Bukan Emas Atau Berlian, Inilah Barang yang Dijual Paling Mahal di Dunia

Selama ini kita mengetahui kalau sesuatu yang terbuat dari emas atau berlian itu pasti harganya melangit dan super mahal. Namun, ternyata banyak sekali benda di bumi ini yang lebih mahal dari kedua barang di atas. Untuk mendapatkan sedikit saja, kamu harus merogoh kocek dalam karena harganya yang luar biasa.

Mahalnya harga yang dipatok tentu karena beberapa sebab, salah satunya adalah langkanya dan susah didapat dalam jumlah banyak. Kira-kira apa sajakah benda tersebut? Simak uraian dalam Boombastis.com berikut sampai tuntas ya!

Anti Materi, tidak bisa ditemukan secara alami di bumi

Antimatter [Sumber gambar]

Anti Materi atau antimatter ini merupakan materi yang terdiri dari antipartikel dari partikel yang menyusun materi biasa. Secara alami antimatter ini tidak bisa ditemukan di bumi. kecuali hanya dalam waktu sangat singkat dan dalam jumlah sangat sedikit karena peluruhan radioaktif atau sinar kosmik. Zat ini hanya bisa dibuat dengan cara menembakkan partikel ke sebuah logam dalam lorong yang panjangnya dalam hitungan mil. Sayangnya, antimatter juga bisa lenyap seketika sesaat setelah dibuat. Itulah yang membuat harganya super mahal, Satu gramnya saja bisa mencapai USD 6,25 triliun, setara dengan Rp 72.000 triliun. Fungsinya apa? Sedikit saja bisa menghasilkan ledakan setara dengan bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.

Batu Taaffeite, batu mulia yang ditemukan dalam bentuk tertentu

Batu Taaffeite [Sumber gambar]

Sekilas, batu ini memang tampak seperti batu biasa, warnanya pun kebanyakan hanya ungu dan merah. Batu ini ditemukan oleh Count Edward Taaffe pada tahun 1945. Oleh karena itu, namanya dinisbatkan kepada sang penemu pertama kalinya. Taaffeite dinobatkan sebagai batu mulia pertama di dunia yang ditemukan dalam bentuk segi tertentu. Ia juga punya kemampuan untuk membiaskan cahaya menuju dua arah. Selain itu kandungan Magnesium dan Beryllium yang ada di dalamnya-lah yang membuat harganya sangat mahal. Per gramnya bisa mencapai US$ 20.000 atau Rp 234 juta. Saat ini, Srilanka dinyatakan sebagai penghasil utama batu Taaffeite.

Californium-252, digunakan untuk mendeteksi alat peledak

Californium [Sumber gambar]

Californium adalah zat radioaktif yang sering digunakan untuk menghasilkan radiasi gamma. Californium dimanfaatkan sebagai pendeteksi bahan peledak, ranjau, serta peluru meriam yang masih belum meledak. Beberapa penelitian juga mengungkapkan jika californium ini bisa digunakan dalam pengobatan pasien kanker. Sayangnya, jika terlalu sering terpapar zat ini bisa menyebabkan kemandulan. Saking mahalnya, harga yang dibanderol untuk satu gram Californium-252 mencapai USD 27 juta atau Rp 315 miliar lebih. Fantastis maaan!

Tritium, zat berbahaya untuk menyalakan lampu ‘abadi’

Tritium [Sumber gambar]

Tritium ini pada dasarnya merupakan senyawa Hidrogen yang telah berubah menjadi zat radioaktif secara alami akibat radiasi matahari, sehingga sangat jarang ditemukan di alam, seperti dilansir dari indocropcircles. Zat ini sebenarnya tidak bisa menembus langsung ke kulit manusia, sehingga jika terjadi kontak tidak akan berbahaya. Namun, apabila tertelan maka bisa sebabkan radiasi dan bisa meracuni tubuh. Tritium biasanya digunakan sebagai sumber energi utama PLTN dan generator berbasis neuron. Zat ini bisa memancarkan cahaya yang bertahan dalam waktu sangat lama jika dicampur dengan zat kimia lain. Hingga saat ini, harga tritium US$ 30.000 atau Rp 350 juta tiap gram-nya.

Barang-barang di atas masuk dalam jajaran hal langka, yang untuk mendapatkannya dalam jumlah sangat sedikit saja butuh perjuangan super. Tapi, berbanding lurus juga dengan khasiat yang ia hasilkan, wajar sih kalau harganya melebihi emas murni.

Artikel Asli

News Feed