Erick Thohir, Presiden Inter Milan yang Jadi Ketua Timses Jokowi

Artikel Terbaru :

Artikel Menarik Lainnya :



  Ayo  Jalan Terus !  – Bakal calon presiden yang juga petahana, Joko Widodo (Jokowi), telah mengumumkan kapten yang akan memimpin Tim Kampanye Nasional dirinya. Dia adalah Erick Thohir, pengusaha yang juga pemilik klub sepakbola Inter Milan.

“Beliau adalah pengusaha sukses, memiliki media, memiliki klub sepakbola, memiliki skuad basket, dan memiliki yang lain lainnya,” kata Jokowi di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018).

Erick adalah pria kelahiran 30 Mei 1970. Di menempuh studi sarjana dan master di Negeri Paman Sam.



Gelar Bachelor of Arts dia dapatkan dari Gelndale University, California, Amerika Serikat. Kemudian gelar Master of Business Administration dari California State University.

Sepulang ke Indonesia, Erick mendirikan Mahaka Group bersama beberapa rekannya pada 1992. Perusahaan tersebut merambah berbagai bidang, salah satunya media.

Pada 2001, Mahaka Group mengakuisisi salah satu media cetak nasional. Setelah itu, Mahaka Group juga merambah ke stasiun televisi hingga radio.










Erick memang menyukai dunia olahraga. Dia pernah menjadi Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA).

Pada 2013, Erick membeli saham mayoritas klub asal Italia, Inter Milan. Dilihat dari situs resmi Inter Milan, Erick masih menempati posisi presiden klub hingga saat ini. [www.tribunislam.com]









Erik Tohir fix jadi Ketua Timses Ko-Ruf. Muldoko tersingkir. Dua kali dia kena PHP. Diproyeksikan jadi Cawapres dan Ketua Timses. Amblas semua. Perih Jenderal…!!

Erik Tohir is the closing statement of Ko-Ruf ironic failure. Timses gemuk; rentan konflik. Cawapres old school. Dollar naik. Ingkar janji. Disgruntle netizen. Sukses Asian Games itu di tangan Sandi saat Wagub.

Tidak ada moral force di Kubu Ko-Ruf. “Proyeknisasi”, kepentingan dan duit mengikat klik-klik supporters. Ko-Ruf obyek investasi merugi. Saat kalah, semuanya bakal jato miskin. Bangkrut.

Mereka ngga punya self-confidence. Tohir digadang-gadang nyaingin Wapres Sandi. Padahal posisinya segaris dengan Jenderal Joko Santoso.

Net worth Tohir; 1.4 milyar dolar. Di bawah Sandi. Tidak setampan Sandi. Mereka teman lama. Bila Tohir main-mata, Ko-Ruf rusak. Sebagai bussinessman, Tohir harus main dua kaki. Buat jaga-jaga.


Sandi-Tohir anak-anak bisnis William Suryajaya (Bos Astra). Bedanya, Erik adalah generasi kedua. Teddy Tohir (ayah Erik) adalah konglomerat yang pernah kerja untuk Om William.

Sedangkan Sandi, dia generasi pertama imperium bisnisnya. Sukses Erik berasal dari ayah.

Adagium Tionghoa; Generasi pertama membangun, generasi kedua foya-foya, generasi tiga menghabisi.

Di bidang akademik, Tohir hanya lulusan community college. Sandi cum laude mulu di universitas bergengsi.

Jadi Sandi jauh di atas Erik. Segala-galanya. Erik hanya menang dari Joko Santoso; lebih muda dan lebih tajir. Selebihnya, Joko Santoso menang mutlak.

Saya prediksi, Tim Erik tidak punya opsi lain kecuali adopsi metode konvensional. This is assymetric warfare. Mereka di posisi kuat.

Sebagai pihak inferior, Jenderal Joko Santoso mesti merilis unconventional warfare dengan metode gerilya, hit-n-run tactic, dan selective battle plans.

Saya kira, Erik has no chance to defeat Joko Santoso. Strategi-taktis komplit yang sebenarnya tidak bisa digelar di sini. Biar Tohir dan bosnya mengira-ngira dalam gelap.


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News


Artikel Asli

News Feed