Kemenkes Adakan Penyuluhan di 12 Titik Bagi Korban Tsunami Selat Sunda

(Foto: sehatnegeriku.kemkes.go.id)

INFONAWACITA.COM – Tim Gerak Cepat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan penyuluhan kesehatan kepada korban tsunami Selat Sunda, di Banten dan Lampung.

Penyuluhan dilakukan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang mencakup membiasakan cuci tangan pakai sabun, ASI eksklusif, kesehatan lingkungan, dan kebersihan perseorangan.

Rencananya, penyuluhan dilakukan di 6 titik di Banten, yakni SMPN 1 Carita, Posko Tembong, Posko Loka Wisata Pasanggrahan, Posko MT. Al-Ikhlas, Posko MTsN 2 Pandeglang, Posko Sport Center Labuan. Ada pula 6 titik posko di Lampung, yakni Posko Bob Bazar, Posko Puskesmas Pembantu Canti, Posko Pengungsian Banding, Posko Puskesmas Rajabasa, Posko RS Lapangan Rajabasa, dan Posko Pengungsian Kalianda.

Penyuluhan dilakukan melalui media cetak seperti poster, leaflet, spanduk, dan video. Selain melakukan penyuluhan, tim juga memberikan bantuan berupa alat kebutuhan sehari-hari kepada korban tsunami di Banten dan Lampung.

Layanan Kesehatan di Lampung

Sementara itu, sebanyak 6 pasien korban tsunami di Pos Kesehatan Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung, telah terlayani oleh Tim Cluster Kesehatan di hari Minggu (30/12/18). Keenam pasien itu terdiri dari 4 orang dewasa dan 2 orang Lansia.

Tiga penyakit terbanyak adalah hipertensi, gastritis, dan luka ringan akibat tsunami. Namun demikian dalam melakukan pelayanan di pos kesehatan, tim cluster kesehatan masih menghadapi beberapa kendala, yakni akses jalan dan sampah lingkungan.

Seperti yang dilansir dari setkab.go.id, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek mengatakan untuk menjaga kesadaran para korban dalam melakukan PHBS dapat dilakukan dengan mengintervensi hal-hal yang paling dekat dengan mereka seperti pemasangan poster kesehatan di tempat yang sering dilalui mereka.

”Intervensi promosi kesehatan penting dilakukan untuk mengingatkan masyarakat akan kesehatan. Saya mengharapkan para korban di sana, walaupun tengah dilanda tsunami yang mengubah struktur lingkungan yang memudahkan penyebaran penyakit, mereka tetap bisa menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarganya,” kata Menkes, Senin (31/12/18) di Jakarta.

Artikel Asli

News Feed