Demi Rintis Karier di Ibu Kota, Soimah Pernah Tidur di Garasi

Tak berniat untuk hidup dalam bayang-bayang kesendirian, beberapa orang justru bernasib sial karena tak bisa mengendalikan situasi tersebut dalam dirinya. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Sebagian orang memang menyukai ini, karena merasa bisa menenangkan diri dan fokus pada apa yang dilakoni. Maka, hal lain yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa situasi tersebut bisa terjadi pada diri kita?

Merasa Tak Ada Pihak yang Bisa Memahami dengan Baik

Bukan tak percaya pada keluarga, teman, atau orang-orang di sekitar. Beberapa kali, setelah berusaha berbagi cerita tentang apa yang sedang dialami. Orang-orang tersebut justru memberi respon yang jauh dari harapan. Maka untuk selanjutnya, kamu lebih memilih memendam emosimu.

Yap, rasa tak dipahami yang kamu dapatkan pelan-pelan memang merubahmu menjadi seorang pendiam yang sulit untuk terbuka. Rasa percaya pada orang lain kian memudar, sebab respon yang kamu terima selalu serupa. Tak dipahami sebagaimana harapan yang ada di dalam isi kepala.

Sering Direndahkan, Membuatmu Berpikir Bahwa Tak ada yang Tahu Apa yang Kamu Inginkan

Orang lain mungkin tak percaya, jika rasa kesepian bisa lahir dari perasaan yang selalu direndahkan oleh orang lain. Apa yang kamu lakukan selalu terlihat salah, merasa jika dirimu tak berharga sebab apapun yang kamu perbuat tak pernah dihargai oleh mereka.

Percaya dirimu menurun, maka wajar jika akhirnya kamu memilih untuk pergi dan menyendiri. Sembari merenungi sikap yang terasa direndahkan tersebut, pikiranmu akan dipenuhi berbagai macam pertanyaan. Pada titik inilah kamu akan terus berpikir, bahwa ternyata belum ada orang yang bisa tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan.

Terasa Sulit untuk Beradaptasi, Sebab Hal-hal di Luar Diri Terasa Tak Berarti

Mendapati kenyataan tentang bagaimana kamu selama ini diperlakukan, membawamu pada keinginan untuk menyendiri. Dari sini, kamu mulai berimajinasi tentang hal-hal yang tak bisa kamu dapatkan ketika berada di tengah keramaian. Dirimu mulai nyaman dengan segala hal yang kamu lakukan tanpa bantuan. Karena ada semacam kesadaran yang selalu terdengar, bahwa apapun yang di luar dirimu tak pernah ada arti. Anggaplah ini sebagai sebuah pembalasan, atas kesendirian yang selama ini menghantui diri.

Lelap dalam Persoalan yang Salah, Membandingkan Hidup dengan Mereka yang Terlihat Lebih Bahagia

Coba ingat lagi, bagaimana rasa sepi dan kesendirian itu datang pada hatimu. Sebab tak hanya datang dari luar diri saja, pemahaman kita dalam memandang kehidupan orang lain bisa jadi sumber masalahnya. Gambarannya begini, saat ini kamu tengah merasa bergulat dengan ekonomi yang tak kunjung membaik. Berpikir bahwa hidup tak adil, kemudian kamu malah membandingkan dirimu pada mereka yang hidupnya selalu berkecukupan.

Ini memang jadi sebuah persoalan pelik, bahkan jika kita tak segera menyadarinya bisa berbahaya pada diri. Untuk itu, daripada terus menerus membandingkan hidup dan lelap dalam kesedihan. Belajarlah untuk bangkit dan berjalan, meski tak ada orang yang mau menjadi teman.

Transisi Kehidupan, dari yang Tadinya Pacaran Kini Sendirian

Diyakini atau tidak, hal-hal semacam ini bisa saja terjadi. Kamu yang dulu mungkin punya pacar yang selalu bisa siaga untuk bersama. Tapi hidup terus berjalan, setiap orang bisa berubah, begitu pula dengan status hubungan kita. Dari yang tadinya punya pacar, kini malah sendirian. Kesepian itu pasti terasa, sakit hati dan kecewa mungkin masih susah hilangnya.

Salah-salah dalam mengartikan status hubungan, kamu bisa saja merasa kesepian. Sebab sebelumnya selalu ada yang dijadikan teman, walau orang lain selalu menghindar ketika kita datang. Tak apa, ini biasa tapi tak boleh terus diperpanjang. Karena bisa jadi sebuah masalah.

Lantas Bagaimana Mengusir Sepi itu Pergi?

Tak banyak yang bisa diperbuat seorang diri, karena biar bagaimanapun kita butuh bantuan orang lain untuk bisa bangkit dan berdiri lagi. Tapi untuk bisa mengusir sepi, cobalah untuk mengontrol dan menguasi diri. Buang semua perasaan negatif yang kadag jadi beban, ganti dengan pemikiran positif yang bisa memberi dampak baik untuk pikiran.

Sendiri memang sepi, tapi tak selalu berarti terasa mati jika kamu paham bagaimana cara menikmatinya. Nyalakan semua hal yang kamu suka, untuk menganti hal lain yang sekira kau tak suka.

Artikel Asli

News Feed