mengurangi ancaman militer konvensional, kepala pertahanan kedua negara Korea juga setuju untuk menarik 11 pos penjaga garis depan pada bulan Desember, serta mendirikan zona penyangga di sepanjang perbatasan darat, laut, dan udara untuk mencegah bentrokan bersenjata yang tidak disengaja.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

Menteri Luar Negeri Korea Utara mengatakan proses denuklirisasi tidak akan berlanjut jika Amerika Serikat terus menjatuhi negaranya dengan sanksi internasional.

Artikel Asli

News Feed