Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Amankan 57 Kontainer Kayu Ilegal

Kementerian LHK amankan kayu ilegal

INFONAWACITA.COM – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK (Gakkum) KLHK, bersama Lantamal VI Makasar, Armada II TNI AL yang didukung tim gabungan, berhasil mengamankan 57 kontainer kayu ilegal jenis kayu Merbau dari Papua, di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan

Volume kayu Merbau yang diangkut kapal SM tersebut, diperkirakan lebih dari 914 meter kubik, dengan perkiraan nilai minimal Rp 16,5 miliar. Sejauh ini belum ada tersangka yang ditahan.

Operasi gabungan ini berawal dari hasil analisis data, operasi intelijen, dan laporan Dinas Kehutanan Provinsi papua, akhir Desember 2018, Ditjen Gakkum menemukan ada indikasi pengangkutan 57 kontainer kayu ilegal dari Pelabuhan Jayapura dengan tujuan Surabaya.

“Direktorat PPH Ditjen Gakkum kemudian memerintahkan kami melaksanakan operasi pengamanan itu, dengan dukungan Lantamal VI Makassar, Bea Cukai Makassar, dan KSOP Makassar,” ungkap Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Muhammad Nur.

Muhammad Nur juga memeriksa fisik kayu, mengamankan barang bukti, dan secepatnya menindaklanjuti dengan penyidikan semua pihak yang terkait.

Penyelamat Sumber Daya Alam

Sementara Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan (PPH), Ditjen Gakkum, Sustyo Iriyono, mengungkapkan, upaya ini adalah kerja bersama para pihak mulai dari KPK, Ditjen PHPL, TNI AL, Ditjen Hubla, Ditjen Bea Cukai, dan pemerintah daerah.

“Upaya penyelamatan sumber daya alam Papua ini dimulai dengan post-audit terhadap 10 industri di Papua dan kami menemukan pelanggaran berat. Awal Desember 2018, kami mengamankan 40 kontainer kayu di Surabaya, dan hari ini 57 kontainer di Makassar,” jelasnya.

Terkait kasus ini, Direktur Jenderal Gakkum LHK, Rasio Ridho Sani, sangat khawatir dengan meningkatnya kerusakan lingkungan di Tanah Papua.

“Penyelamatan sumber daya alam tanah Papua menjadi prioritas utama mengingat hutan tropis alami di Papua saat ini menjadi sasaran utama mafia pembalakan liar,” ujarnya.

“Kami juga telah mendeteksi perubahan modul dan pola-pola para mafia ini. Ditjen Gakkum telah siap menghadapinya,” kata Rasio Ridho Sani seperti yang dilansir dari akun resmi KemenLHK pada Rabu (9/1/2019).

Saat ini Ditjen Gakkum telah memutakhirkan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengembangkan sistem teknologi informasi yang canggih, untuk memberantas semua mafia kejahatan sumber daya alam.

Artikel Asli

News Feed