Ingat Korban Tsunami Palu dan Gempa Lombok…

  Ayo  Jalan Terus !  –  Tim Ekonomi pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Rizal Ramli mengkritik dana yang dipakai untuk pertemuan International Monetery Fund (IMF) di Bali.

“Kami sedih sekali, dalam suasana keprihatinan, bencana di Donggala, Palu, Lombok, semangat jor-joran, kemewahan enggak berhenti,” kata Rizal di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (5/10).

Menurutnya, pertemuan IMF tidak perlu menghabiskan dana sekitar Rp800 miliar. Menurutnya, tugas negara penyelenggara hanya menyediakan tempat, makan, dan penjemputan sehingga tak perlu mencapai angka sebesar itu.

“Biasanya US$10 juta sudah mewah,” kata Rizal.

Dia menyebut kondisi negara saat ini sedang susah. Ditambah lagi dengan bencana yang melanda secara bertubi-tubi.”Segera dihemat ya mas, dialirkan penghematan itu untuk saudara kita di Palu, Donggala, karena banyak yang belum dikerjakan,” katanya.

Diketahui, gempa dan Tsunami menghantam Palu dan Donggala di Sulteng. BNPB menyebutkan 1.500 orang tewas karena bencana tersebut.


Tak Mengirimkan Wakil

Karena itu, Rizal menyatakan koalisi Prabowo tidak akan mengirimkan wakilnya dalam pertemuan IMF di Bali. ‘Kami prihatin dengan apa yang ada,” katanya.

Pertemuan IMF-World Bank digelar di Bali, 8-14 Oktober 2018. Indonesia adalah negara keempat di Asia yang menjadi tuan rumah pertemuan ini setelah Filipina (1976), Thailand (1991), dan Singapura (2006).








Rizal Ramli Bandingkan ‘Pesta’ Mewah IMF Ditengah Duka Sulteng Lombok

 Tim Ekonomi pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Rizal Ramli mengkritik dana yang dipakai untuk pertemuan International Monetery Fund (IMF) di Bali.


“Kami sedih sekali, dalam suasana keprihatinan, bencana di Donggala, Palu, Lombok, semangat jor-joran, kemewahan enggak berhenti,” kata Rizal di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (5/10/2018), seperti dilansir CNNIndonesia.

Menurutnya, pertemuan IMF tidak perlu menghabiskan dana sekitar Rp800 miliar. Menurutnya, tugas negara penyelenggara hanya menyediakan tempat, makan, dan penjemputan sehingga tak perlu mencapai angka sebesar itu.

“Biasanya US$10 juta sudah mewah,” kata Rizal.

Dia menyebut kondisi negara saat ini sedang susah. Ditambah lagi dengan bencana yang melanda secara bertubi-tubi.”Segera dihemat ya mas, dialirkan penghematan itu untuk saudara kita di Palu, Donggala, karena banyak yang belum dikerjakan,” katanya.

Diketahui, gempa dan Tsunami menghantam Palu dan Donggala di Sulteng. BNPB menyebutkan 1.500 orang tewas karena bencana tersebut.

Sebelumnya gempa melanda Lombok NTB yang hingga saat ini belum selesai tertangani.

Karena itu, Rizal menyatakan koalisi Prabowo tidak akan mengirimkan wakilnya dalam pertemuan IMF di Bali. “Kami prihatin dengan apa yang ada,” katanya.

Pertemuan IMF-World Bank tetap akan digelar di Bali, 8-14 Oktober 2018.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

Artikel Asli

News Feed