Kita Sudah Mulai Ekspor Jagung dan Beras, lho…

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri panen raya jagung, di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (11/4/2015). (Foto: Agus Suparto)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri panen raya jagung, di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (11/4/2015). (Foto: Agus Suparto)

Motifviral.com – Kementerian Pertanian (Kementan) membantah tudingan salah satu warganet yang menyatakan bahwa buah-buahan dan bahan makanan pokok merupakan hasil ekspor. Bukan itu saja, pihak Kementan juga menjelaskan bahwa Indonesia justru sudah mengekspor jagung dan beras.

Peristiwa itu terjadi saat salah seorang warganet mengomentari utas panjang akun media sosial resmi milik Kementan terkait soal ekspor 10.000 ton Manggis Indonesia ke Tiongkok.

“Harusnya bukan manggis saja, pak. Padi, jagung dan buah-buahan yang lain, harusnya EXPORT bukan IMPORT. Nyatanya 80% buah-buahan dan bahan makanan pokok hasil Export yang dijual di pasar-pasar tradisional maupun pasar moderen,” tulis pemilik akun Ahenk75119937, seperti dikutip pada Rabu (3/10/2018).

Mendapati pernyataan yang mengarah pada tudingan dan diduga penggiringan opini itu, pihak Kementan justru menegaskan bahwa ekspor jagung dan beras Indonesia mengalami kenaikan.

“Alhamdulillah kita juga sudah mulai ekspor jagung dan beras. Ekspor jagung tahun 2018 (s.d Agustus lalu) bahkan mencapai 267 ribu ton lho. Naik 21.476% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Mudah-mudahan kita bisa bahas tentang ekspor jagung di lain waktu ya,” tegas akun resmi Kementan.

Seperti Motifviral.com lansir dari balitsereal.litbang.pertanian.go.id, pada tahun 2015, Indonesia masih mengimpor jagung dalam jumlah besar. Jumlahnya mencapai 3,5 juta ton.

Lalu kemudian, seiring adanya program jagungisasi, permintaan impor terus menurun dan mencapai titik nol di tahun 2017. Sebaliknya, Indonesia mengawali tahun 2018 dengan melakukan ekspor perdana jagung dari Indonesia ke negara-negara tetangga.

Dimulai bulan Februari (2018-red) dari provinsi Gorontalo sudah mengekspor sebanyak 57.650 ribu ton ke Philipina, disusul propinsi Sulawesi Selatan pada bulan Maret (2018-red) ekspor sebanyak 60.000 ton dari total kontrak 100.000 ton ke Philipina dan dibulan yang sama dari NTB sebanyak 11.500 ton dari target 300rb ton. Total ekspor jagung dari ketiga provinsi tersebut mencapai lebih dari 129.000 ribu ton.

Ekspor jagung juga akan terus berlanjut. Mengingat, masih banyak provinsi produsen jagung yang bisa mensuplai pasar jagung Asia Tenggara seperti provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan.

Artikel Asli

News Feed