Kisah Aldi Adilang yang Hanyut 125 KM ke Perairan Jepang

Gambar mungkin berisi: samudera, luar ruangan dan air
Aldi Adilang diatas rakit yang hanyut
Pernahkah terbayang dalam benak bagaimana nasibmu ketika berada ditengah lautan seorang diri? Ada banyak sekali kisah sedih dari mereka yang menghilang dan tewas di lautan. 

Keajaiban bisa saja dialami oleh sebagian orang, Aldi Adilang salah satunya. Pemuda ini dapat dikatakan beruntung setelah mengalami hanyut 125 KM sampai ke perairan Jepang.

Hanyut dari perairan Manado sampai ke perairan Guam, Jepang

Aldi Novel Adilang berhasil diselamatkan Kapal Berbendera Panama MV Arpegio (kapal laut Amerika, ABK Filipina) di Perairan Guam, Jepang, 31 Agustus 2018. Aldi kemudian dibawa ke Jepang lalu dipulangkan oleh KJRI Osaka pada 9 September lalu.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang duduk

Pemuda 19 tahun warga Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) ini adalah penjaga lampu di rompong (rumah rakit di lautan) yang dikabarkan pada 14 Juli 2018 hilang terbawa arus di perairan Manado.

Terbawa arus diterpa angin kencang

Aldi Adilang terbawa arus akibat angin kencang yang menerpa rakitnya membuat tali rakitnya lepas akibat gosokan tali yang kuat pada bantalan rakit temannya. Rakit semakin menjauh kencang terbawa arus.

Kapal penangkap ikan dari Pangkalan Dua berusaha menunggu di rakit yang lain. Tapi ternyata rakit yang hanyut bersama Aldi tidak terlihat. Sejak saat itu Aldi dinyatakan hilang.

Bertahan hidup seadanya

Dalam rakit tersebut, Aldi mengandalkan tabung gas, HT, generator, lampu, antena tenaga surya, baju, beras dan kelengkapan daput serta Alkitab untuk bertahan hidup.

Aldi berpikiran tidak akan kembali sembari menangis memikirkan orangtuanya. Hari ketiga signal HT mulai putus-putus dan signal benar-benar mengilang setelah seminggu ia di lautan.

Perlahan persediaan makanan pun habis. Tak putus asa, dia mengail ikan dan membakarnya di atas papan rakit dengan gas. Setiap ada kapal melintas, ia selalu berteriak meminta pertolongan namun tak digubris. Saat tak tampak ada kapal yang melintas, Aldi mematikan lampu.

Meminta pertolongan dengan bantuan HT

Keajaiban terjadi setelah satu bulan lebih Aldi Adilang bertahan di lautan. Berkat ‘help’ yang ia suarakan melalui HT, kapal yang sudah melewatinya sejauh satu mil berputar arah dan melakukan penyelamatan.

Pada 6 September, Aldi dijemput oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka di Tokuyama, Prefektur Yamaguchi, Jepang dengan izin kepulangan yang diurus oleh otoritas imigrasi Jepang dan 8 September, KJRI Osaka mendampingi kepulangan Aldi ke Manado dari Tokyo dengan maskapai Garuda Indonesia.

Trauma

Hanyut dilautan selama lebih dari 1 bulan tentu menjadi mimpi buruk bagi pemuda ini. Sempat memakan ikan mentah, memotong kayu rakit untuk umpan api, minum air laut yang asin serta diburu oleh ikan buas menjadi pengalaman pahit yang membuat ia trauma.

Di minggu ketiga, Aldi menyaksikan sirip hiu yang terus menerus berputar di sekitar rakit selama seharian penuh. Ia juga pernah melihat ikan raksasa yang hanya tampak separuh badannya yang tidak diketahui jenisnya. Cerita ini semakin membuat Aldi tidak lelap selama berada di rakit.

Peristiwa ini sudah diunggah oleh akun Facebook Indonesian Consulate General Osaka pada 14 September lalu. Apa yang dialami oleh Aldi bisa dikategorikan sebagai keajaiban tersendiri. Saat ini Aldi sudah kembali berkumpul dengan keluarganya di Wori, Manado, dalam keadaan sehat.

 

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang tersenyum, orang berdiri
Aldi Adilang dan keluarga

Rakitnya diputari hiu selama seharian penuh ????, gimana menurut kamu?

Artikel Asli

News Feed