Kisah Haru dari Para Korban Pesawat Lion Air JT610 yang Jatuh di Perairan Karawang

Tragedi jatuhnya Lion Air JT610 memang meninggalkan duka di hati seluruh rakyat Indonesia, terkhusus mereka yang punya kerabat dan menumpang pesawat tujuan Pangkalpinang tersebut. Seperti yang sudah diberitakan oleh berbagai media, jika tim Basarnas yang diterjunkan untuk mencari para korban telah menemukan puing-puing pesawat yang jatuh, beberapa barang penumpang serta potongan tubuh korban juga ada.

Duka dan tangis tak bisa dibendung dari pihak keluarga yang merasa kehilangan. Mereka menceritakan kenangan yang sempat diberikan oleh para korban, mulai dari cerita, pesan serta rencana yang mungkin akan dilakukan di masa depan. Lengkapnya, begini kisah haru dari para korban yang ikut terjatuh bersama Lion Air.

Pemilik case hape yang ditemukan oleh tim Basarnas

Saat mencari keberadaan pesawat yang terjatuh di perairan Karawang, pihak Basarnas menemukan puing pesawat, kursi, tas, beserta beberapa barang penumpang –termasuk case hape terbakar yang berupa foto pasangan yang bergandengan tangan dan berada di jembatan.

Korban pemilik case hape [Sumber gambar]

Ternyata, foto yang sama pernah diunggah oleh akun instagram @ineyunitasi lengkap dengan caption berupa doa: “Setiap langkah selalu ada doa yang menyertai, dan berharap setiap langkah menjadikan kesuksesan dan setiap doa menjadikan berkah”, yang diunggah pada 27 Agustus lalu. Informasi lain berdasarkan unggahan instastory bassist band J-ROCK, Swara Wimayoga, sosok tersebut adalah Wahjoe Noegrohantoro yang merupakan sepupunya, suami dari Ineyunitasi.

Shintia Melina, sang supervisor pramugari yang akan menikah

Dari semua awak kabin yang ikut terbang, Shintia Melina adalah supervisor pramugarinya. Perempuan 25 tahun asal Padang, Sumatera Barat ini sudah bekerja selama 6 tahun untuk Lion Air. Dilansir dari viva.co, orangtua Shintia sangat shock mendengar kabar bahwa putri mereka ada di dalam pesawat nahas JT610 tersebut. Menurut cerita ibunya, Shintia baru saja pulang ke rumah satu bulan yang lalu, saat maskapai menugaskan ia dalam penerbangan Jakarta-Padang.

Shintia Melina [Sumber gambar]

Sejak saat itu, ia tak pernah lagi memberi kabar, padahal biasanya Shintia selalu menelepon ke mana pun ia mau pergi. Hingga berita memilukan tersebut terdengar di telinga kedua orangtuanya. Shintia juga ternyata akan melangsungkan pernikahan. Meskipun belum ada tanggal yang pasti, namun kedua belah pihak telah sepakat dan setuju dengan hubungan anaknya.

Kisah haru seorang pramugari yang baru dua bulan bekerja

Nama panggilannya Alfi, ia adalah putri semata wayang pasangan Slamet dan Sukarti. Gadis bernama lengkap Alfiani Hidayatul Solikhah asal Madiun ini juga korban dari jatuhnya Lion Air. Saat mendengar kecelakaan maut tersebut, hampir semua kerabat tak percaya bahwa Alfi ada di dalamnya. Ya, Alfi yang berusia 19 tahun baru bekerja sebagai pramugari selama 2 bulan.

Pramugari Alfi [Sumber gambar]

Hal yang membuat haru adalah unggahan terakhir Alfi, dalam foto tersebut dirinya berdiri dengan lampu warna-warni plus caption: It’s dark inside, I want save that light. Postingan inilah yang disebut netizen seolah Alfi ingin pergi jauh ke sebuah tempat gelap dan menyelamatkan secercah cahaya. Melalui postingan terakhirnya ini, netizen mendoakan semoga Alfi diberi tempat yang paling layak dan pergi dalam husnul khotimah.

Semangat terakhir dari ayah untuk korban dari Surabaya

Kisah korban lain yang tak kalah mengharukan datang dari keluarga Deryl Fida Febrianto (22), warga warga Simo Pomahan Baru 67 Sukomanunggal, Surabaya. Kepergian Deryl ke Pangkalpinang adalah untuk pertama kalinya bekerja di sebuah perusahaan pelayaran. Hal tersebut dipaparkan oleh orangtua dan istrinya, Lutfiani Eka Putri –yang bahkan belum genap sebulan ia nikahi. Sebelum Deryl berangkat baik keluarga maupun istri tidak ada firasat buruk.

Pesan untuk sang istri dari Deryl Fida Febrianto [Sumber gambar]

Istrinya hanya berkirim pesan agar ia berhati-hati, begitupula dengan ayahnya yang memberikan semangat untuk anak lelakinya tersebut. Namun, satu jam setelah itu, ia bertanya lagi sudah sampai di mana, sayang tak ada jawaban dari Deryl. Hingga akhirnya pihak keluarga mengetahui jika pesawat yang Deryl tumpangi nahas jatuh di perairan Karawang.

Sebenarnya masih banyak lagi kisah yang mungkin tidak bisa diceritakan oleh para keluarga karena mereka masih berduka, kehilangan, dan terpukul atas kepergian orang tercinta. Sementara ini, selama beberapa hari ke depan, tim Basarnas akan menerjunkan pasukannya untuk mencari sisa dari puing pesawat serta bukti apapun terkait dengan kecelakaan ini. Kita doakan saja, jika masih ada yang mendapat mukjizat hidup, semoga dalam lindungan Allah. Tetapi, jika semuanya menjadi korban meninggal dunia, semoga mereka semua pergi dalam keadaan husnul khotimah.

Artikel Asli

News Feed