Fakta James Riady, Sang Konglomerat di Balik Proyek Meikarta

Akhir-akhir ini, nama James Riady menjadi sorotan setelah kasus suap Meikarta mencuat ke permukaan. Bukan apa-apa, pria yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses itu merupakan pemilik dari mega proyek tersebut dan menjadi bagian lini bisnis Grup Lippo. Dilansir dari tirto.id, Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) bahkan telah menggeledah rumah James Riady.

Sebagai penerus tahta kerajaan bisnis Lippo Grup, James yang menggantikan kedudukan sang ayah, Mochtar Riady, termasuk tipe pengusaha cerdas dengan visi yang luar biasa. Berbekal kejeliannya, perusahaan itu kini bergerak di berbagai bidang usaha, seperti properti, ritel, keuangan, media. Termasuk Meikarta. Kekayaan yang dimilikinya pun tergolong luar biasa jumlahnya. Siapakah sosok James Riady?

Pewaris tunggal dari nama besar Grup Lippo

Penerus bisnis Grup Lippo [sumber gambar]

Setelah era Mochtar Riady, kisah sukses Grup Lippo kini beralih ke tangan sang anak yang bernama James Riady. Dilansir dari tirto.id, dirinya merupakan pewaris tunggal dari kekayaan dan sejumlah bisnis milik ayahnya. Kejeliannya dalam berbisnis, sanggup membawa perusahaan yang dipimpinnya menggurita di berbagai jenis usaha. Dikutip dari merdeka.com, Grup Lippo bergerak di bidang properti, media, jaringan ritel dan mall.

Bankir cerdas lulusan luar negeri

Lulusan universitas ternama di luar negeri [sumber gambar]

Di balik kesukesannya sebagai penerus bisnis Grup Lippo, James Riady pernah mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri. Dilansir dari tirto.id, ia sempat tinggal selama delapan tahun dan menamatkan kuliahnya di University of Melbourne di Australia. Sebelumnya, ia dikirim sang ayah untuk bersekolah di Macau. James Riady yang memang disiapkan sebagai penerus bisnis Grup Lippo, dididik secara khusus oleh Mochtar Riady agar bisa hidup mandiri. Tak lama, ia meneruskan pendidikannya ke Amerika untuk terjun ke dunia bisnis di bidang Perbankan pada tahun 1977.

Miliki harta kekayaan dari sejumlah bisnisnya

Dikenal memiliki sejumlah kekayaan bernilai fantastis [sumber gambar]

Dilansir dari forbes.com, nama keluarga Riady masuk di urutan ke-9 di kategori Indonesia’s 50 Richest 2017 dan ke-791 Billionaires 2018. Kekayaan mereka berjumlah US$ 2,7 Miliar atau sekitar Rp 41, 084 triliun. Hasil tersebut di dapat dari sejumlah bisnis Grup Lippo yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain Meikarta, ada beberapa properti seperti Lippo Karawaci, Lippo center, dan Lippo Land Club. Pada sektor media, James juga memiliki Jakarta Globe, Investor Daily, Suara Pembaruan, BeritaSatu, BeritaSatu.com, dan JakartaGlobe.id. Jaringan mall-nya pun bertebaran di mana-mana, seperti Lippo Mall Kemang, Plaza Semanggi, Depok Town Square, Lippo Plaza Kendari, Malang Town Square, GTC Makassar, Plaza Medan Fair, Lippo Mall Yogya dan lainnya.

Otak di balik megaproyek Meikarta

Pintu gerbang menuju Meikarta [sumber gambar]

Pemberitaan Meikarta yang gencar saat awal-awal pembangunannya, ternyata merupakan visi bisnis dari Grup Lippo yang dipimpin James Riady. Dilansir dari cnnindonesia.com, Meikarta dirancang sebagai kota hunian mandiri dengan konsep modern. Di dalamnya, terdapat berbagai sarana pendidikan dari pra-sekolah sampai universitas, rumah sakit, pusat perdagangan kuliner, hotel, dan tempat rekreasi. Bahkan menurut James Riady, Meikarta ditujukan oleh semua lapisan masyarakat. Bukan hanya untuk mereka yang berduit saja. Sayang, kasus suap yang terjadi dinilai dapat mengancam masa depan si megaproyek tersebut.

Penggeledahan rumah James Riady terkait kasus Meikarta

Rumah James Riady digeledah petugas KPK [sumber gambar]

Hingga saat pemberitaan ini ditulis, status James Riady masih menjadi saksi. Hal ini karena KPK mencium adanya indikasi keterlibatan sang konglomerat mengingat dugaan suap yang dilakukan oleh Billy Sindoro selaku Direktur Operasional Lippo Group. KPK pun segera bergerak cepat dan telah menyisir beberapa lokasi di antaranya kantor Lippo Grup di Menara Matahari, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten.

Kemudian di rumah dinas Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hasannah Yasin, kediaman tersangka Billy Sindoro, dan Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi. Sementara penggeledahan yang berujung di kediaman James Riady, disebut-sebut Jubir KPK, Febri Diansyah, tidak mengantongi barang bukti.

Meski proyeknya tersandung kasus, toh James Riady merupakan figur pengusaha besar yang sukses meneruskan bisnis milik sang ayah. Berbekal pendidikan tinggi dan pengalaman yang cukup, ia berhasil menjadi salah satu konglomerat terkaya di negeri ini. Kerja keras dan inovasi, itulah sekelumit hal yang bisa kita ambil dari seorang James Riady.

Artikel Asli

News Feed