“Gunakan semua alasan ini di pengadilan”



Surat yang ditulis dalam dua lembar folio ini berisi permintaan maaf Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy kepada seluruh kader dan pengurus PP, kepada keluarga, kepada TKN Jokowi-Ma’ruf, dan masyarakat atas kejadian yang disebut Romy sebagai ‘menghebohkan’ dan tidak diinginkan.

Romy juga merasa dijebak oleh penyidik KPK.

Berikut isi surat Romy selengkapnya.

1. Saya ingin memulai dengan pepatah Arab: musibah yang menimpa suatu kaum akan menjadi manfaat dan faidah untuk yang lain

2. Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rasakan. Bahkan firasat pun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Terata niat baik ini justru menjadi petaka.

3. Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan, bahkan bulan, sebagaimana disampaikan penyelidik, maka inilah risiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme-religius yang moderat.

4. Kejadian ini juga menunjukan inilah risiko dan sulitnya menjadi salah satu public figure yang menjadi tumpuan aspirasi tokoh-tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah.

5. Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia, saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini. Inilah resiko pribadi saya sebagai pemimpin yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dan konstitusional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya.

6. Kepada warga PPP di seluruh pelosok tanah air, rekan-rekan pengurus DPP, DPW, DPC, PAC, dan Ranting: saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak atas kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini. Jangan kendurkan perjuangan, karena waktu menuju Pemilu hanya tinggal hitungan hari. Saya sudah keliling Nusantara dan meyakini PPP lebih dari mampu untuk melewati ambang batas parlemen. Saya akan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi, setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW dalam keterbatasan komunikasi yang saya miliki saat ini.


7. Kepada kakak-kakak, adik-adik, keluarga besar, terkhusus istri dan anakku tercinta. Ayah mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesedihan, kerepotan, dan seluruh perasaan yg kalian terima. Dengan seluruh perasaan Ayah yang masih tersisa saat ini, dengan segala ketulusan, Ayah mohon keyakinan kalian bahwa apa yang sesungguhnya terjadi tidaklah seperti yang tampak di media. Ikhlaskanlah takdir yang menimpa Ayah sebagai pemimpin saat ini.

Anakku, permataku, dan pembuat senyumku;

engkau harus tetap belajar yang rajin karena un sudah dekat. Tak usah kau pedulikan apa kata orang jika mereka membully-mu, karena inilah resiko menjadi pemimpin politik seperti yang selalu Ayah bilang. Ayah doakan semoga engkau tetap menjadi yang terbaik seperti biasanya di sekolahmu.

Peluk cium Ayahmu dari jauh yang selalu mencintaimu.

Istriku, belahan nyawaku;

engkaulah kekuatanku, aku yakin kita akan terus saling menguatkan, menghadapi badai ini agar cepat berlalu. Aku merasakan begitu besarnya cinta dan kesungguhan serta pengorbananmu mendampingiku. Terima kasih untuk terus mempercayaiku. Karenanya izinkan aku untuk terus mencintaimu. Titip ciuman untuk anak kita setiap hari.

M. Romahurmuziy

——–

Surat Romy ini pun ditanggapi warganet.

“Pembelaan Yang Dijebak,” cuit @SharpButS0ft.

“Waktu terima suap gak ketahuan dia gak akan bilang ini dijebak bang,” cuit @Umar_Hasibuan_.

“Fokus poin 4 & 7 Masih kurang lengkap…..Akhlak terhadap gurunya mau yang kau akan sampaikan permohonan maafnya mana ???” cuit @woerjadi.

“Banyak cerita….makanya tanya dulu sebelum kumpul agendanya apa….gak mungkin gak tau….,” cuit @amalnst.

Artikel Asli

News Feed