[ Faedah Penting Dalam Surat Yasin ]… Karena Setiap Bekas Amalan Akan Dicatat ๐Ÿ™‚

ย ย Ayoย ย Jalan Terusย ย –ย Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Surat yang sudah sangat maโ€™ruf di tengah-tengah kita yaitu surat Yasin. Sampai-sampai sebagian orang pun sudah menghafalnya karena saking seringnya surat ini dibaca. Namun coba tanyakan berapa banyak orang yang bisa memahami kandungan surat tersebut. Kami sangat tertarik sekali untuk mengkaji ayat demi ayat darinya. Karena sungguh banyak pelajaran penting seputar aqidah dan masalah lainnya yang sebenarnya bisa kita gali dari surat Yasin. Di antaranya dapat dibaca dalam artikel berikut ini.

Allahย Taโ€™alaย berfirman,

ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุญู’ู†ู ู†ูุญู’ูŠููŠ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽู‰ ูˆูŽู†ูŽูƒู’ุชูุจู ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ููˆุง ูˆูŽุขูŽุซูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูƒูู„ู‘ูŽ ุดูŽูŠู’ุกู ุฃุญู’ุตูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู ูููŠ ุฅูู…ูŽุงู…ู ู…ูุจููŠู†ู

โ€œSesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).โ€ (QS. Yasin: 12)

Mari kita lihat apa saja faedah penting dari ayat tersebut sebagaimana diterangkan oleh para ulama pakar tafsir.

Faedah pertama

Allah akan menghidupkan makhluk yang telah mati, yang telah menjadi tulang belulang ketika hari kiamatย  kelak, saat hari berbangkit. Allahย Taโ€™alaย berfirman,

ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุญู’ู†ู ู†ูุญู’ูŠููŠ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽู‰

โ€œSesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang matiโ€. Kata Ibnuย  Katsir, ini terjadi pada hari kiamat[1]. Artinya di hari kiamat semua yang telah mati akan kembali dihidupkan. Ayat ini dengan sangat terang menunjukkan adanya hari berbangkit. Inilah bagian aqidah yang mesti diyakini seorang muslim.

Faedah kedua

Ayat di atas menunjukkan bahwa Allahย Taโ€™alaย bisa menghidupkan hati siapa saja yang Dia kehendaki termasuk orang-orang kafir yang mati hatinya karena tenggelam dalam kesesatan. Allah bisa jadi menunjuki mereka dari kesesatan menuju jalan hidayah. Sebagaimana Allah berfirman setelah menceritakan mengenai orang yang keras hatinya,

ุงุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุญู’ูŠููŠ ุงู„ุฃุฑู’ุถูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูŽูˆู’ุชูู‡ูŽุง ู‚ูŽุฏู’ ุจูŽูŠู‘ูŽู†ู‘ูŽุง ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ุขูŠูŽุงุชู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุนู’ู‚ูู„ููˆู†ูŽ

โ€œKetahuilah olehmu bahwa Sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya.โ€ (QS. Al Hadid: 17)[2]

Sebelumnya Allahย Taโ€™alaย menerangkan,

ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ููˆุง ูƒูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ููŽุทูŽุงู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ูŽุฏู ููŽู‚ูŽุณูŽุชู’ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูƒูŽุซููŠุฑูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ

โ€œDan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka laluย hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.โ€ (QS. Al Hadid: 16)

Faedah ketiga

Allah akan mencatatย setiap amalan yang pernah dilakukan[3], baik yang baik maupun yang jelek[4]. Sebagaimana Allahย Taโ€™alaย berfirman,

ูˆูŽู†ูŽูƒู’ุชูุจู ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ููˆุง

โ€œdan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakanโ€

Faedah keempat

Mengenai ayat,

ูˆูŽุขูŽุซูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’

โ€œ(dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan) dan bekas-bekas yang mereka tinggalkanโ€.

Yang dimaksud โ€œbekas-bekas yang mereka tinggalkanโ€ ini ada tiga pendapat di kalangan pakar tafsir:

  1. Bekas langkah kakiย  mereka. Pendapat ini dipilih oleh Al Hasan, Mujahid dan Qotadah.
  2. Langkah kaki menuju shalat Jumaโ€™t. Pendapat ini dipilih oleh Anas bin Malik.
  3. Bekas kebaikan dan kejelekannya yang orang lain ikuti. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu โ€˜Abbas, Saโ€™id bin Jubair, Al Faroโ€™, Ibnu Qutaibah dan Az Zujaj.[5]

Yang menunjukkan bahwa bekas langkah kaki akan dicatat, baik langkah dalam kebaikan maupun keburukan adalah sebagaimana penjelasan Qotadah (seorang tabiโ€™in) yang disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir. Qotadah rahimahullah mengatakan, โ€œSeandainya Allah lalai dari urusan manusia, maka tentu saja bekas-bekas (kebaikan dan kejelekan) itu akan terhapus dengan hembusan angin. Akan tetapi Allah Taโ€™ala menghitung seluruh amalan manusia, begitu pula bekas-bekas amalan mereka. Sampai-sampai Allah Taโ€™ala akan menghitung bekas-bekas amalan mereka baik dalam ketaatan maupun dalam kemaksiatan.

