Cerita Penuh Haru dari Mereka yang Menjadi Korban Gempa Tsunami Sulawesi

Gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi dan sekitarnya menelan banyak korban jiwa. Berdasarkan laporan BNPB, korban jiwa hingga hari Rabu (3/10/2018) siang sudah mencapai 1.407 orang. Jumlah ini masih bisa terus bertambah mengingat masih banyak jenazah yang tertimbun bangunan dan masih belum bisa dievakuasi.

Hal tersebut pasti meninggalkan luka di hati keluarga yang selamat dan ditinggalkan. Ya, pastinya sahabat semua bisa merasakan bagaimana beratnya kehilangan orang yang dicintai selamanya. Untuk bisa ikut merasakan derita mereka, mari kita dengarkan kisah haru dari beberapa orang yang selamat ini!

Martinus Hamaele, mencari putrinya yang hilang di bawah timbunan gedung

Kisah Martinus [Sumber gambar]

Adalah Martinus Hamaele, seorang ayah yang anak perempuannya Mauren bekerja di Hotel Mercure yang terletak dekat dengan bibir pantai. Cerita ini dibagikan oleh seorang jurnalis Guardian, Kate Lamb melalui akun Twitternya @_katelamb. Saat gempa terjadi Mauren sedang bekerja di dalam hotel, dan sekarang hotel tersebut telah rata dengan tanah. Demi menemukan putrinya, Martinus meneriakkan nama Mauren sambil memungut puing-puing reruntuhan. Sayang, tak ada jawaban, Martinus malah mendengar suara orang lain yang terjepit di dalam sisa gedung. Bagaikan berhati malaikat, Martinus berhasil menyelamatkan 7 orang. Setelah berhari-hari mencari, Martinus harus rela sang putri masuk dalam daftar orang meninggal karena tak kunjung bisa ditemukan.

Curhatan hati yang menyayat anak yang ditinggalkan ibunya

Kisah ini datang dari seorang bocah bernama Izrael (6 tahun) yang menjadi korban selamat gempa Palu. Bocah kecil ini membuntuti Presiden Jokowi hingga ke mobil dan bilang ingin ikut ke Jakarta. Namun, Jokowi bilang tidak bisa karena ia harus sekolah. Dengan polosnya, Izrael bilang kalau dirinya tak bisa sekolah karena sekolahnya rusak. Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengatakan bahwa nanti akan diperbaiki. Izrael adalah salah satu anak yang selamat dan kehilangan ibunya. Sementara sang ayah menderita luka dan masih mendapat perawatan. Ia tinggal di pengungsian bersama saudara kembar dan adiknya. Aksi Izrael ini ternyata sempat terekam oleh kamera wartawan kompas TV dan diabadikan dalam postingan di instgramnya.

Nurul ditemukan selamat memeluk jasad ibunya yang sudah meninggal

Nurul Korban gempa [Sumber gambar]

Cerita ini sempat viral sebelumnya, karena korban selamat adalah anak perempuan berusia 15 tahun bernama Nurul Istikharah. Ia berhasil dievakuasi oleh Tim SAR dari reruntuhan bangunan rumahnya di Komplek Perumnas Balaroa pada Senin (2/10). Ajaibnya, Nurul sudah dua hari tertimbun bangunan dan masih bisa bertahan hidup, walaupun saat ditemukan kondisinya sudah sangat lemah dan kelaparan pastinya. Yang membuat sedih adalah, saat ditemukan Nurul berpelukan dengan ibunya yang sudah meninggal karena terkena reruntuhan bangunan. Bayangkan saja bagaimana perasaannya Sahabat!

Balita yang selamat dan bocah tersangkut di atas rumah

Balita selamat karena masuk parit [Sumber gambar]

Ada keajaiban di setiap bencana yang terjadi. Kali ini dialami oleh seorang balita yang terpisah dari orangtuanya. Ia ditemukan di dalam parit dalam keadaan sehat, sampai berita ini ditulis sang bayi sudah kembali kepada orangtuanya. Kejadian lain lagi dialami oleh bocah usia 8 tahun yang tersangkut di atas rumah. Setelah ditemukan oleh Kepada Wakil Komandan Zeni Bangunan, Mayor Edy Harahap, ia mengatakan bahwa dirinya bisa melihat bagaimana air tsunami melibas habis manusia yang ketika itu berada di tepi pantai. Dirinya sendiri selamat karena tersangkut di atap rumah. MasyaAllah kuasa Tuhan ya!

Tergulung ombak 50 meter, pria ini selamat dari maut

Sapuan habis tsunami [Sumber gambar]

Tsunami yang menggulung habis punya kisah tersendiri untuk seorang pria ini. Dirinya mengaku kalau ia merasakan bagaimana sensasi berputar-putar dalam air tsunami sebelum pada akhirnya ia selamat dan terdampar. Ia sempat istirahat di sebuah ruko, namun gelombang kedua datang lagi. Kali ini melahap ruko sampai atasnya. Ketika itu dirinya sedang bersama sang istri, ia peluk istrinya erat-erat. Sayang, ombak yang datang menyeret istrinya hingga hilang dari pandangan dan tak bisa ditemukan.

Kisah di atas hanyalah sebagian penuturan dari mereka yang selamat berkat Sang Maha Kuasa. Mungkin ada banyak kisah yang lebih menyayat lagi dan tidak bisa diceritakan. Siapapun mereka, mari kita doakan agar yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, yang selamat semoga berada dalam lindungan Tuhan selalu. Doa kamu semua untuk Sulawesi dan sekitarnya!

Artikel Asli

News Feed