Kata BNPB, Sepanjang 2018 Ada 3 Bencana yang Langka

One taught me love, one taught me patience, and one taught me pain,” begitulah lirik lagu Thank u, Next yang dinyanyikan oleh Ariana Grande.

Darimu, bagaimana kamu memaknai lirik tersebut? Tapi yang pasti, Ariana sedang menuangkan perasaannya dan emosinya mengenai kisah cintanya yang selalu berakhir dalam jangka waktu sebentar.

Kamu sendiri apakah memiliki pandangan tersendiri saat melihat sosok seperti Ariana Grande, atau mungkin Taylor Swift? Terutama karena mereka dikenal suka gonta ganti pasangan. Begini, orang yang memiliki track record mantan kekasih yang banyak dan memiliki usia hubungan yang pendek sudah cukup sering mendapat citra yang buruk. Mereka dipandang sebagai pribadi yang tak bisa berkomitmen, labil, dan tak pandai menyesuaikan diri dengan orang lain. Tapi benarkah seburuk itu?

Padahal, dilansir dari sbs.scom, sebenarnya ada beberapa alasan yang menjelaskan kenapa pemilik hubungan model ini tak bisa dicap buruk terus, loh. Apa saja sih?

Budaya Kita Terbiasa Mengglorifikasi Relasi Jangan Panjang

“Pernikahan bukanlah tentang cinta, melainkan politik,” tulis Jessa Crispin. Kita kebanyakan terpukau dan terpaku dengan kisah romantis dalam film maupun novel. Padahal, dalam relasi, terutama yang dipaksakan berumur panjang, justru membuat orang hanya melakoni hidup yang terbatas dan stagnan.

Apalagi setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Tak usah terlalu mengglorifikasi relasi jangka panjang, karena sejatinya mungkin ada alasan tertentu yang dimiliki beberapa pasangan sehingga memilih menyudahi relasi karena memang tak ketemu jalan keluarnya.

Hubungan Langgeng belum Menjamin Kebahagiaan

Karena punya riwayat hubungan jangka pendek yang lebih dari sekali, kamu jadi lebih sering bertemu dengan banyak orang dengan wawasan dan cara pandangnya masing-masing. Kamu pun jadi lebih tahu caranya menghadapi lawan jenis dengan karakter tertentu. Bahkan kamu perlu bersyukur, kamu tak perlu berlama-lama terjebak dalam hubungan yang fana. Lompat-lompat hubungan jarang pendek ternyata bisa menjadi masa-masa eksplorasi diri juga.

Tetap Mensyukuri Berbagai Masalah dalam Relasi

Salah satu selebriti yang dikenal dengan kisah cinta ‘singkat’nya yang fenomenal yakni Ariana Grande. Bukan perasaan negatif yang ia dapatkan, bahkan dalam lagu terbarunya ia pun mengungkapkan banyak hal yang diajarkan sederet mantan kekasihnya. Secara tak langsung, mereka mengajarkan kita apa itu perasaan dicintai, mencintai, kesabaran, kekecewan, dan sakit hati.

Setiap Orang punya Gaya Berpacaran yang Berbeda-beda

Bagaimanapun setiap manusia pasti punya cela. Hubungan dengan usia pendek dan bergonta-ganti pasangan mungkin salah satu bukti dari ketidaksempurnaan seseorang. Tapi, ada yang perlu digarisbawahi, nih.

Setiap orang punya preferensi yang berbeda dalam hubungan mereka. Setiap ruang yang dibagi, cara mereka mengekspresikan perasaan, dan format kencan ada sangat beragam.

Tak Ada yang Abadi, Termasuk Perasaan

Ketika kita melibatkan orang lain dalam segala keputusan di hidup kita, kita tak bisa terus menerka tentang masa depan kita. Bisa saja suatu hari nanti kalian berseberangan jalan, atau bertemu kembali setelah berpisah. Sejatinya, tak ada yang abadi, termasuk hubungan dan perasaan. Yang perlu kamu yakini dan sadari, cintamu mungkin tak akan kadaluarsa. Tapi pertemuan kita dengan beberapa orang memiliki titik akhir. Sebagai manusia, kita semua memiliki beberapa momen yang membuat kita berubah.

Artikel Asli

News Feed