Indonesia Punya Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

(Foto: kemenperin.go.id)

INFONAWACITA.COM – Indonesia dinilai menjadi negara di tingkat Asean yang memiliki optimisme tinggi terhadap kesiapan implementasi industri 4.0.

“Dengan industri 4.0, Indonesia akan keluar sebagai salah satu bangsa juara pada tahun 2030. Bahkan, menurut PricewaterhouseCoopers (PwC), di saat itu kita bisa menjadi negara nomor tujuh dengan perekonomian terkuat di dunia. Maka yang harus kita dorong adalah optimisme,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menjadi narasumber acara KADIN Entrepreneurship Forum di Jakarta, Rabu (27/2/19).

Menperin juga menyebutkan, berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni sebesar 78%. Di atas Indonesia terdapat Vietnam sebesar 79%, sedangkan di bawah Indonesia ditempati Thailand sekitar 72%, Singapura 53%, Filipina 52% dan Malaysia 38%.

“Survei ini dilakukan kepada supplier teknologi dan manufaktur di Asean. Dari jawaban mereka, sebanyak 93 persen mengatakan bahwa industri 4.0 adalah peluang, kemudian tingkat kesadaran untuk menerapkan sebesar 81 persen, dan pertumbuhan dalam optimisme 63 persen,” paparnya.

Riset McKinsey juga menunjukkan, industri 4.0 akan berdampak signifikan pada sektor manufaktur di Indonesia. Misalnya, digitalisasi bakal mendorong pertambahan sebanyak USD150 miliar atas hasil ekonomi Indonesia pada tahun 2025. Sekitar seperempat dari angka tersebut, atau senilai USD38 miliar, dihasilkan oleh sektor manufaktur.

Making Indonesia 4.0

Making Indonesia 4.0 telah memilih lima sektor manufaktur yang akan menjadi pionir penerapan era digitalisasi, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika.

“Guna memenuhi kompetensi SDM tersebut, kita harus melakukan retraining skill untuk pekerjaan baru. Ini sejalan keinginan Presiden Joko Widodo yang tahun ini difokuskan untuk membangun SDM berkualitas melalui kegiatan pelatihan dan pendidikan vokasi industri secara masif, dengan konsep dual system di SMK dan politeknik,” tutur Airlangga seperti dilansir dari kemenperin.go.id.

Artikel Asli

News Feed