Barangsiapa yang ingin dicatat bekas amalan kebaikannya, maka lakukanlah.โ€[6] Maksud yang disampaikan oleh Qotadah ini juga disampaikan dalam beberapa hadits di antaranya sebagai berikut.

ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฎูŽู„ูŽุชู ุงู„ู’ุจูู‚ูŽุงุนู ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ููŽุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุจูŽู†ููˆ ุณูŽู„ูู…ูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุชูŽู‚ูู„ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูุฑู’ุจู ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ููŽุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ยซ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุจูŽู„ูŽุบูŽู†ูู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูุฑููŠุฏููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู†ู’ุชูŽู‚ูู„ููˆุง ู‚ูุฑู’ุจูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ยป. ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู†ูŽุนูŽู…ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฑูŽุฏู’ู†ูŽุง ุฐูŽู„ููƒูŽ. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ูŠูŽุง ุจูŽู†ูู‰ ุณูŽู„ูู…ูŽุฉูŽ ุฏููŠูŽุงุฑูŽูƒูู…ู’ ุชููƒู’ุชูŽุจู’ ุขุซูŽุงุฑููƒูู…ู’ ุฏููŠูŽุงุฑูŽูƒูู…ู’ ุชููƒู’ุชูŽุจู’ ุขุซูŽุงุฑููƒูู…ู’ ยป.

Dari Jabir bin โ€˜Abdillah berkata, โ€œDi sekitar masjid ada beberapa bidang tanah yang masih kosong, maka Bani Salamah berinisiatif untuk pindah dekat masjid. Ketika berita ini sampai ke telinga Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, beliau bersabda, โ€œRupanya telah sampai berita kepadaku bahwa kalian ingin pindah dekat masjid.โ€ Mereka menjawab, โ€œBenar wahai Rasulullah, kami memang ingin seperti itu.โ€ Beliau lalu bersabda, โ€œWahai Bani Salamah, tetapkanlah kalian tinggal di rumah kalian, sebab langkah kalian akan dicatat, tetapkanlah kalian tinggal di rumah kalian, sebab langkah kalian akan dicatat.โ€[7]

Disebutkan dalam Tafsir Ath Thobari sebuah riwayat dari Abu Saโ€™id Al Khudri, ia berkata,

ุดูƒุช ุจู†ูˆ ุณูŽู„ูู…ุฉ ุจูุนุฏ ู…ู†ุงุฒู„ู‡ู… ุฅู„ู‰ ุงู„ู†ุจูŠ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู… ูู†ุฒู„ุช( ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุญู’ู†ู ู†ูุญู’ูŠููŠ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽู‰ ูˆูŽู†ูŽูƒู’ุชูุจู ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ููˆุง ูˆูŽุขุซูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’ ) ูู‚ุงู„: โ€œุนูŽู„ูŽูŠูƒูู…ู’ ู…ูŽู†ูŽุงุฒูู„ูŽูƒูู… ุชููƒู’ุชูŽุจู ุขุซุงุฑููƒู…โ€

โ€œBani Salamah dalam keadaan kebimbangan karena tempat tinggal mereka jauh dari Nabiย shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, lantas turunlah ayat (yang artinya), โ€œSesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkanโ€. Beliau bersabda, โ€œTetaplah kalian di tempat tinggal kalian. Bekas-bekas langkah kalian akan dicatat.โ€[8]

Artinya di sini, langkah menuju masjid dalam amalan kebaikan akan dicatat, begitu pula langkah pulang dari masjid. Ketika seseorang menuntut ilmu, harus menaiki kendaraan karena sangat jauhnya tempat pengajian, maka putaran roda pun akan dicatat sebagai kebaikan karena ini adalah bekas amalan kebaikan yang ia lakukan. Begitu pula ketika seseorang harus mengeluarkan biaya untuk menuntut ilmu dari para guru (masyaikh) di luar negeri, maka setiap usaha menuju ke sana yang ia lakukan, itu pun akan dicatat. Begitu pula rasa capek dalam kebaikan, itu pun akan dicatat.ย Sungguh Maha Besar karunia Allah. Namun kita sendiri yang sebenarnya tidak menyadari hal ini.

Begitu pula bekas langkah dalam melakukan kemaksiatan pun akan dicatat. Ketika ia mengendarai mobil untuk menuju tempat zina dan berdua dengan kekasih yang belum halal baginya, langkah menuju tempat maksiat tersebut akan dicatat. Dengan mengetahui hal ini, sudah seharusnya kita pun tidak bertekad melakukan maksiat dan dosa.

