Jelang Pencoblosan Bukan Makin Yakin Malah Kesal

GELORA.CO – Presiden Joko Widodo menyetujui pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir.

Menurut Jokowi, Abu Bakar Baasyir yang belum menjalani seluruh masa hukumannya dibebaskan karena alasan kemanusiaan.

“Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan, artinya Beliau kan sudah sepuh (tua). Ya pertimbangannya pertimbangan kemanusiaan. Karena sudah sepuh. Termasuk ya tadi kondisi kesehatan,” kata Jokowi dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, pada Sabtu (19/1/2019).

Keputusan Jokowi membebaskan Abu Bakar Baasyir rupanya mengundang pro dan kontra.

Komika Ernest Prakasa yang biasanya kerap memuji kinerja Jokowi, kini malah mengaku kesal.

Ernest Prakasa bahkan menyinggung soal minoritas dan juga menyoroti alasan kemanusiaan itu.

Penelusuran TribunJakarta.com Abu Bakar Baasyir sendiri divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011.

Putusan itu tak berubah hingga tingkat kasasi.

Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jateng itu, terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Ernest Prakasa mengatakan Abu Bakar Baasyir yang dibebaskan sebelum masa tahanannya selesai membuat keyakinannya untuk mendukung Jokowi goyah.

Ia menyebut keputusan Jokowi itu membuatnya kesal.

“Menjelang pencoblosan, bukan makin yakin malah makin kesel…,” tulis Ernest Praksa.

Hal tersebut disampaikan Ernest Prakasa melalui media sosial Twitternya pada Sabtu (19/1/2019).

Ernest Prakasa mengaku tak terlalu peduli dengan pertimbangan politik yang diambil Jokowi saat memutuskan untuk membebaskan Abu Bakar Baasyir.

Ia mengatakan dirinya hanya ingin agar kaum minoritas dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Namun menurut Ernest Prakasa hal tersebut rupanya belum dapat diwujudkan oleh Jokowi.

“Pastinya. Tapi warga negara mah peduli amat kalkulasi politik.

Gw mah cm pengen minoritas bisa ibadah dengan tenang aja dulu, Sayangnya Pak Jokowi belum bisa mewujudkan itu.” tulis Ernest Prakasa.

Tak hanya itu Ernest Prakasa juga mengaku keputusan Jokowi membebaskan Abu Bakar Baasyir sulit diterimanya dengan lapang dada.

“Soal dukung Jokowi, gw udah jauh lebih pragmatis dibanding waktu 2014. It’s just politics, males baper.

Tapi tetep aja rentetan peristiwa gereja didemo & Baasyir dibebaskan ini sulit diterima dengan lapang dada,” tulis Ernest Prakasa.

Ernest Prakasa kemudian menyoroti alasan kemanusiaan yang jadi dasar Jokowi membebaskan Abu Bakar Baasyir.

Ia mengaku bingung, pasalnya Abu Bakar Baasyir adalah terpidana teroris yang merupakan kejahatan kemanusiaan.

“Kata Gus Dur, “Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan”.

Pak Jokowi membebaskan terpidana teroris – seorang penjahat kemanusiaan – dengan dalih kemanusiaan, padahal alasannya berbau politik. Di situ saya merasa binun, Gus,” tulis Ernest Prakasa. [tribun

Artikel Asli

News Feed