Dewi Gita Ternyata Pernah Menduakan Armand Maulana

Memasang dan bercita-cita untuk mencapai sebuah target dalam hidup, pasti semua orang melakukannya. Hal semacam itu dilakukan semata-mata supaya sebagai individu pun kita kian terpacu meraih sesuatu yang kita dambakan. Namun hati-hati, terkadang kita sering terjebak menetapkan target terlalu tinggi.

Bahkan karena tingginya target tersebut, dirimu jadi tersiksa lho kawan. Nah, biar gak jadi beban kamu perlu tahu nih enam alasan kenapa memasang target tinggi kurang baik untuk dirimu.

Kamu Jadi Tertekan Karena Merasa Dikejar Target Sendirian

Man Standing While Holding Red Marker Pen Facing Marker Board

Mulanya, menetapkan target tinggi memang ampuh membuatmu kian giat berusaha mewujudkan mimpimu. Hanya saja, target sewaktu-waktu bisa jadi bumerang lho. Kamu tak lagi menikmati caramu mencapai target tersebut, yang ada justru seperti dikejar oleh target besarmu sendiri terlebih karena besarnya ekspektasi yang disematkan pada hal tersebut.

Alhasil, tiap hari kamu terus memikirkan target besar itu dan lupa bahwa ada target lain yang juga ingin digapai. Untuk itu, berhati-hatilah dengan target tinggi yang kamu ingin wujudkan.

Sadar Tak Sadar, Ada Aktivitas Lain yang Jadi Terbengkalai

Woman Wearing Gray Blazer Writing on Dry-erase Board

Punya target tinggi, otomatis dibarengi ekspetasi yang begitu besar, bukan? Hati-hati, terlalu memikirkan target besar yang dipatok hanya membuat targetmu yang lain justru tak dikejar bahkan terbengkalai. Bahkan kegiatan di luar target besarmu pun juga bisa terbengkalai.

Kenapa hal semacam ini bisa terjadi? Ini karena energimu sebagian besar dipakai untuk mencapai target besarmu. Tak heran jika kamu makin merasa hidupmu penuh beban karena menumpuknya aktivitas dan target yang terlupakan karena satu tujuan besar.

Fokusmu Bisa Jadi Hanya Pada Targetnya Saja, Bukan Pada Proses yang Perlu Kamu Lalui

Woman Using Laptop

Ketika sudah menetapkan target besar kamu seolah hanya memikirkan bagaimana target itu bisa dicapai. Kamu seakan lupa bahwa dalam jangka waktu mencapai target tersebut, ada beragam proses yang perlu kamu lewati. Fokusmu yang hanya tertuju pada target semata lambat laun bikin kamu merasa susah untuk menapakinya.

Karena menurutmu terasa berat, kamu jadi tak menikmati proses yang sejatinya bisa membentukmu. Kamu terlanjur menganggap dirimu terbeban dan ingin menyerah di tengah-tengah perjalanan. Hati-hati, mood yang semacam ini yang bisa memaksamu mundur sebelum bisa mencapainya.

Bila Gagal, yang Ada Kamu Didera Frustasi Berkepanjangan

Man in White Shirt Using Macbook Pro

Fokusmu yang begitu menggebu pada target besar ternyata tak sesuai yang diharapkan. Hingga waktu yang ditetapkan target menjulang itu tak berhasil kamu gapai. Rasa frustasi pun lantas hadir mengikuti kegagalanmu. Jika tak bisa move on dari target besar itu, maka jangan harap rasa frustasimu akan mereda.

Kamu Jadi Tak Bergairah Melakoni Hidup Bahkan Jadi Terbiasa Menunda

Man in Brown Long-sleeved Button-up Shirt Standing While Using Gray Laptop Computer on Brown Wooden Table Beside Woman in Gray Long-sleeved Shirt Sitting

Target tinggi yang tak kunjung tercapai dan kamu tak bisa menikmati prosesnya hanya akan membuatmu merasa frustasi dan sedih. Hal ini pun akan berimbas pada pola pikirmu dalam memandang kehidupan. Kamu menjadi begitu pesimis dalam menghadapi aktivitas sehari-hari bahkan semacam kehilangan gairah demi mencapai target lain yang lebih ada potensi untuk segera diwujudkan.

Hati-hati, lalai dalam manajemen waktu pun bisa membawamu jadi seseorang yang gemar menunda. Kamu jadi bingung memilih hal mana yang harus dikerjakan dahulu. Apalagi, target besar butuh fokus perhatian yang besar pula. Jika tak pandai mengatur waktu kamu akan terus menunda hal-hal yang sebenarnya perlu diselesaikan lebih dulu.

 

Artikel Asli

News Feed