Faedah kelima

Sebagaimana tafsiran โ€œbekas-bekas amalanโ€ lainnya adalah bahwa bekas kebaikan dan kejelekan yang diikuti orang lain, itu pun akan dicatat. Artinya jika kebaikan kita diikuti oleh orang lain, maka kita pun akan mendapatkan pahala. Begitu pula jika kejelekan yang kita lakukan diikuti oleh orang lain, maka kita pun akan mendapatkan dosa.

Dalil yang mendukung tafsiran ini adalah hadits-hadits berikut ini.

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ู‘ูŽ ููู‰ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ููŽุนูู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูƒูุชูุจูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ูู†ู’ ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ู‘ูŽ ููู‰ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุฉู‹ ููŽุนูู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ูˆูุฒู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽู‰ู’ุกูŒ

โ€œBarangsiapa melakukan suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa melakukan suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.โ€[9]

Jika ilmu yang bermanfaat diikuti oleh orang lain, seseorang yang menyebarkan kebaikan tersebut akan mendapatkan pahala orang yang mengikuti kebaikannya meskipun ia telah berada di liang lahat.ย  Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

ุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ุงู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุงู†ู’ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ูˆูŽุนูู„ู’ู…ู ูŠูู†ู’ุชูŽููŽุนู ุจูู‡ู ูˆูŽูˆูŽู„ูŽุฏู ุตูŽุงู„ูุญู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ู„ูŽู‡ู

โ€œJika manusia itu mati, maka amalannya akan terputus kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak sholih yang mendoakan dirinya.ย โ€[10]

Oleh karena itu jangan meremehkan satu kebaikan untuk disampaikan pada yang lainnya, apalagi sampai yang kita sampaikan adalah ilmu yang bermanfaat. Begitu pula janganlah sampai menyebarkan satu kejelekan sedikit pun karena jika itu diikuti orang lain, maka kita pun akan mendapatkan dosanya. Maka penjelasan ini menjelaskan bahaya seseorng menyebar syirik, bidโ€™ah dan maksiat. Semoga Allah memberi petunjuk.

Faedah keenam

Segala sesuatu akan dicatat di Lauhul Mahfuzh (lembaran yang tejaga). Inilah yang disebutkan Allah Taโ€™ala,

ูˆูŽูƒูู„ู‘ูŽ ุดูŽูŠู’ุกู ุฃุญู’ุตูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู ูููŠ ุฅูู…ูŽุงู…ู ู…ูุจููŠู†ู

โ€œDan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)โ€

Setiap kebaikan dan kejelekan yang dilakukan, sungguh akan dicatat di Lauhul Mahfuzh.

Faedah ketujuh

โ€œImamul Mubinโ€ yang dimaksudkan di sini adalah ummul kitab (induk kitab). Demikian disebutkan dalam ayat lain,

ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู†ูŽุฏู’ุนููˆุง ูƒูู„ู‘ูŽ ุฃูู†ูŽุงุณู ุจูุฅูู…ูŽุงู…ูู‡ูู…ู’

โ€œ(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya.โ€ (QS. Al Isroโ€™: 71). Yang dimaksudkan dengahn pemimpinnya di sini adalah dengan kitab amalan mereka yang bersaksi atas kejelekan dan kebaikan yang mereka lakukan.

Maksud ayat di atas sama dengan firman Allah dalam ayat lainnya,

ูˆูŽูˆูุถูุนูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ูˆูŽุฌููŠุกูŽ ุจูุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูู‡ูŽุฏูŽุงุกู

โ€œDan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah Para Nabi dan saksi-saksi.โ€ (QS. Az Zumar: 69)

ูˆูŽูˆูุถูุนูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ููŽุชูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุฌู’ุฑูู…ููŠู†ูŽ ู…ูุดู’ููู‚ููŠู†ูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูููŠู‡ู ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ูŠูŽุง ูˆูŽูŠู’ู„ูŽุชูŽู†ูŽุง ู…ูŽุงู„ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ู„ูŽุง ูŠูุบูŽุงุฏูุฑู ุตูŽุบููŠุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ูŽุง ูƒูŽุจููŠุฑูŽุฉู‹ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽุญู’ุตูŽุงู‡ูŽุง ูˆูŽูˆูŽุฌูŽุฏููˆุง ู…ูŽุง ุนูŽู…ูู„ููˆุง ุญูŽุงุถูุฑู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุธู’ู„ูู…ู ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง

โ€œDan diletakkanlah Kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: โ€œAduhai celaka Kami, kitab Apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak Menganiaya seorang juapunโ€œ.โ€ (QS. Al Kahfi: 49)[11]

Alhamdulillah, dari ayat yang singkat ini kita bisa menggali faedah-faedah yang luar biasa. Semoga sajian ini bermanfaat. Sungguh nikmat jika terus menerus kita dapat menggali faedah-faedah berharga dari setiap ayat Al Qurโ€™an yang kita baca.

Alhamdulillahilladzi bi niโ€™matihi tatimmush sholihaat.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal




https://www.ayojalanterus.com/2019/04/faedah-penting-dalam-surat-yasin-karena.html

News Feed