Fakta-Fakta Temuan Polisi Terkait Tragedi Berdarah Haringga Sirila

Irman mengatakan, sebelum aksi pengeroyokan itu terjadi, sejumlah oknum bobotoh melihat Heringga memotret kartu anggota The Jakmania. Saat itu juga, oknum Bobotoh langsung menganiaya Haringga diikuti oleh massa yang lain.

“Informasi yang kami dapat dimulai dari yang bersangkutan korban itu membuka handphone dan melakukan swafoto. Di dalam swafoto itu ada identitas sebagai anggota suporter Jakmania yang terbaca oleh oknum Bobotoh,” kata Irman.

Sejak saat itu, lanjut Irman, suasana tidak terkendali karena di saat yang bersamaan ada sweeping yang dilakukan oleh beberapa orang. Sedangkan pada satu sisi, pihak kepolisian saat itu sedang menangani suporter yang rusuh di tempat lain.

Meski begitu, Irman mengklaim bahwa dalam waktu singkat pihak kepolisian langsung bergerak dan mengamankan beberapa tersangka.

“Kami ada di sekitar dan mengamankan beberapa orang yang terlibat. Di satu sisi kita sedang mengantisipasi masa-masa di pintu yang lain melakukan perlawanan kepada aparat. Mereka melempar batu botol, merusak pagar bahkan menjebol pintu supaya mereka bisa masuk meskipun tak punya tiket,” ujar Irman menerangkan.

Lebih lanjut, pihak kepolisian akan terus melakukan pemeriksaan untuk mencari siapa yang merekam dan menyebarkan video terkait pengeroyokan yang menyebabkan Haringga meninggal dunia.”Yang memicu opini negatif juga (diburu). Tim kami sedang bekerja, kita bisa periksa, kita kaitan dengan UU ITE ,” tegasnya.

Ia pun mengimbau agar ke depan tidak lagi menyebar video pengeroyokan. Sebab kasus saat ini sudah ditangani dan pelaku juga ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti diketahui, sesaat setelah kejadian, polisi mengamankan lima orang. Dari pengembangan, satreskim kembali menangkap sekitar 16 orang. Dari jumlah itu, polisi menetapkan delapan orang tersangka dengan umur yang bervariasi.

Mereka adalah Budiman (41), Goni Abdulrahman (20), Cepy Gunawan (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), SM (17), DF (16) dan Joko Susilo (31). Mereka terancam hukuman lebih dari tujuh tahun penjara.

Artikel Asli

News Feed