Deretan Pemenang Festival Film Tempo 2018

Walau sering dicap buruk, beberapa pasangan justru menikah setelah bertemu di Tinder dan berbagai macam aplikasi sejenisnya. Yap, masuk ke ranah modern dating semacam Tinder, memang tak akan memberikan kita berbagai macam pengalaman. Kamu tak boleh terlalu berharap banyak, tapi tak juga menutup kemungkinan untuk bertemu yang tepat.

Namun, sebelum masuk dan swipe left dan swipe right di Flatform tersebut. Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui, agar tak terjebak dalam sesuatu yang tak diinginkan.

Menuliskan Tipe Sosok yang Kamu Idamkan, Boleh-boleh Saja

Salah satu hal yang membuat Tinder banyak dibuka, karena kemudahan yang disajikan. Aplikasi ini akan menunjukkan para lelaki dengan kriteria atas logaritma yang bekerja. Mulai dari usia dan radius kejauhan tempatnya. Maka, perlu diingat kamu tak boleh asal swipe sembarangan.

Coba lihat pelan-pelan, pastikan jika dia memang yang kamu inginkan. Jangan buru-buru untuk menentukan, cari yang mana yang menurutmu paling berkesan. Kalau merasa perlu, kamu bisa menuliskan tipe sosok seperti apa yang kamu cari pada kolom summary.

Foto Profil dan Bio Tak Selalu Menggambarkan Sesuatu yang Sungguh

Selanjutnya, kamu akan melihat berbagai macam wajah perempuan-perempuan cantik dan para lelaki berwajah tampang. Tapi jangan pikir semua itu benar. Dia yang memasang foto duduk di kokpit pesawat belum tentu seorang pilot, menyertakan foto tangan yang lengkap jam tangan mewah, bisa jadi itu bukanlah tangannya.

Merasa kagum boleh-boleh saja, tapi tak perlu percaya sepenuhnya atas foto yang dipakaianya. Buang semua ekspektasi tinggimu, agar tak kecewa kalau sudah bertemu.

Jangan Terlalu Berharap, Lanjutkan Jika Memang Cocok, Tinggalkan Jika Memang Tidak Cocok

Dari hasil match yang sudah berhasil kamu dapatkan, beberapa mungkin akan mulai berkirim pesan. Cobalah balas satu persatu dan lihat mana dia yang paling nyambung untuk mengobrol denganmu. Tapi itu masih sampai chat saja, bisa berbeda lagi kalau kamu sudah bertemu dengan dirinya.

Dia yang asyik ketika berbalas pesan, bisa sangat membosankan ketika sedang berduaan. Begitu pula sebaliknya, dia yang terlalu garing di cha, bisa juga menyenangkan kalau sudah ketemuan. Intinya, jangan terlalu berharap berlebihan, lanjutkan jika kamu memang merasa nyaman, tapi tinggalkan jika memang dirasa tak cocok dari segi obrolan.

Atur Frekuensi Sesuai Lokasi yang Kau Ingini

Kemudahan lain yang juga bisa kamu lakukan adalah menyesuaikan radius pencarian sesuai lokasi yang kamu inginkan. Untuk itu, bijak-bijaklah dalam menggunakannya. Cari lokasi yang fancy, kalau memang kamu mencari sosok yang demikian. Atur sesuka hatimu, siapa tahu memang bertemu dengan dia yang kamu mau.

Selalu Buat Kesepakatan, Atas Hal Apa Saja yang Ingin Dilakukan

Selepas bertemu, biasanya kamu bisa menyimpulkan apa hal selanjutnya yang mungkin dilakukan. Apakah ada pertemuan kedua, ketiga dan seterusnya atau berhenti di pertemuan pertama saja. Mau berlanjut untuk sekedar teman biasa atau ke ranah yang lebih serius. Hingga pada kemungkinan lain yang lebih serius, ternyata dirinya hanya ingin mencari teman tidur untuk semalam suntuk.

Tetap kontrol diri untuk selalu berpikir jernih. Kamu berhak melakukan apa saja atas dirimu sendiri. Kalaupun memang mau menerima ajakannya, cobalah untuk membuat kesepakatan sebelumnya. Bertemu seseorang di sosial media memang memberikan pengalaman berbeda-beda. Namun semuanya, tergantung bagaimana kamu menyikapinya.

Artikel Asli

News Feed